dwihut · life · melankolis · with Him

Di Balik Air Mata Saya

Saya lelah hidup dalam bayang-bayang. Saya lelah terus merasa terkepung. Saya mau melihat cahaya mentari dan kerlap-kerlip bintang.

Ketika Tuhan membiarkan saya dikelilingi kegelapan, hal itu semata-mata untuk membuat saya belajar untuk mencari keindahan dari wujud Tuhan itu sendiri. Ketika Tuhan membiarkan saya jatuh berkali-kali. Dan kemudian jatuh lagi. Dan lagi. Lagi. Bangun untuk kembali jatuh lagi. Saya lagi-lagi percaya hal itu hanya untuk membuat saya merasakan kekuatan sejati dariNya.

Kalian boleh percaya, boleh tidak. Beberapa orang mengenal saya sebagai wanita yang sering menangis. Kalian boleh bilang saya cengeng. Atau lemah. Atau rapuh. Tapi saya belajar mencari kekuatan di setiap ketidakberdayaan saya. Ketika saya tidak lagi kuat dan air mata mengalir dengan leluasa, saya hanya bisa menutup mata dan membiarkan bayangan ini kembali. Saya akan tenggelam di samudera air mata saya sendiri. Lemah dan tidak berdaya. Saya akan sangat lelah mencari pertolongan. Mencoba menggapai kebebasan untuk melihat keindahan langit. Inilah bayangan yang selalu muncul, sejak saya masih kecil, ketika saya merasa sangat sedih, kecewa atau putus asa. Kalian boleh bilang saya gila. Sakit jiwa. Schizophrenia.

Tapi inilah saya. Manusia dungu dan bodoh. Lemah dan rapuh.

Kalau kalian melihat saya sampai saat ini bisa berjalan tegak. Tersenyum ceria. Membagi kehangatan. Berkata tentang masa depan. Atau optimisme. Saya cuma bisa bilang, “Praise the Lord!” Karena saya cuma manusia dungu dan bodoh! Karena saya cuma hidup dengan mengandalkan kekuatan dariNya. Karena saya hidup cuma dengan memegang janjiNya. Karena Dia di dalamku dan aku didalam Dia. Karena pada kenyataannya, saya tidak bisa berbuat apa pun.

Ketika saat ini Dia memerintahkan saya untuk bertahan, saya cuma bisa berpegang pada iman.

3 thoughts on “Di Balik Air Mata Saya

  1. iman…tentu merupakan topik menarik dalam kehidupan rohani.

    Apakah kita percaya kalau Bill Gates orang kaya? Tanpa ragu lagi semua dari kita akan menjawab “ya”. Padahal, Bill Gates tidak pernah memberi uang kepada kita, tapi anehnya kita percaya bahwa dia kaya.

    Kalau kepada manusia saja bisa begitu, tentu kepada Tuhan juga dong. Apa kita masih tetap percaya Tuhan mahakuasa, saat dia biarkan bencana menimpa kita. Apa kita masih tetap percaya Tuhan penyembuh, saat penyakit kita tidak sembuh-sembuh? Apa kita percaya Tuhan mahapengasih, saat doa-doa kita tidak dijawab? Saat masalah-masalah tidak selesai-selesai?

    Iman yang ideal (tapi juga yang paling berat) adalah iman tanpa syarat. Sekalipun Tuhan tak mengabulkan satupun apa yang kita inginkan, kita tetap percaya kepadaNya sepenuh hati.

  2. hidup dan diri kita adalah anugrah terindah. tak ada yang lebih baik dari pada anugrahNya. bagaimanapun keadaan itu harus disyukuri karna memang anugrah dan itu yang terbaik.
    setiap orang dilahirkan dengan keadaan yang unik. ada yang suka menangis dan ada yang sulit untuk menitikkan air mata. dan setiap kita dilahirkan untuk saling melengkapi satu dengan yang lain. tak ada satupun yang sempurna. dalam kelemahan kita kuasaNya bekerja secara sempurna. selamat menikmati anugrahNya.

  3. ka dwi…
    aku juga sedang berada dalam kegelapan, hanya sedikit terang dan itu pun redup…
    tapi karena iman,, aku percaya suatu saat akan ada cahaya yang terang banget sampai gelap itu sirna,,,
    aku percaya kak.
    aku baca msg ka dwi di fb,
    benar hati-jiwa dan pikiran. semua harus menyatu dan berserah kepadaNya..
    cuma itu yang kulakukan sekarang
    semangat ka dwi,,
    kakak pasti bisa.. đŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s