dwihut

Michelle Branch Session

Waktu ABG dulu, saya suka sekali dengan Michelle Branch. Menarik. Muda. Jago main gitar. Saya suka lagu-lagunya, baik irama maupun liriknya.

Semakin beranjak dewasa, saya mulai mendengarkan berbagai lagu dari penyanyi lain. Mulailah Missy Higgins dan Regina Spektor menemani tiap lamunan saya. Lagu-lagu dengan irama dan lirik yang terdengar lebih dewasa dan puitis.

Hanya karena kejadian malam itu bersama sepupu saya, Risayogi Wicaksono Sitorus, saya kembali diingatkan dengan masa-masa ketika hampir setiap saat saya menggumamkan lagu-lagu Michelle Branch. Saya yang sudah besar ini merasa seperti ABG kembali. Kembali ke masa-masa jatuh cinta tergila-gila dengan the out of reach prince charming. Masa-masa memiliki nilai yang masih di atas rata-rata. Masa-masa ketika saya masih sangat menikmati kota Jakarta dan kesemrawutannya.

Everywhere. All You Wanted. Goodbye To You. Drop In The Ocean. Find Your Way Back. Hotel Paper. I’d Rather Be In Love. Sweet Misery. Leap of Faith.

I’m on date with Michelle Branch. Don’t disturb!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s