Akhirnya saya memberanikan diri untuk memposting puisi hasil buatan saya sendiri. Sebenarnya saya sudah mulai membuat puisi sejak duduk di bangku SD. Tapi baru-baru ini saya menyesali mengapa saya tidak pernah mendokumentasikan setiap puisi yang pernah saya buat. Dan bukan hal yang mudah buat saya mengambil keputusan untuk pada akhirnya membiarkan puisi, yang adalah ekspresi perasaan terdalam saya, dibaca oleh publik.

Don’t laugh or get surprised! I’ve already told you that I’m a tough-minded girl from outside but fragile-hearted inside ;) . Saya cuma mau mengecek apakah interpretasi kalian, setelah membaca puisi ini, sama dengan emosi saya dibalik pembuatan puisi ini. Saya sengaja tidak menuliskan judul pada puisi ini, karena kalian akan langsung tahu arti sebenarnya. Hehe..

Leave your comment, please! And don’t forget to give your own title for my poetry. Thank you fellas!

I feel empty inside
I find noone but myself
Sitting…
Flustering…
Weeping…

I miss you, Daisy…
Flowers of happiness
Who bring calyx to my fear
But I am flowerless…

Suddenly…
You appear in my room
I look like a freeze dried red rose
Alone…
Laying down in the huge world of white

No, you don’t come closer
You’re from my past
No more you, the unreal

I’m still learning to breath from the stupidity of mine
I’m still finding the other you out of my nightminds

Truth is the only key to open
But your lips erase those lies
I surrender…
Falling in this pain deeper…
Through this pleasurable words..
Do you wanna be a poet and write
Do you wanna be an actor up in lights
Do you wanna be a soldier and fight for love
Do you wanna be travel the world
Do you wanna be a diver for pearls
Or climb a mountain and touch the clouds above
Be anyone you want to be
Bring to life your fantasies

Are you gonna be a gambler and deal
Are you gonna be a doctor and heal
Or go to heavean and touch God’s face
Are you gonna be a dreamer who sleeps
Are you gonna be a sinner who weeps
Or an angel under grace

Rangkaian kata di atas bukan puisi tapi sedikit bagian dari lirik sebuah lagu, yang pastinya bukan buatan saya. Lirik di atas diambil dari lagu “Burn” yang dinyanyikan oleh Tina Arena. Lagu yang sudah cukup lama dan bisa didengarkan di koleksi video Vodpod saya.

Lagu ini mengingatkan saya tentang mimpi-mimpiĀ  yang pernah terlintas di masa kecil dan masa ABG saya dulu.

Saya pernah bercita-cita menjadi astronot, semenjak saya diperkenalkan dengan alam semesta yang luas dan segala misterinya.

Saya pernah bercita-cita menjadi pendeta. Itu karena saya melihat seorang pendeta perempuan berkhotbah di gereja untuk pertama kalinya. Dan menurut saya, pendeta perempuan itu luar biasa. Saya suka caranya menyampaikan khotbah dan lelucon yang dilontarkannya.

Saya pernah bermimpi suatu hari nanti bekerja di Disney Land. Saya mau melihat Mickey Mouse dan teman-temannya secara langsung. Dan supaya saya bisa bebas bermain di setiap wahana yang ada di sana. Saya mau hidup di antara dunia mimpi itu. Live in fairy tales.

Saya pernah bermimpi jadi ahli sejarah. Saya suka sekali dengan cerita-cerita tentang aaman peradaban. Mitologi Yunani, Romawi, dan Mesir. Saya juga penasaran dengan misteri matinya Marie Antoinette, yang konon katanya melalui hukuman guillotine atau dipenggal kepalanya, misteri ditembaknya John F. Kennedy dan munculnya Perang Dunia I yang hanya diakibatkan oleh dibunuhnya putra mahkota Austria-Hongaria, Francis Ferdinand, di Sarajevo. Sampai sekarang saya masih suka mengikuti cerita tentang Hitler dan kepemimpinan diktatornya. Misteri partai komunis di Indonesia bahkan cerita-cerita mistis yang berhubungan dengan zaman kerajaan di Indonesia.

Saya pernah bercita-cita menjadi dokter. Kenapa tidak? Kebanyakan dari anggota keluarga besar berprofesi sebagai dokter atau paling tidak terjun ke dunia medis. Ditambah eyang saya yang selalu mengiming-imingi dengan rayuan kalau betapa mulianya profesi dokter karena bisa melakukan banyak pekerjaan sosial tanpa harus menjadi miskin.

