dwihut

Mengambil Langkah

Seorang penulis, seringkali bingung bagaimana menutup sebuah tulisan dengan dramatis untuk menimbulkan perasaan yang unik pada pembacanya.

Begitu pula seorang motivator, berpikir keras bagaimana mengakhiri bicaranya dengan nada suara yang lantang, kata-kata penyemangat yang klimaks dan berkesan bagi para pendengarnya.

Seorang pelukis, tidak berhenti mencorat-coret sampai dia menemukan akhir yang sempurna bagi pandangannya terhadap hasil karyanya tersebut.

Saya sebagai penikmat hidup, penikmat buku, penikmat seni, dan penikmat kata-kata mutiara, ternyata punya hobi yaitu mengkomentari segala sesuatu yang saya nikmati itu. Ahh sayang sekali harus berakhir demikian, plot nya tidak berhasil membawa pembaca dalam perasaan yang seharusnya, dan sebagainya.

Padahal, butuh keberanian ekstra dan keteguhan hati bagi siapapun, bukan untuk mengakhiri dengan indah, tapi memulai dengan mantap. Banyak orang lupa untuk mengapresiasi mereka yang telah memulai sesuatu, walau masa depan tampak abu-abu dan resiko besar menanti, karena ternyata hal yang paling berat untuk dilakukan yaitu “melangkah”. Memerlukan keyakinan dan sedikit kebodohan kadang-kadang.

Mengambil langkah.
Adalah tindakan keberanian dengan iman yang besar, yang diperlukan Musa untuk mengantarkan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir.
Adalah keyakinan yang dimiliki Galileo Galileo, untuk memulai pengamatannya terhadap bintang-bintang dengan teleskop dan ternyata membuka tabir sains yang tidak diketahui banyak orang pada saat itu.
Adalah kata-kata pertama yang dituangkan seorang Anne Frank, gadis remaja biasa, yang akhirnya menjadi sebuah catatan sejarah.

Tanpa orang-orang yang telah memulai, kita tidak pernah tau bahwa bumi itu bulat, bahwa ternyata kolera bisa disembuhkan, bahwa compassion bisa mengubah hidup seseorang, dan bahwa keberanian mampu membawa orang menjadi inspirasi bagi dunia.

Mari memikirkan kembali apa yang bisa dimulai dan keluar dari rutinitas yang membosankan, setiap waktu, setiap hari. Mari mulai berhenti merokok. Mari mulai menyapa orang asing di bus. Mari mulai berkreasi, dengan coretan pertama, paragraf pertama, karya pertama. Let’s see how far and how high God will bring you up and up and up.

(dalam proses “kembali” memulai kebiasaan menulis, terima kasih suami sudah terus menyemangati)

One thought on “Mengambil Langkah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s