dwihut · merenung · with Him

Seandainya Saya Tak Sempurna

Seandainya mata saya tidak berfungsi maka saya akan belajar melihat dengan hati saya. Saya tidak akan dengan mudahnya menghakimi karena apa yang mata saya saksikan. Saya akan lebih memahami keindahan yang sejati bukan berdasarkan selera mata saya yang subjektif ini.

Seandainya telinga saya tidak berfungsi maka saya akan belajar hidup dalam kesunyian. Karena yang ada hanya percakapan antara saya dan Sang Pencipta. Tanpa pernah mengenal perbedaan bahasa, aksen, bahkan mungkin kata-kata. Karena saya akan menyampaikan maksud-maksud hati saya dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia mana pun, dengan prosa yang tidak pernah diciptakan oleh pujangga mana pun.

Seandainya mulut saya tidak berfungsi maka saya akan menjadi pribadi yang mampu menahan diri dari pembelaan-pembelaan dan sanggahan-sanggahan untuk mau menang sendiri. Saya tidak akan mengeluarkan kata-kata pedas yang nantinya mampu menyakiti orang-orang yang saya sayangi. Saya tidak akan beropini yang ujung-ujungnya hanya memancing pertengkaran.

Seandainya kaki dan tangan saya tidak berfungsi maka saya tidak akan tergesa-gesa dalam bertindak. Saya akan memilih untuk berdiam dan menenangkan hati untuk dengan sabar menanti Tuhan bertindak.

Tapi Tuhan berkehendak berbeda. Dia memberi saya semuanya. Memberi saya semua hal yang justru bisa membuat saya terus melenceng dan menjauh dari hatiNya. Dia memberi saya kesempurnaan indera yang membuat saya sensitif sekali dengan godaan dunia.

Kabar baiknya, Tuhan pun memperlengkapi saya dengan akal sehat dan hati nurani. Sehingga saya terus belajar menjadi bijaksana dengan setiap kesempurnaan ini. Dan saya belajar untuk menjadi peka dengan apa yang sesungguhnya Tuhan inginkan.

Di atas segalanya, Tuhan terus mengaruniakan kasih karunia sehingga ketika saya jatuh di dalam kesempurnaan ini, Dia memampukan saya untuk bangkit dan kembali kepada kebenaran.

5 thoughts on “Seandainya Saya Tak Sempurna

  1. semua karunia-Nya itu dibarengi dengan memberikan kita pilihan sepenuhnya untuk menggunakannya. Untuk kemuliaan-Nya atau untuk diri sendiri… Keputusan mutlak milikmu, tentu dengan pertanggungjawaban dikemudian hari..

  2. @gita : yoii, mamen.

    @bandit perantau : yup, kemerdekaan yang bertanggung jawab ya😉

    @gio : pastinya dong.dong.dong!

    @bang tigor : tengkyu..tengkyu abang. *loh jadi sombong?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s