life · merenung · with Him

Mimpi

Setiap orang punya mimpi. Setiap orang punya harapan dan visi akan hidupnya. Mimpi-mimpi itulah yang kemudian mengendalikan setiap orang terhadap pilihan-pilihan yang tak kunjung berhenti datang. Setiap hari. Setiap menit. Terkadang keputusan harus diambil di waktu yang sangat singkat, tanpa bisa berpikir dengan matang. Dalam hitungan hari. Dalam hitungan menit. Keputusan yang diambil bisa bersifat bijaksana ataupun egois. Pilihan anda sendiri. Pilihan saya sendiri.

Perjalanan hidup yang saya tempuh memang belum seberapa dibandingkan eyang saya. Saya baru 23 tahun, sementara eyang sudah 88 tahun. Kalau mau bilang “sudah makan asam garam kehidupan”, saya tidak punya hak! Orang-orang tua bilang saya masih anak kemarin sore. Itulah mengapa banyak orang akan mencibir atau menganggap remeh impian dan cara berpikir saya. Rendahan. Cetek. Kampungan.

Tapi sampai saat ini saya masih memegang prinsip bahwa hidup saya harus mampu meningkatkan harkat dan hakikat manusia. Sekecil apa pun peran yang dapat saya mainkan. Sekecil apa pun sumbangsih yang dapat saya berikan.

Saat ini pun, saya merasa bahwa hidup saya digiring untuk semakin menjauh dari kerinduan utama saya. Inilah momen yang tepat untuk kembali melibatkan Yang Maha Kuasa, yang memberi saya kerinduan ini, yang memberi saya kesempatan, yang memberi saya kehidupan. Dia mengetahui dengan pasti setiap jalan-jalan kehidupan yang berasap di depan saya. Ketika saya tidak bisa dan tidak mampu memahami, Dia terlebih dahulu memahami siapa saya dan memberikan kemampuan. Sebesar apapun usaha saya menembus jalan-jalan di depan sana, saya tidak juga mampu melihat. Yang saya lakukan hanya membuat mata saya perih dan hati saya menyerah. Dia, beserta dengan segenap kuasaNya, telah membimbing saya sampai di titik ini. Semua yang terjadi tidak lepas dari kendaliNya.

Saya masih percaya, bahwa anak-anak memiliki peran besar dalam keberlangsungan dunia kita yang semakin rumit. Saya masih percaya, bahwa pendidikan memiliki andil utama dalam pembentukan mental dan sikap manusia. Saya masih percaya, Tuhan berkenan memberi saya kesempatan untuk terlibat dalam dunia pendidikan dan dunia anak-anak.

Mari kita lihat bersama, sejauh mana Tuhan akan membawa saya terbang melampaui hal-hal mustahil.

“HE is my King. I don’t need any other king but HIM.”

Setiap orang punya mimpi. Setiap orang punya harapan dan visi akan hidupnya.Mimpi-mimpi itulah yang kemudian mengendalikan setiap orang terhadap pilihan-

pilihan yang tak kunjung berhenti datang. Setiap hari. Setiap menit. Terkadang

keputusan harus diambil di waktu yang sangat singkat, tanpa bisa berpikir

dengan matang. Dalam hitungan hari. Dalam hitungan menit. Keputusan yang

diambil bisa bersifat bijaksana ataupun egois. Pilihan anda sendiri. Pilihan

saya sendiri.

Perjalanan hidup yang saya tempuh memang belum seberapa dibandingkan eyang

saya. Saya baru 23 tahun, sementara eyang sudah 88 tahun. Kalau mau bilang

“sudah makan asam garam kehidupan”, saya tidak punya hak! Orang-orang tua

bilang saya masih anak kemarin sore. Itulah mengapa banyak orang akan mencibir

atau menganggap remeh impian dan cara berpikir saya. Rendahan. Cetek.

Kampungan.

Tapi sampai saat ini saya masih memegang prinsip bahwa hidup saya harus mampu

meningkatkan harkat dan hakikat manusia. Sekecil apa pun peran yang dapat saya

mainkan. Sekecil apa pun sumbangsih yang dapat saya berikan.

