life

Tidak Perlu Pusing dan Marah-Marah

Beberapa hari ini saya banyak berurusan dengan Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, dan kitab-kitab peraturan lainnya. Saya bingung dan dibuat pusing dengan peraturan yang berputar-putar dan mengandung banyak sekali persyaratan yang berputar-putar.

Jika ingin begini maka harus seperti ini dan itu.
Kalau tidak begitu maka bisa menjadi ini dan itu.

Sama seperti saya dan hidup ini. Secara tidak sadar saya menetapkan aturan yang berupa standar-standar baik bagi diri saya sendiri maupun bagi orang lain.

Jika saya begini maka seharusnya kondisi menjadi ini dan itu.
Kalau tidak begitu maka seharusnya mereka seperti ini dan itu.

Setiap orang berhak punya standar. Setiap orang boleh punya ekspektasi. Tapi setelah saya pikirkan lagi, saya bukan Tuhan. Saya bukan raja. Saya hanya orang biasa yang selalu dijadikan alas kaki para sang raja (a song by Rif – just joking). Intinya saya manusia normal yang tidak punya kuasa untuk mengatur segala sesuatu di alam semesta ini sehingga menjadi tepat seperti keinginan saya, yaitu apa yang ada dalam rancangan dan angan-angan saya.

Lalu ketika saya berharap hari akan cerah dan kenyataannya tidak. Malah terjadi badai typhoon atau tsunami hebat, apa saya mau marah-marah?

Atau ketika saya merasa sudah bersikap ramah dengan orang-orang dan mereka sebaliknya, justru cuek dan mencibir terhadap saya. Apa saya harus marah?

Satu lagi, jika saya berharap ada BBM atau SMS “selamat pagi” masuk ke telepon selular saya di saat hari masih subuh dan ternyata tidak ada apa-apa sampai hari sudah akan berganti, apa sebaiknya saya marah?

Daripada marah dan bikin kulit keriput serta perut berlipat (akibat bermaksud menghibur diri dengan banyak ngemil), lebih baik segera menyadari bahwa rancangan saya tidak sehebat rancangan Tuhan. Dan jika rancangan dan ekspektasi berlebihan saya tidak terjadi, saya percaya saya sedang berada dalam rancangan Tuhan.

Jadi lebih baik senyum dan menikmati kitab yang isinya tidak banyak ini itu nya.

“Whoever has the Son has life; whoever does not have the Son of God does not have life.” 1 John 5:12

Sangat jelas. Tidak perlu pusing. Tidak pakai marah-marah.

3 thoughts on “Tidak Perlu Pusing dan Marah-Marah

  1. Hi. Hehe, maafkan klo salah satu penyebab kamu marah-marah karena aku😦
    Terimakasih sudah menyegarkan kebenaran ini. Segala sesuatu seringkali kita yang membuatnya, termasuk rasa kecewa. Respon kita pada akhirnya yang menentukan arah sikap kita. Mau marah, mau cuek, mau bertindak, mau bersyukur, dan lainnya.
    Terimakasih sudah kembali menulis! Haruslah, kan tulisanmu memberkati. Jangan berhenti ya Dwi. Kejar latihan konsisten ok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s