melankolis · merenung · travelling · with friends · with Him

Buah Tangan dari Garut

Kamis sampai Sabtu kemarin saya menghabiskan waktu saya di kota Garut bersama teman-teman lain, Sarah, Ruth, Frida, Rega, David, Julius, Arion, dan Martin. Misi utama kami adalah untuk membantu Sarah melakukan survey di industri penyamakan kulit daerah Sukaregang, Garut. Dua hari pertama merupakan hari yang cukup melelahkan karena kami harus masuk dari satu pabrik ke pabrik lain untuk kemudian mewawancarai pemilik usahanya. Perbedaan latar belakang pendidikan dan lingkungan membuat komunikasi pada saat wawancara ini menjadi cukup sulit. The best part di dua hari ini adalah pada saat ber-delman-ria untuk mencapai daerah industri. Saya suka🙂

Akhirnya dua hari yang berat itu dapat kami lalui. Dua puluh lima data survey yang diperlukan berhasil kami kumpulkan dalam waktu dua hari tersebut. Hari ketiga akan jadi hari yang menyenangkan karena kami akan WISATAAA!!!

Sesuai dengan rekomendasi dari dosen teman saya, maka kami memutuskan untuk ke salah satu kawah di kota ini. Namun ternyata ongkos yang diperlukan untuk bisa sampai ke kawah tidak bisa dibilang sedikit, yaitu Rp 30.000 per orang. Belum lagi ditambah tiket masuk dan pengeluaran bla bla lainnya. Akhirnya kami hanya berakhir di Resto Bungalow, Sari Papandayan.

High recommended place to refresh your mind! Restoran yang menyajikan suasana pedesaan dengan harga tidak terlalu mahal. Restoran ini menjadi sempurna karena dilengkapi dengan pemandangan yang luar biasa cantik dan kebun strawberry. Setelah sesi foto-foto selesai, kami berbincang-bincang sambil menikmati makanan yang disajikan. Sesi bebas setelahnya memberi saya waktu untuk merenung dan tidak henti-hentinya memuji pemandangan yang “keren banget” ini.

God is THE REAL ARTIST!! He is THE GREATEST ARTIST EVER!!

Rangkaian pegunungan yang angkuh, sawah yang membentang luas, pepohonan yang berbaris rapih, ditambah dengan awan bergulung seperti suasana hatiku yang galau, dan menjadi sempurna dengan bayangan gunung kelabu yang nun jauh di sana. Tidak ada cacat sama sekali. Buatan tangan Tuhan memang selalu indah dan sempurna. Begitu pula dengan saya dan kamu. Tidak ada cacat dan kesalahan dalam tiap individu. Setiap manusia diciptakan indah dan sempurna.

Saat saya melihat ke bawah, saya melihat ada tanah berlumpur yang membuat kaki saya enggan melangkah di sana. Seperti itulah hidup saya saat ini, suatu kehidupan yang sebenarnya enggan untuk saya lalui. Tapi saat saya melihat gambaran besar dunia ini, yang bisa saya lihat hanya keindahan. Itulah pemandangan yang akan saya nikmati nanti. Saat saya sudah bisa melalui waktu-waktu yang berat ini kemudian saya melihat ke belakang, yaitu rangkaian kehidupan yang sudah saya lewati, dan menghayati setiap hal yang sudah Tuhan buat dalam hidup saya. Saat itulah saya akan melihat gambaran besar kehidupan yang sudah saya lalui begitu indah dan sempurna.

Nice quote dari Sarah, “Kita hanyalah sebagian kecil dari dunia ini. Kalau Tuhan bisa mengatur semua ciptaannya ini menjadi begitu indah, kenapa kita tidak membiarkan Tuhan mengatur kehidupan kita juga?”

“Garut, I’m in love” memang tidak terdengar seromantis “Eiffel, I’m in love.” Tapi di kota ini saya bisa melihat romantisme dari Sang Pencipta.

6 thoughts on “Buah Tangan dari Garut

  1. God is THE REAL ARTIST!! He is THE GREATEST ARTIST EVER!!

    Totally agree with that statement, Dwi!!!

    He’s the Artist of artists, Designer of designers, Architect of architects.. Creator of all creators.. nothing compares Him.

    Waaaa.. luar biasa ya. Lewat penggambaranmu saja, sepertinya Garut begitu dilukis-Nya amat indah.

    “Tidak ada cacat sama sekali. Buatan tangan Tuhan memang selalu indah dan sempurna. Begitu pula dengan saya dan kamu. Tidak ada cacat dan kesalahan dalam tiap individu. Setiap manusia diciptakan indah dan sempurna.”

    Da Vinci melukis monalisa. Beethoven menggubah Fifth Symphony. Allah membuat satu versi diri kita masing-masing.. kita masterpiece-Nya!
    Mari kita hidup sebagaimana Sang Pencipta ingin kita hidup!

  2. wew… nice post gan!!
    like this!hehe..

    bener banget tuh,, Our God is an awesome God..
    Garut memang mempunyai pesona nya tersendiri yah,,hoho..
    belom sampai puncak papandayan nya aja dah keren, gmana kalo kita ngeliat dari atas sana,, lebih takjub lagi kali yah,,sambil memandangi sunrise.. huaaaaahhhh.. pengen naik gununng lagi..hehehe..

    keep writing,sist..
    u can bless people with ur notes in this blog..hoho..
    Gbu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s