love life · with Him

A New Chapter In My Love Life : Commitment

Maaf untuk vakum dalam waktu yang cukup lama sejak postingan terakhir. Belakangan ini banyak hal baru hadir dalam hidup saya. Banyak keputusan-keputusan penting yang harus dibuat. Dan persiapan-persiapan yang harus dilakukan. Beberapa membawa perubahan yang cukup signifikan dalam kelanjutan perjalanan hidup saya ke depan.

I will share one of them. It could be unimportant thing for you but I guarantee you’re gonna feel the way I feel.

Pertama, saya sekarang resmi menjalani hubungan dengan seorang pria spesial dan paling baik hati sejagad raya, bernama Tigor Boraspati Sidauruk. “Resmi” berarti saya siap belajar berkomitmen untuk hubungan yang lebih serius dan berorientasi jangka panjang, bahkan sampai mati.

Untuk sebuah hubungan, berkomitmen bukan berarti memanjakan perasaan cinta yang menggebu-gebu saat ini dan menyerah pada perasaan tersebut sehingga kita menempatkannya pada posisi terutama. Love is in the air! Kasmaran sehingga menjadi lupa diri! Berkomitmen dengan seseorang untuk suatu hubungan berarti memutuskan dengan hati dan tindakan untuk tetap memilih mengasihinya di setiap kesempatan, dilema, dan persoalan yang terjadi di saat sekarang atau pun di masa yang akan datang, suka tidak suka, mau tidak mau. So, making a commitment is not a simple thing. It takes time. It needs time, a long time to make sure you are ready even for the worst probability.

Hidup dan dunia ini akan terus menggiring setiap manusia ke arah perubahan. Bisa lebih baik atau malah sebaliknya. Tapi komitmen membuatmu kembali ke momen ketika janji dan ketetapan hati itu dibuat, antara kamu dan Tuhan. Dan ketika sesuatu mulai membosankan, jenuh, dan overload, terkadang kita memang memerlukan suatu titik dimana kita bisa memulai segala sesuatunya dari nol dan membangunnya kembali dengan niat dan ketetapan hati yang sama.

Well now, I choose to love him when he’s looked too bad or when he’s looked too good. I choose to love him when he acts like an angel, or worst, like a playboy. I choose to love him when he gets the greatest achievement or when he’s in the lowest condition. I just have one word to describe our relationship. It’s LOVE. My formula for love consist of 15% emotion, 5% logic, and 80% promises of God.

8 thoughts on “A New Chapter In My Love Life : Commitment

  1. I love your words “Dan ketika sesuatu mulai membosankan, jenuh, dan overload, terkadang kita memang memerlukan suatu titik dimana kita bisa memulai segala sesuatunya dari nol dan membangunnya kembali dengan niat dan ketetapan hati yang sama”.

    LDR memang rentan dgn kata2 ‘membosankan, jenuh, dan overload’ tetapi hrs kembali ke komitmen awal (niat dan ketetapan hati yang sama).
    Ttp pegang komitmen wlpn ‘no dating at saturday nite’ :))
    Smngt LDR’ers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s