Stroberi Semakin Manis

May 16, 2008 at 8:38 pm (tertawa)

Hahahahaaaaa……………

kehadiran si stroberi mengundang banyak perhatian dari semua pihak.

sebagian menyebut mangkok.

sebagian menyebut helm.

sebagian menyebut polwan.

sebagian menyebut ibu megawati soekarno putri.

sebagian menyebut kelly osbourne.

sebagian menyebut wilma “scooby-doo”.

sebagian menyebut dora the explorer.

sebagian menyebut rihanna.

tapi….yang penting ada yang bilang “tambah manis”…

Permalink 10 Comments

Strawberry In My Head

May 13, 2008 at 8:01 pm (tertawa)

Hari ini berjalan seperti biasa. Kuliah. Mengantuk di kelas. Gosip di kelas. Memang hari ini berencana untuk melakukan suatu perbaikan diri. Melihat penampilan yang sudah acak kadul ga karuan….

Diputuskanlah untuk potong rambut. Sekedar merapikan dibagian sana-sini lah.

Di salon yang biasa, di bilangan Dago. Si mbak yang biasa tidak ada. Sedikit kecewa tapi rencana harus tetap berjalan. Jadilah si mbak yang lain yang mengurusi dan mengotak-atik rambut yang konon katanya adalah mahkota dari seorang wanita. Cekrek…Cekrek…Cekrek….

“Loh-loh kayaknya kependekan deh,” aku bilang ke mbak itu…

“Ga kok teh…ini cuma berapa senti paling,”

“Yasudalah.”

Kemudian keajaiban terjadi….mahkota seorang wanita itu kini berubah jadi buah STROBERIIII….

AAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!

………………………..kesaaaaaaaaaaaallllllllllllllllllllllllllll…………………………………………………………………….

Permalink 6 Comments

“You Make My Life Beautiful, Dad!”

May 13, 2008 at 7:32 pm (menari)

Monday, 12 May, 2008

21:50:29


Baru saja aku menonton sebuah film berjudul “Life is Beautiful”.

Film lama memang, semua orang sudah membicarakannya dari dulu. Tapi baru kali ini dapet pinjeman dvd. Lumayan bisa nonton gratis.

Aku tersenyum, di awal acara, tertawa puas di pertengahan. Tapi tak lama setelahnya, aku mulai gelisah. Meneteskan air mata kemudian. Gelisah lagi. Tapi tetap tersenyum. Begitu seterusnya perasaanku, sampai suara tembakan itu terdengar. Aku menangis sejadi-jadinya. Bersyukur karena ketenangan yang menyambut kemudian dan menangis lega di akhir film.

Tak bisa menceritakan seluruh isi film itu. Aku hanya teringat keluargaku yang berada jauh dariku. Aku hanya teringat bapakku yang aku tau sangat sangat sangat sangat menyayangiku. Aku yakin dia akan melakukan tepat seperti yang Guido lakukan terhadap anaknya.

Aku merindukan leluconnya. Aku merindukan pelukannya. Aku merindukan menciumnya. Aku merindukan duduk bersama membahas apa pun. Aku rindu melakukan sesuatu untuknya. Membuatkan segelas teh atau susu. Mengambilkan sepiring nasi dan menyajikan makan malam selayaknya pelayan menyajikan makanan mewah di sebuah restoran bintang lima. Melambaikan tangan ketika dia berangkat kerja dan menyambutnya ketika dia kembali. Aku rindu diajari berdoa. Aku rindu diajari menjadi wanita yang tangguh. Aku rindu kepeduliannya bahkan lewat setiap amarah yang tak bisa kuterima. Karena aku cuma tau satu hal kalau bapakku melakukan semuanya dengan alasan “Dia menyayangiku.”

Aku teringat sebuah lagu yang sering kudengar saat masih kecil. Dinyanyikan olehRicardo & Friends berjudul I Love You Daddy

Daddy…
You know how much I love you
I need you forever
I ‘ll stay by your side
Daddy oh Daddy
I want always bliss you
But I never stop trying
to be your number one

You understand me….
You teach me how to pray..
And you play the game I love to play
I have no fear here when you are near
You guide me through the dark is night

I love you Daddy…
You are my hero (and you always in my dream)
I love you daddy oh daddy
You are my superstar

Daddy
You know how much I love you
I want you to help me
Please show me the way
Daddy oh Daddy
Sometimes I might do wrong
But I never stop trying
To be your number one

I wanna show you
I’ll be as strong as you
When I grow up I still look up to you
So have no fear here I believe here
I will be my daddy’s boy

I love you Daddy…
You are my hero (and you always in my dream)
I love you daddy oh daddy
You are my superstar

The one in a million and a million in one
Forever I want to be by your side
You’re in a million
Show me the way
Guide me through my night

Permalink 1 Comment

Selesaikah?

February 11, 2008 at 9:24 am (menari)

Saya memilih untuk menjawab “tidak” atas pertanyaan itu. Cukup banyak ternyata bagian yang terlupakan dari seluruh tanggung jawab saya sebagai Pemimpin Perusahaan di Boulevard. Tidak melakukan ini dan itu.

Dari awal memang tidak memiliki hati yang total untuk menjadi bagian dari komunitas ini. Bergerak sebagai Pemimpin Perusahaan hanya berdasarkan tanggung jawab semata-mata. Saya menganggapnya hadiah besar yang tidak pernah terbayangkan. Saya tidak pernah berusaha untuk mendapatkannya. Tapi secara gratis diberikan begitu saja. Akhirnya saya berusaha melihat kesempatan ini sebagai sesuatu yang seharusnya bisa saya optimalkan.

