dwihut · with friends

Jakarta Dalam Kenangan Saya

Semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar saya sudah hobi membaca buku. Waktu itu saya suka membaca buku tentang geng cewe yang menghadapi kehidupan yang menurut saya (saat itu) menarik sekali, judul bukunya Girls Talk. Saya juga suka membaca buku tentang geng muda-mudi yang berlagak bak detektif dalam memecahkan suatu kasus, berjudul STOP.

Menginjak dewasa (tepatnya mulai SMA) saya mulai beralih ke buku-buku novel karangan Nova Riyanti Yusuf, Clara Ng, Djenar Maesa Ayu, Seno Gumira Ajidarma, Kumpulan Cerpen Kompas, dan sejenisnya. Buku-buku yang menceritakan bahwa hidup ini tidak seindah di buku-buku masa kecil. Buku yang menyadarkan saya bahwa hidup bukan hanya sekedar perjalanan yang diwarnai dengan gosip-gosip di sekolah atau menemukan suatu perkara dan bertindak sebagai detektif cilik.

Masa-masa SMA saya diisi dengan buku-buku yang kebanyakan mengambil latar belakang kehidupan kota Jakarta yang sumpek dan dinamis. Mulai dari mereka yang bermukim di pemukiman padat dan kumuh, kisah-kisah di rumah susun, tentang para eksekutif muda dengan apartemen dan gaya hidup malam hari yang glamor, sampai cerita para pejabat yang memiliki konflik yang cukup kompleks dalam kehidupan cinta dan keluarganya.

Jakarta memberi saya pelajaran berharga. Pelajaran pertama adalah Jakarta merupakan kota yang tidak sehat untuk membesarkan anak. Kecuali bila nanti saya tidak mengijinkan anak saya untuk punya kebebasan bermain layang-layang dan mengatur jadwal mereka dengan ketat. Contohnya, pergi ke sekolah dan mengerjakan PR di hari Senin-Jumat. Kemudian beberapa tambahan seperti les piano di hari Senin, les balet di hari Selasa, les bahasa Perancis di hari Rabu, Kumon di hari Kamis, les gambar di hari Jumat, les renang atau tenis di hari Sabtu setelah itu nonton bersama keluarga di bioskop mewah MPX Grande atau melihat pertunjukkan (bila sedang ada) di Gedung Kesenian Jakarta, dilanjutkan dengan makan di salah satu kafe di Plaza Senayan, dan hari Minggu pergi ke Gereja setelah itu belanja di ITC Mangga Dua till drop.

Pelajaran kedua adalah Jakarta merupakan kota yang keras. Ketika SMA saja saya sudah mengalami yang namanya terjebak macet total di jalan tol dalam kota selama tiga setengah jam dan membuat saya tiba di sekolah pada pukul 9 pagi. Bisa dibayangkan betapa seringnya penyakit mag saya kambuh karena stres takut terlambat masuk sekolah. Padahal saya selalu berangkat pukul 5.20 atau 5.30 pagi. Sepulang sekolah saya biasanya mengejar bus nomor 115 (Senen-Kp.Rambutan) atau 937 (Tanah Abang-Kp.Rambutan) dan kemudian harus berdesak-desakan di dalam bus sambil tetap waspada dengan siapa pun orang yang berdiri atau duduk di kanan kiri depan belakang saya. Hal biasa jika ada yang kecopetan, untungnya tidak pernah terjadi pada saya. Mereka yang terlihat tua renta atau wanita muda lugu bisa saja seorang pencopet. Saya juga pernah diancam dan dimarahi oleh pengamen di lampu merah antara toko buku murah “Kwitang”, Mall Atrium, dan bioskop murahan Grand, karena tidak memberikan uang sedikit pun. Untungnya saya tidak sendiri saat itu di angkutan umum (M01) yang sedang saya naiki.

Belum lagi ditambah dengan kelakuan teman-teman yang aneh-aneh. Cinta segitiga diantara sahabat sendiri dan membuat salah satu tokoh utamanya harus keluar dari geng (pis dulu ah vin!). Ada lagi teman yang hampir di drop out seminggu sebelum UAN karena ketangkep basah seorang guru sedang bermain cinta di dalam mobil pada jam sekolah. Belum lagi pertanyaan seorang teman di perpustakaan yang membuat saya kaget, “Eh, gw udah telah haid nih. Emang cyber sex bisa bikin hamil ya?” (*naon sih?)

Jakarta bagi saya identik dengan masa-masa SMA. Jakarta bagi saya adalah masa-masa indah bersama Vini, Shasa, Firda, dan Maria. Hadirnya mereka membuat Jakarta saya terlihat seperti diceritakan buku-buku di masa kecil saya.