Saya juga pernah bercita-cita menjadi arsitek. Ini adalah cita-cita yang paling lama saya pegang. Saya suka merancang soalnya. Saya suka bermain The Sims, Roller Coaster Tycoon, SimCity, dan beberapa permainan sejenis.

Saya pernah bercita-cita menjadi wartawan. Tante dan Om saya adalah pasangan wartawan. Saya suka melihat kehidupan mereka yang sering sekali pergi ke luar kota dan luar negeri untuk mencari berita. Mulai dari sekedar wawancara ibu-ibu penghasil kerajinan tangan sampai meliput acara Olimpiade di Atlanta beberapa tahun lalu. Saya suka mendengarkan Tante saya bercerita tentang betapa bersihnya negara A, betapa uniknya kota B, dan hal-hal menakjubkan lainnya.

Saya pernah bermimpi jadi penulis puisi dan novel. Kalau ini impian sewaktu SMA. Ditambah lagi saya suka membaca dan menulis sejak kecil. Mimpi ini juga semakin mendesak saya ketika saya melihat banyak penulis wanita hebat mulai bermunculan. Puncaknya adalah ketika saya membeli buku kumpulan cerpen karya penulis-penulis wanita Indonesia. Judulnya “Perempuan Punya Cerita.” Girls, you’re all awesome!

Saya suka masa kanak-kanak saya. Saat hidup dipenuhi dengan rasa ingin tahu yang besar. Dimana hidup dibangun dari mimpi-mimpi yang, menurut saya sekarang, brilliant!!

Sekarang saya cuma bisa berpikir realistis saja. Dan meninggalkan mimpi-mimpi yang terus melambai-lambai di belakang sana. Saya kuliah di Jurusan Teknik Industri. Kerjakan dan selesaikan TA secepatnya. Lulus dan cari kerja yang memberikan gaji paling tidak cukup untuk hidup di kota besar. Cari suami. Kalau tidak dapat dengan usaha sendiri, hukum Siti Nurbaya pun berlaku, melibatkan orang tua dalam pencarian ini ;) . Kemudian menikah. Dan menjalani hidup yang tipikal.

Haruskah saya hidup sesederhana ini?

Tidak! Saya mau menjalani hidup yang berbeda. Saya mau menjadi pribadi yang unik, yang berpikir out of the box, dan menjalani hidup yang luar biasa. Ada yang mau bergabung dengan saya? Mari membangun mimpi bersama :) . Because there is no stupid or impossible dreams.

Minggu ini minggu penuh senyum dan perenungan buat saya. Senyum saya beralasan, karena begitu banyak kejadian yang menyenangkan. Perenungan saya pun beralasan, karena aktivitas ini memang selalu datang sebulan sekali saat emosi sedang berfluktuasi.

Perenungan saya datang setiap kali sisi melankolis saya ini mendominasi. Berpikir hal-hal terlalu terperinci. Bahkan yang tidak perlu saya pikirkan pun, jadi saya pikirkan dengan serius. Kali ini perenungan saya membawa saya kepada perasaan kehilangan. Kenapa bisa pikiran ini yang tiba-tiba muncul? Karena lagu yang saya dengar bolak-balik selama tiga hari ini adalah Time To Say Goodbye, yang dipopulerkan oleh Andrea Bocelli. A great song, I love it!

Kehilangan, buat saya, adalah kondisi ditinggal pergi. Bisa tiba-tiba atau telah direncanakan. Bisa karena suatu hubungan yang rusak, pergi ke tempat yang jauh, atau meninggal dunia.

Kalau karena ditinggal pergi ke tempat yang jauh, masih ada kemungkinan untuk bisa bertemu lagi. Entah bulan depan, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi, pasti masih ada kesempatan untuk bertemu lagi. Apalagi di zaman modern seperti sekarang. Internet bisa didapatkan di mana pun. Jadi berpisah karena jarak tidak lagi menjadi masalah besar. Walau tetap saja, interaksi secara langsung pasti lebih berkesan dan menyenangkan.

