life · melankolis

Terlambat!

Seminggu itu saya sakit. Terbaring di atas tempat tidur. Demam tinggi. Kondisi itu membuat saya tidak mengetahui informasi tentang open recruitment asisten salah satu laboratorium di jurusan saya.

Beberapa hari kemudian saya ke kampus dan melihat pengumuman. Semua persyaratan calon asisten harus dikumpulkan paling lambat satu hari sebelum hari saya melihat pengumuman itu.

Namun semuanya sudah terlambat.

_____________________________________________________________________________

Pagi itu jalan tol dalam kota Jakarta padat seperti biasa. Saya melaju dari gerbang tol Cibubur menuju Rawamangun. Ternyata ada kecelakaan di ambang jalan keluar ke Rawamangun. Mulai dari daerah Jatinegara, jalan tol dalam kota Jakarta sudah macet total. Bel sekolah akan berbunyi pukul 07.00 tepat. Jam saya menunjukkan pukul 06.30.

Berharap. 5 menit… 10 menit… 20 menit…

Sudahlah. Pasrah saja. Keluar dari tol ini saya masih akan bertemu pembangunan underpass di depan Pasar Burung, Jalan Pramuka.

Akhirnya kemacetan total itu membuat saya sampai ke sekolah pukul 09.00. Saya berhenti di depan sekolah dan akhirnya memilih jalan memutar kembali ke arah rumah.

Karena semuanya sudah terlambat.

______________________________________________________________________________

Hari itu bersama Diego. Menunggu di J.Co Cilandak Town Square.

Tidak lama mereka datang, kakak saya dan pacar barunya.
Kakak : “Jangan bilang Bapak dan Ibu dulu ya.”
Saya : “Terus nanti gw bilang apa?”

Akhirnya skenario pun dibuat dengan terperinci mengenai pertemuan kami hari itu. Dio, adik sepupu saya pun harus ikut menghapal skenario kejadian hari itu. Benar saja, sampai di rumah Bapak dan Ibu bertanya. Skenario itu pun keluar dari mulut saya dengan lancar. Walau hati memang tidak tenang.

Beberapa hari kemudian. Saya sudah di Bandung dan menerima telepon dari Bapak. Setelah berbasa-basi, Bapak akhirnya bicara,
Bapak : “Bapak sudah tahu sebenarnya apa yang kamu lakukan waktu itu dengan kakak kamu dan pacar barunya.”
Saya : –speechless–
Bapak : “Kalau begini, Bapak sudah sulit percaya lagi sama kamu.”

Kepercayaannya hilang pada saya. Kepercayaan yang sudah dibangun 22 tahun.

Semuanya sudah terlambat.

___________________________________________________________________________________

Lalu mau apa?
Ditarik lagi semua masa lalu itu?
Meminta waktu berputar dan mengubah itu semua?
Menyesal?

Berusaha keras, hari ini. Sebelum semuanya terlambat.
Katakan sejujurnya apa yang ada di hatimu pada orang-orang terkasihmu, hari ini. Sebelum semuanya terlambat.
Perlakukan dengan hormat dan manis orang-orang di sekitarmu, hari ini. Sebelum semuanya terlambat.

Karena penyesalan hanya akan membawa lubang di hatimu.
Lubang yang hanya bisa diisi dengan kerja kerasmu atau kejujuranmu atau rasa hormatmu, saat ini. Bukan esok. Atau lusa.
Karena semuanya akan menjadi terlambat.

7 thoughts on “Terlambat!

  1. jadi laboratorium yang saat ini lo urus bukan laboratorium yang lo inginkan?
    oh,,,,no…………………………
    jadi gitu wi???

  2. *dalem*

    … sigh …

    kirain. hehehehe …
    entah TERLAMBAT atau tidak, tapi lebih baik tidak menunda untuk melakukan hal-hal yang baik. tidak menunda untuk memberi pujian. tidak menunda untuk mengulurkan bantuan.
    dan tentu saja, tidak menunda untuk berdoa, dan bersyukur.

    nice post, sista !!!

    luv,
    *dy*

  3. cupcup… setidaknya ga ada kata terlambat untuk memulai hal baik yg baru (ini relatif kali yah :P) keep fighting ya cinta :*

  4. hmm mau komentar yang bagian pacarnya hehehe. Saya kurang setuju apabila pacar mesti dirahasia-rahasiakan. Kalo tujuan dari pacaran adalah menikah, kenapa mesti dirahasiakan? Pada saat pacaran main rahasia-rahasiaan, gimana nanti kalo udah nikah?😀 (ngga nyambung yah tanggapannya hi hi hi)

  5. wow,,smuanya ka dwi ceritain..
    dengan cara baru pula..
    oke banget nih kaa
    mau nulis blog lagi deh..
    hikshikshiks…

    ka dwi semangat..
    TA tidak boleh terlambat.. okeeeeeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s