life · merenung · quotation · with Him

A Gift of Learning

Belajar adalah suatu aktivitas yang sudah kita kenal sejak lahir. Belajar berjalan. Belajar makan. Belajar bicara. Tiga hal yang pasti dipelajari semua orang entah dia pernah menempuh pendidikan di bangku sekolah atau tidak. Untungnya, setiap orang dikaruniai kemampuan untuk bisa melewati pelajaran ini dengan baik.

Belajar di jenjang yang lebih tinggi lebih rumit lagi. Belajar berhitung. Belajar bahasa. Belajar keterampilan. Beberapa orang gagal dalam pelajaran tertentu. Hal ini bergantung pada bakat dan ketekunan pastinya. Kita tidak bisa menyesal karena tidak dikaruniai kemampuan linguistik yang baik. Atau bertanya-tanya kenapa saya begitu tidak bersahabat dengan angka-angka. Inilah tugas masing-masing kita untuk mengenali karunia belajar yang mana yang diberikan oleh Sang Pemberi Talenta itu. Nah kalau bakat sudah tidak bisa diandalkan lagi, yang perlu kita lakukan untuk bisa melewati standard “cukup” dalam belajar hal-hal tersebut adalah ketekunan. Agar dapat nilai baik. Lulus dari pendidikan dasar ke pendidikan lanjut dan akhirnya perguruan tinggi. Ujung-ujungnya agar mendapat karir baik.

Tapi ada pelajaran-pelajaran yang tidak akan pernah habis. Bahkan tidak seorang pun punya standard-bakunya. Namanya belajar kehidupan. Belajar karakter. Untuk bangkit dari keterpurukan. Untuk mencoba lagi yang kesekian kali dari kegagalan yang sama. Untuk mengerti siapa diri sendiri. Untuk mengerti siapa orang-orang di sekeliling kita. Untuk akhirnya memahami kebaikan yang terjadi lewat setiap air mata.

Satu karunia yang diberikan Tuhan kepada setiap orang adalah kemampuan untuk terus belajar. A gift of learning. Dari proses yang namanya belajar ini, saya belajar untuk menjadi lebih baik. Lewat postingan kali ini saya akan menampilkan daftar beberapa penemuan saya tentang pelajaran yang akan didapatkan dari proses belajar itu sendiri.

  1. Memiliki jiwa yang lebih tegar namun rendah hati.
  2. Memiliki mata yang terus menatap hari depan dengan optimis dan menatap sekeliling dengan empati.
  3. Memiliki pengetahuan lebih tentang siapa saya, siapa kamu, siapa dia, siapa mereka.
  4. Memiliki kebijaksanaan tentang berbagai hal.
  5. Memiliki sukacita dari kenikmatan bertekun akan sesuatu.
  6. Menerima dengan terbuka setiap rancangan Tuhan atas diri saya.
  7. Memiliki pengertian tentang setiap hal baik yang akhirnya datang dari kesedihan atau masalah.
  8. Menghargai setiap proses daripada hasil semata-mata.
  9. Memiliki kebesaran hati untuk memberi diri memaafkan seseorang.
  10. Memiliki keberanian untuk mengakui setiap kesalahan yang sudah dibuat.
  11. Sampai akhirnya untuk bisa memiliki iman sebesar biji sesawi.

Saya sendiri mau terus belajar. Supaya saya mendapatkan pelajaran-pelajaran di atas lebih lagi. Supaya saya bisa mendekati sempurna untuk pelajaran-pelajaran tersebut. Standard siapa? Standardnya Tuhan saja🙂

Learning is a treasure which accompanies its owner everywhere.
Paul Eluard

Keep learning!!

2 thoughts on “A Gift of Learning

  1. standar nya Tuhan aja..
    hehe..
    itu tuh yang gw suka..😀
    Apa yg Dia katakan tentang kehidupan, i’ll do it humbly..
    hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s