dwihut · wanita

Jika Saya Jadi Seorang Ibu :)

Tidak bisa saya bayangkan betapa bahagianya saya ketika..

Si kecil tersenyum.
Si kecil mengucapkan kata pertamanya.
Si kecil melangkah untuk pertama kali.
Si kecil bisa berhitung, karena ibunya suka berhitung, hihihi.
Si kecil berprestasi, entah juara umum, atau menang kompetisi menyanyi, atau lomba lari 100 meter.
Si kecil bercerita tentang harinya yang menyenangkan.
Si kecil berubah jadi anak yang dewasa dan bijaksana.
Hidup dalam kebenaran dan menikmati Tuhan🙂.

Dan betapa berat bagi saya ketika..

Si kecil jatuh dari latihan naik sepedanya yang pertama.
Si kecil terluka dari pelajaran masaknya yang pertama.
Si kecil masuk sekolah dasar di hari pertama, dan dia berada di luar jangkauan saya for almost 5 hours in a day.
Si kecil diejek teman-temannya😦.
Si kecil mulai jatuh cinta, sehingga dia punya idola lain selain ibunya.
Si kecil (yang merasa sudah dewasa) mengalami patah hati. Yah, ini akan menjadi lebih berat.

Tapi kapan saya jadi seorang ibu? :p

9 thoughts on “Jika Saya Jadi Seorang Ibu :)

  1. dwi.. kmu lucu sekaliii. hehehe,
    hasratmu utk punya anak lbih besar mmg ya daripada utk …… (silahkan dilengkapi sndiri)😀

  2. awal kebahagiaanmu mungkin saat dia lahir ke dunia
    saat dia mulai bisa menatapmu dengan pengharapan untuk dilindungi
    saat si kecil mulai belajar makan dan minum

    dan saat sedih saat dia sakit

    lucu mungkin ya…..

  3. @elisa : iiihhh…daripada jadi anakmu?? nanti mainnya main bekap2an! hahahha..

    @wulan : “PUNYA MOBIL”! hahhahaa..😉

    @mba retno : iya mba..lucuuu… aku selalu kagum dengan pertumbuhan manusia. Ajaib!

    @sio : hahahha..ga juga kok sio..emang sih anak perempuan lebih lucu, bisa dihias2,hihi..tapi anak laki-laki juga bolehhh..
    terserah Tuhan aja lah🙂

  4. ahahahaha dwi pikiran anda jauuuh sekali ya! ckckck gila sangat visioner. anak mah gak usah dipikirin ampe segitunya kali dwi…. yang penting proses buat nya bener. lho? wakakakakak. astaga astaga.

  5. imho – sikecil tidak bisa dipandang sebagai “kecil” terus menerus
    ia tumbuh
    memanggil ia sikecil bisa2 membuat kita tidak sungguh melihat dia apa adanya

    semoga cita2mu cepat tercapai

  6. hehehehe…. blogmu masih rajin diupdate.. =) penulis sejati dwi ini…. hehe…..

    wah, dwi, mikirnya udah jauh banget…… =) ato jgn2 dalam waktu dekat nih? hehehehe…. Pkh3:11….

  7. Si kecil jatuh dari latihan naik sepedanya yang pertama.

    Latihan naik sepeda pertama kali ya roda 3 dong. Ngga mungkin jatuh, sudah terbukti dengan pengalaman saya dan adik saya saat kami masih kecil.

    Yang jatuh itu, kalo pertama kali beralih dari roda 3 ke roda 2. Dan ini sudah terbukti juga dengan pengalaman saya dan adik saya saat kami masih kecil.

    Ah gimana mau jadi ibu? masa begini saja tak tahu😆

    Si kecil terluka dari pelajaran masaknya yang pertama.

    Pelajaran masak saya pertama adalah masak air. Dan saya belum pernah terluka saat memasak air.

    Tapi kapan saya jadi seorang ibu?😛

    Sebelum sempat menikah, dunia sudah kiamat nantinya.😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s