Kehilangan seseorang karena suatu hubungan yang rusak adalah kejadian yang cukup menyedihkan. Bisa karena putus dengan kekasih. Perceraian suami dan istri. Bertengkar dengan sahabat. Atau meninggalkan rumah orang tua karena mau kawin lari dengan pria dari suku seberang ;)

Awalnya hari-hari diwarnai dengan senyumnya (bisa kekasih, sahabat, suami, istri, atau orang tua). Dengan amarahnya. Dengan nasihatnya. Dengan semangatnya. Jam-jam dilalui bersama orang yang dikasihi itu melalui interaksi yang penuh kehangatan. Tapi siapa yang tahu kalau hubungan yang paling mesra sekali pun bisa rusak kalau tidak ada yang mau mengalah dan merendahkan diri. Kehilangan orang yang biasanya mengisi hari-hari karena kekerasan hati sendiri adalah hal yang menyakitkan buat saya. Makanya saya berusaha keras untuk menjaga setiap hubungan yang pernah saya jalin. Saya takut sekali kalau ada hubungan yang rusak karena keegoisan saya.

Terakhir adalah kehilangan karena orang tersebut meninggal dunia. Meninggalkan dunia ini. Tidak ada lagi untuk selamanya. Bahkan berharap dia akan kembali pun hanya akan membuatmu gila. Kehilangan tipe ini bukan karena kesalahan dia. Atau kesalahan saya. Atau anda. Atau siapa pun. Ini kedaulatan Tuhan (kecuali bunuh diri pastinya). Jadi memang tidak ada yang bisa disalahkan. Tapi membayangkan kondisi ini menimpa saya suatu hari nanti, cukup membuat saya membiarkan air mata ini mengalir bebas. Jika orang-orang terdekat saya harus pergi untuk selamanya. Tidak bisa disentuh lagi. Tidak bisa dipeluk. Atau dicium lagi. Tidak bisa berbincang lagi. Tidak bisa tertawa bersama. Dan bercanda bersama. Ini akan menjadi salah satu titik paling menyedihkan buat saya. Jika harus kehilangan Bapak, Ibu, atau Kakak saya. Keluarga terdekat. Atau anggota keluarga lain. Atau saat kehilangan sahabat-sahabat saya. Orang-orang yang pernah membantu saya melalui hari-hari yang berat dan menikmat kesenangan bersama.

Atau, apabila di masa depan nanti, jika saya tidak punya orang tua lagi dan sahabat-sahabat saya sudah pergi ke negeri antah berantah. Dan ketika itu, saya harus kehilangan suam isaya (Halaah!! Menikah saja belum. Tapi seriusan, hal ini saya pikirkan sampai mendalam sekali), pasti saya tidak tau lagi mau hidup seperti apa. Saya tidak sanggup kehilangan suami, saya pikir. Lebih baik dia yang kehilangan saya nanti (Ini pikiran yang super duper egois memang, tapi saya cuma berpikir sepertinya saya tidak sanggup kalau harus hidup tanpa orang yang bisa memanjakan :( ).

Yah, apapun kondisi kehilangan yang akan saya hadapi nanti, saya masih punya Tuhan, yang akan hadir melalui orang-orang lain yang akan Dia tempatkan di sisi saya untuk menggantikan mereka-mereka yang telah pergi. Jadi kalau saya kehilangan suami pertama, apakah Tuhan akan menempatkan seorang suami kedua buat saya? Hahahaa…

Yang pasti Tuhan akan menggantikan sang suami tercinta dengan kehadiran anak-anak yang lucu :)

(Tulisan ini dibuat dengan penuh penyesalan. Penyesalan kenapa saya bisa sampai memikirkan hal yang begitu menyedihkan ini.)

Saya mendapat banyak quote keren hari ini. Masing-masing quote punya makna mendalam untuk saya. Bahkan rumus dari The Coca Cola Company pun memberikan saya pelajaran khusus hari ini.

If you don’t have ideas about the future, or want to be a part of it, you have already lost. (No Name)

In calm waters, everyone is a good sailor. (Margaret Riis)

Thinking differently from the outset often leads to the most original results. (Henrik Ibsen)

Nothing great was ever achieved without enthusiasm. (Ralph Waldo Emerson)

A people who feel the calling are the strongest force on earth. (Bjornstjerne Bjornson)

The leader is the wave that pushes the ship forward. (Leo Tolstoy)

Are you one who watches?

Or intervenes?

Or who looks away, and steps aside…

(Friedrich Nietzsche)

Mission+Commitment=Focus

Focus+Action=Results

(The Coca Cola Company)


Sampai akhirnya hari “quote” saya ini ditutup dengan membaca paragraf di bawah ini. Yup, paragraf yang cukup jelas menjabarkan apa sebenarnya yang akan saya bicarakan di Tugas Akhir Sarjana saya.