Saat ini pun, saya merasa bahwa hidup saya digiring untuk semakin menjauh dari

kerinduan utama saya. Inilah momen yang tepat untuk kembali melibatkan Yang

Maha Kuasa, yang memberi saya kerinduan ini, yang memberi saya kesempatan, yang

memberi saya kehidupan. Dia mengetahui dengan pasti setiap jalan-jalan

kehidupan yang berasap di depan saya. Ketika saya tidak bisa dan tidak mampu

memahami, Dia terlebih dahulu memahami siapa saya dan memberikan kemampuan.

Sebesar apapun usaha saya menembus jalan-jalan di depan sana, saya tidak juga

mampu melihat. Yang saya lakukan hanya membuat mata saya perih dan hati saya

menyerah. Dia, beserta dengan segenap kuasaNya, telah membimbing saya sampai di

titik ini. Semua yang terjadi tidak lepas dari kendaliNya.

Saya masih percaya, bahwa anak-anak memiliki peran besar dalam keberlangsungan

dunia kita yang semakin rumit. Saya masih percaya, bahwa pendidikan memiliki

andil utama dalam pembentukan mental dan sikap manusia. Saya masih percaya,

Tuhan berkenan memberi saya kesempatan untuk terlibat dalam dunia pendidikan

dan dunia anak-anak.

Mari kita lihat bersama, sejauh mana Tuhan akan membawa saya terbang melampaui

hal-hal mustahil.

6 thoughts on “Mimpi

  1. Yup gw stuju!
    Mungkin sbagian bsr org mngalami hal yg sama. Pilihan kita bkn ttg diri kita pribadi tp mnyangkut org lain. Mau ga mau keluarga dn org2 terderkat jd pihak yg plg berpengaruh.
    Tapi mnrt gw,,punya mimpi dan berjuang untuk mimpi toh hak asasi tiap org🙂.

  2. dwi, i believe ur dream will come true as it’s not only yours, but His!🙂 keep dreaming…and keep walking though u cannot see it yet…ur path now is d path that He’ll use to lead u there… praying 4 dear dwi… ur heart is precious!!!:)

  3. Orang-orang tua bilang saya masih anak kemarin sore. Itulah mengapa banyak orang akan mencibir atau menganggap REMEH impian dan cara berpikir saya. Rendahan. Cetek. Kampungan.

    One of the (big) different between eastern and western culture😆 .

    Semangat kak, kita harus membuat “meaning” di dalam kehidupan ini (yang ini saya mau share di message FB yah, atau di YM kalau online😀 )

    1. “Dia, beserta dengan segenap kuasaNya, telah membimbing saya sampai di titik ini. Semua yang terjadi tidak lepas dari kendaliNya.”
      ==> like this… =) hehe… betul banget nih wi… klo buat aku, ini berkesan banget terutama wktu aku sadar aku ini ga setia, tapi Dia tetep setia… hmm… His mercies endureth forever…

      “Saya masih percaya, bahwa anak-anak memiliki peran besar dalam keberlangsungan dunia kita yang semakin rumit. Saya masih percaya, bahwa pendidikan memiliki andil utama dalam pembentukan mental dan sikap manusia. ”
      ==> Hmmm… jadi mikir lagi nih… thx ya buat sharemu…. =)

  4. semoga bisa mewujudkan mimpi mulianya, Dwi… mungkin sebelum mencapai mimpi itu, kamu harus berjuang di jalan yang berliku-liku dulu… mungkin juga Tuhan menghendaki kamu menghimpun jejaring yang luas dan sumber daya yang banyak, supaya ketika kamu sudah bisa membantu yg lain, kamu bisa membantu sebaik-baiknya, dan kamu benar2 bisa mewujudkan perubahan dengan merangkul orang lain juga. kebaikan tidak mengenal kata ‘terlalu awal’ maupun ‘kadaluwarsa’…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s