dwihut · merenung · with Him

Menulis

Everyone writes. They write about their activities. They write about their feelings They write to release their emotion. They write to explain their research. They write to accomplish their assignment. They write to teach. They write to manage something. They write to remember. They write to calculate. They write because they like to write.

Saya sendiri suka menulis. Tapi menulis hal-hal tertentu. Yang jelas bukan menulis TA atau penelitian lain. Saya suka menulis karena hanya dengan menulis saya bisa menyampaikan seluruh ide dan emosi saya. Saya tidak terlalu peduli dengan tata bahasa atau bagaimana membuat tulisan memiliki alur yang baik. Teman saya pernah berkata, tulisanmu menggambarkan apa yang kamu baca. Saya baca beberapa jenis buku dengan pengarang dan gaya menulisnya yang berbeda-beda. Jika teori itu terbukti benar, entah penulis mana yang telah membentuk saya memiliki gaya menulis seperti ini. Simple. Hearted. Sentimental.

I, naturally, write.

Di pagi hari, saya menulis jadwal untuk sehari dan rincian yang harus saya lakukan dan persiapkan. Di siang hari, saya menulis TA, mau tidak mau. Di sore hari, masih menulis TA😦. Di malam hari, saya menulis kisah-kisah mengesankan dalam sehari. Tentang saya. Atau kamu. Atau dia. Atau mereka. Di tengah malam, saya menulis perenungan saya tentang hidup, diri sendiri, dan Tuhan.

Saya menulis puisi. Cerita fantasi dan fiksi. Keseharian saya. Emosi saya. Bahkan ketika mulut tidak mampu lagi berucap dan hati tak sanggup lagi berbisik, saya menyampaikan doa-doa saya lewat rangkaian huruf demi huruf.

Dan di sore hari ini, saya bersyukur, setengah mati, atas kedua tangan yang Tuhan anugerahkan pada saya. I can’t imagine if I didn’t have any of them. How can I write? Bahkan menyadari bahwa saya memiliki tangan dengan jari-jarinya yang lengkap dan gendut ini membuat saya hampir menangis sore ini. Praise the Lord!

16 thoughts on “Menulis

  1. jari-jari kita memang luar biasa..
    karenanya kita bisa menulis blog,menggambar,menulis lagu,mengetik keyboard (saat ini sedang menulis komen ini!),menekan tuts piano,menekan tombol navigasi di hp,mengeluarkan tendangan karena jari kita menekan tombol ‘A’ di playstation..sampai jari untuk menyeka tangis pada wajah orang yang kita kasihi!!!

    tak ada alasan utk tdk bersyukur..
    so,Dwi.Jangan pernah berhenti menulis dgn jari2 mu itu..
    tulisanmu memberkati selalu..
    Tuhan saat ini sedang tersenyum saat jari-jari pemberian-Nya digunakan oleh ciptaan-Nya utk memberkati orang lain!

  2. hmmm saya pribadi kurang suka menulis (makanya ngga pernah punya diary), tapi saya lebih suka mengetik (makanya akhirnya punya blog hihihihi). Emang apa bedanya mengetik dan menulis ya? Sama saja kan?😛 .Saya bikin blog, mungkin lebih kepada “they write to remember” yah. Supaya kehidupan dan pikiran bisa didokumentasikan. Setelah beberapa lama berlalu, bisa dibaca lagi, dan dengan tersenyum saya bisa bilang “ooh saya pernah melewati peristiwa ini dan itu”.

  3. Sebenarnya saya juga bikin blog khusus untuk mencatat mimpi.
    Mimpi adalah sesuatu yang fenomenal, cukup menarik untuk didokumentasikan🙂
    Hanya saja blog nya privat yah, bukah buat publik😛

  4. @bang tigor: tetep ya bang, menekan tombol “A” di playstation..hahhaha..trimakasi komennya🙂

    @mikha: maauuuu…mau dong blog privat nya😀

  5. @bang tigooooooor:
    “tangan untuk menyeka tangis di wajah orang yang kita kasihi”
    huwaaa…
    aku tak menyadari guna tangan yang satu itu..
    sungguh menakjubkan..
    hahaha

    @ka dwi,,:
    tetap semangat menggunakan tangan-tangan kakak yaa…
    seperti mencubit adik p.a yang nakal,, hahahaha
    ayo kak,,semangat di keluarga dan T.A..

  6. Playstation sepertinya ngga punya tombol A deh. Adanya segitiga, X, kotak, bulat, R1, L1, R2, L2, Start, Select, panah, dan analog. Mungkin yang dimaksud tombol Segitiga yah. Atau mungkin ada tombol A di playstation 3 yah?

  7. @mikha v : anda benar..
    setelah beberapa saat saya merenungi… saya salah!!! tidak ada tombol “A” di stik playstation manapun! PS2, PS3, maupun PSP.. maafkan kekeliruan ini.. terimakasih telah mengingatkan,, kok saya malah ingatnya tombol xbox ya?? hahaha.. yah, saya ralat deh.. “A” diganti “segitiga”.. terimakasih Mikha telah mengingatkan gamer yg sdh tidak peka pd dunia game ini lagi.. hehehe

    (dulu saya begitu penggila game, sekarang.. masih sih.. tp sudah lbh wajar :p)

  8. @keffi: iya kef..tetap semangat juga..trimakasi🙂

    @ray: iya jatuh cinta gw!! tepat stelah lo gombalin gw di blog lo itu…thx ray… lo mengajarkan gw bagaimana rasanya jatuh cinta…

    @bang tigor&mikha: enough, kids!! no more playstation or xbox or else. Do your homework!!

  9. wew.. wew.. ngeri kali lonjakan hits lo,wi..
    bentar lagi gw kayanya kesusul nih..
    ampun lah..hahahha,, emang lo berbakat dalam menulis wi.. kepikiran buat jadi wartawan?hehe..

    ngomong2 tentang jari ini,, yup! bersyukur banget punya jari masih lengkap, masih ada 20.hehe dulu sempet mau ilang satu,, tapi dijait lagi,hahahha.. dan waktu itu gw sempat berpikiran wahhh,,gw bakal ga bisa nulis lagi nih (soalnya jari telunjuk gw yang kena..) ternyata Tuhan itu sungguh baik, Dia masih memberikan gw kesempatan kedua untuk menggunakan jari2 ini dengan baik dan untuk kemuliaan namaNya saja..

  10. ka dwi,ka dwi,,setuju kata bang david..
    coba jadi jurnalis,,atau penulis lepas ajha..
    hehe..

    pokoknya ntar kalo udh kerja, traktir2 yah kakaaaaaaaak..
    hehehehehe ^^

    CEMANGAAAAAAAAAT..
    *sok imut mode:on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s