Consumers are not robots. They don’t simply buy products, they buy attitudes as well. They want to know who is behind the products that they buy. They want to know the company. They want to know what you think. And the better your company communicates its attitudes, the stronger you will becoma. (Jesper Kunde)

Dari pernyataan itu lah Tugas Akhir Sarjana saya berangkat. Dan pertanyaan untuk Tugas Akhir saya adalah,

“How to make external positioning (the market’s view of the company) and the internal culture (the company’s view itself) come into harmony?”

Because, when external positioning and internal culture come into harmony, the easier it is for the company to consolidate its chosen market position. The more harmony there is between external positioning and internal culture, the stronger the company’s personality will be.

I will write my last assignment about Corporate Personality. Corporate Religion. Corporate Soul. CORPORATE IDENTITY!!

If there is anyone who is expert about this topic, just call me, let’s discuss it together and have a relaxing afternoon tea with me :)

Postingan kali ini lagi-lagi akan bercerita tentang Sindy. Bukan dengan Iqbal, tapi dengan saya.

Saya dan Sindy mulai berteman di hari pertama kami ada di kampus Gajah. Pertama kali kami memakai jas almamater ITB di Sabuga. Diawali dengan pembicaraan ringan sejarah kami bisa terdampar di jurusan Teknik Industri ini.

Saat ini, tak terasa sudah hampir genap empat tahun kami berteman. Tapi setelah saya sadari, Sindy bukan sekedar teman buat saya. Tapi sahabat.

Di jurusan yang memiliki mahasiswa sebanyak 192 orang itu, kami terus berada di kelas yang sama bagaimana pun pembagian kelasnya dilakukan. Saat pembagian kelas dibedakan berdasarkan NIM genap dan ganjil, kami sama-sama berada di kelas ganjil. NIM saya 13405151 dan NIM Sindy 13405157. Saat kelas dibagi menjadi 4 berdasarkan urutan NIM dari awal sampai akhir, kami sama-sama berada di kelas 4 (rentang NIM 13405151-13405192). Saat kelas dibagi menjadi 3, berdasarkan urutan NIM 1 kelas 1, NIM 2 kelas 2, NIM 3 kelas 3, NIM 4 kembali lagi ke kelas 1, dan seterusnya, saya dan Sindy berada (lagi-lagi) di kelas yang sama. Karena NIM saya dan Sindy memiliki sisa = 1 jika dibagi dengan angka 3. (Bisa dipahami ga bagian ini?)

Bosan bertemu terus dengan Sindy? Terkadang! Tapi kami tanpa terasa terus saling membantu. Bahkan kami terus berada di kelompok tugas yang sama. Puncaknya di kelompok mata kuliah PLO yang dalam satu kelompok hanya terdiri dari dua orang saja. Saya dan Sindy lagi-lagi jadi soulmate. Bahkan sejak tingkat 4 ini, kami jadi housemate. Setiap hari saya harus bertemu dengan Sindy.

Malam kemarin, di kedai McDonald, lokasi Simpang Dago, pukul 6.30-7.40 malam, menu McFlurry Milo dan McFlurry Coffee Crunch.

Kami beromantis ria. Membicarakan persahabatan yang terjadi ini. Saya beberapa kali cemburu dengan pacar-pacar yang pernah menjadi kekasih hati Sindy. Sindy juga beberapa kali cemburu dengan teman-teman saya di beberapa unit kegiatan mahasiswa yang saya ikuti.

Dan kami tetap mempunyai satu rahasia yang tidak kami ceritakan sampai sekarang satu sama lain. Sindy kesal karena saya tidak pernah memberitahunya mengenai pujaan hati saya ketika saya masih di tingkat 3. Saya kesal karena Sindy tidak pernah memberitahu saya berapa berat badannya.

Walau banyak cek-cok, perbedaan pendapat, bahkan ada pertengkaran. Tapi saya senang bisa mengenal teman Sunda saya ini, Sindy Allrani.

Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu.

Saya harap persahabatan yang kami jalin ini bisa memberikan perubahan positif pada diri kami masing-masing.

Bunga adalah gambaran wanita. Itulah mengapa bunga memiliki relasi yang dekat dengan wanita. Dan itulah mengapa bunga merupakan ciptaan yang indah. Karena bunga bisa bercerita banyak hal.

Blog Stats

  • 6,820 hits

Flowers

sunflower

passion flower

red flower

hand flower

bucket flower

More Photos

Calendar

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Pages