Arfah dan Gio, rekan yang memikul beban sama dengan saya, tidak memiliki kedekatan secara emosional. Saya yang sulit untuk beradaptasi dengan orang baru, sulit pula untuk bisa bekerja sama dengan baik bersama kedua rekan saya tersebut. Kalau tidak ada kedekatan secara emosional baiklah kita ciptakan kedekatan secara profesional. Jadilah saya seorang Pemimpin Perusahaan yang terlampau keras. Saya sangat kaku. Bekerja terlalu struktural. Bagian penting yang saya lupakan, empati.

Itulah kenapa saya merasa dibantai mengenai hal ini di LPJ saya. Saya mengakui kelemahan saya di bagian ini. Tapi itu semua karena saya terlambat menyadarinya. Terlalu concern dengan study dan menganggap keberadaan saya di unit ini tidak sebegitu pentingnya.

Sampai akhirnya saya dicalonkan menjadi Pemimpin Umum dalam pemilihan kepengurusan baru kemarin (Sabtu, 9 Februari 2008). Saya tidak menyangka ada orang-orang yang masih percaya dengan kinerja saya. Saya yang cenderung menutup diri, tidak total memberikan hati dan diri saya di unit ini, tersadar kalau ternyata saya punya nilai. So pathetic.

Walau akhirnya saya tetap tidak bersedia menjadi Pemimpin Umum dan kampanye saya lebih bersifat “jangan pilih saya ya,” saya merasa mendapatkan semangat lebih dari pada sewaktu saya diberikan jabatan Pemimpin Perusahaan. Hal ini membuat saya masih tetap bersedia memberikan waktu saya untuk Boulevard. Kali ini saya juga akan berikan hati saya. Tanpa memberikan janji yang muluk-muluk, saya cuma bisa berjanji bahwa saya mendukung kalian (kepengurusan baru terutama).

Tetap dekat secara emosional. Tetap tunjukkan profesionalisme. Tepat waktu. Saling menghargai. Nikmati setiap kesibukan. Tetap semangat dan selamat bekerja. Ray, Nise, Dipta, dan Windy. Serta seluruh staf.

Permalink 7 Comments

Bon Voyage Soeharto

January 28, 2008 at 9:26 am (menari)

“Jika Soeharto itu baik, kenapa negara kita ancur kayak gini. Jika Soeharto itu jahat, kenapa banyak rakyat yang menangisinya. Duh, bingung.”

Itulah bunyi status pada yahoo messenger salah satu senior saya.

Mantan Presiden, H.M. Soeharto, meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2008 setelah keluar masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina. Saya pribadi berharap beliau hidup lebih lama dan lebih sehat lagi. Menurut saya beliau harus disidang dan mempertanggungjawabkan semua yang sudah dia perbuat atas bangsa ini.

Sejarah mengukir namanya dengan gemilang. Sejak kepemimpinannya, dia berhasil meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia lewat program Repelita-nya. Bukan hanya itu, dia berhasil mewujudkan swasembada pangan. Memang jelas terlihat begitu banyak pembangunan yang dia lakukan di negara ini. Namun di balik kemashyuran namanya, apa benar bahwa beliau semulia yang kita kira selama ini?

Ompung saya adalah seorang aktivis PKI. Berdiri bersama-sama Njoto, D.N. Aidit, dan rekan-rekan lain sebagai orang-orang besar di organisasi tersebut. Namun apa yang didapatkan Ompung saya dan rekan-rekannya itu? Apa yang menimpa keluarganya?Ayah saya mengenal penjara diumur enam tahun. Sejak itu dia tidak pernah lagi tahu bagaimana keadaan ayahnya sampai salah satu saudara datang membawa koran dengan berita bahwa Ompung saya tewas tertembak di Blitar Selatan. Hati anak kecil itu hancur. Di penjara dia hanya bersama saudara perempuannya dan ibunya. Dua kakaknya yang lain berhasil diselamatkan dan dibawa ke Medan. Sampai tiba di suatu saat, bahwa sang ibu harus dibawa ke Plantungan. Camp pembuangan untuk orang-orang yang dianggap PKI atau ada hubungan dengan PKI bagi wanita. Seperti Pulau Buru untuk kaum pria. Sedih karena akhirnya dia benar-benar dipisahkan dari kedua orang tuanya tanpa masa depan yang pasti. Eyang saya di dalam penjara mengalami banyak sekali siksaan batin, hal-hal yang membuat hatinya tercabik-cabik.

Entah buku sejarah mana yang bisa dipercaya, Satu hal yang saya tahu adalah kelicikan Soeharto untuk suatu kekuasaan telah menghancurkan jiwa keluarga saya dan menceraiberaikannya. Keluar dari penjara, Eyang saya memiliki KTP dengan tambahan tulisan ET (Eks Tapol). Kejam. Pemimpin bangsa yang melindas hak-hak rakyatnya.Sementara banyak orang PKI dan keluarganya yang diperlakukan semena-mena dan mati tidak terhormat. Soeharto meninggal dengan kemewahan dan kemuliaan. Pantaskah atas semua sakit hati yang telah ia tinggalkan ditengah-tengah rakyatnya? Pantaskah atas segala kebodohan yang telah ia lakukan?

Sebagian rakyat bahkan menaikkan bendera setengah tiang sebagai wujud turut berduka. Saya hanya berusaha memiliki kekuatan jiwa untuk memaafkan beliau atas semua kepahitan yang ia timbulkan. Tuhan Yang Maha Besar menunggunya untuk mengadili perbuatannya. Saya percaya keadilan-Nya akan menghapuskan semua kepedihan yang sudah ia rajut secara hati-hati pada bangsa ini.

Akhirnya saya mengirim pesan pada senior saya itu,

“Soeharto itu licik dan rakyat Indonesia itu bodoh. Ya..jadinya ya gitu deh.”

Permalink 11 Comments

« Previous entries