Tulisan ini dibuat dalam rasa rindu yang besar terhadap sahabat-sahabat pada masa SMA. Tempat pertama kali saya menangis sejadi-jadinya karena masalah keluarga dan cinta. Teman hunting buku bagus di Gramedia Matraman. Teman berbagi dan diskusi tentang apa yang lagi dibicarakan Cosmopolitan. Teman-teman yang nakal! Teman yang berjanji kalau akan bertemu lagi setelah semuanya sukses. I’m glad to have you all in my memory.

Vini Ratnasari, teman bermimpi besar. Maaf sayang, aku ga jadi masuk arsitektur.

Firdausi Ahatri Nurul, teman diskusi dan tertawa. Kayaknya masih ada buku gw yang lo pinjem ya?

Afrisa Eka Putri, teman paling rajin belajar dan ngerjain PR. Hmm.. Gimana TA?

Maria Kiftiyah, teman iseng dan lucu-lucuan yang hampir tidak pernah menjomblo. Sekarang sama siapa sweetie?

14 thoughts on “Jakarta Dalam Kenangan Saya

  1. ih kamu..kok kynya jkt negatif banget..hihi
    g bersyukur kok bs besar di jkt..jadi g tau sedari dini dasyatnya hidup di ibu kota.haha.ini jkt bung!
    kasus senin-jumat full dengan ngeles, kejebak macet 2-3 jam, berangkat jam 6 teng tiap pagi*karena jarak sekolah g di jkt pusat dan rumah g di jkt timur*. jadi kangen jkt!!!
    mnrt g jkt membuat org yg tgl disitu jd tough.klo mnrt bokap g, sjk g tgl dibdg g jadi suka berleha2..terlalu santai dan g pun mengakuinya.hahaha…
    jakarta kota yg tepat utk membersarkan ank2 wi..buktinya g tumbuh dgn sehat walafiat disana,hahah

  2. @becca: oke bek…gw juga bersyukur kok besar di kota metropolis itu..bikin gw bener2 ngeliat dunia…yaaah..bikin jadi tough juga..
    jakarta emang selalu menarik untuk dicermati, banyak kehidupan yang majemuk banget..
    tapi jakarta itu kota yang terlalu individualistis buat gw..
    you have your own business, i have mine…
    gw diajarin untuk waspada sama orang2 sekitar gw…kalo mau jadi orang baik, cukup sama orang yang dikenal aja…
    this is so pathetic, rebecca…
    gw masih optimis kalo jakarta bisa lebih baik dari kondisinya sekarang ini..

  3. hi sayang….
    i’ve been so waiting ur post.

    jakarta menurut saya memang bukankota yang pantas untuk membesarkan anak tapi jakarta kota yang cukup baik untuk membentuk karakter seorang anak menjadi anak yang tough. tapi itu semua ga jaminan siy karena balik lagi gimana ortunya ngedidik.
    tapi yang jelas saya lahir disini, besar disini, bersahabat dengan teman2 saya juga di kota ini dan saya sangat mencintai kota saya.

    ok….
    masa SMA….
    kenapa kamu menulis tentang kisah cinta segitiga itu…ah kau mengingatkannya lagi. yes…masa itu yang membuat saya selalu tersenyum manis, kecut, atau menangis ketika mengingatnya kembali dan ketika tersadar bahwa hal itu sudah terjadi sangat lama.

    semoga kita semua dapat menepati janji kita.

    “kita akan bertemu lagi setelah semuanya sukses”

  4. wkwkwk nih wi gw komen….

    beuh malah gw pengen coba idup disono…
    idup di bandung jadi kurang tough…
    gw stuju ma komen temen lu..

    gw aja napak sendirian d jkt jd merinding (lebaaaaay siih)

    hahaha

  5. jakarta…
    klo kita denger kata itu..pasti yg terlintas pertama kali adalah macet…
    klo ngomongin macet..

    kisah gw pas sma adalah kejebak macet sampe lari2an dari gerbang sampe lantai 4 waktu kelas satu…dan kelas 3 dipulangin gara2 telat dan macet…uuh menyebalkan…..kenangan yg buruk…

    dan jakarta banyak mengajarkan sesuatu..terutama pergaulan…
    ternyata pergaulan dijakarta amat bebas tapi terkendali…terlihat biasa2 ajah..ternyata wau..gak nyangka….hanya orang yg memiliki prinsip yg bisa tidak ikut arus pergaulan….menyeramkan…pasti..tapi disitulah karakter kita terbentuk..setuju gw sama vini…

    tapi walaupun bgt..jakarta banyak memberi pelajaran..dan saya tidak menyesal dilahirkan dijakarta….dan anak2 saya pun kelak…mungkin juga akan saya besarkan dijakarta….

    masa2 sma bersama kalian emang gak akan pernah terlupakan…
    kisah cinta segitiga yg membuat hubungan kita retak….sampe gw harus gak tegor2an sama vini…tetapi ternyata kita sekelas dikelas3 dan itu menandakan bahwa kita sudah ditakdirkan menjadi sahabat.,,dan akhirnyah permasalahan itu selesai..dan bisa saling mengerti,,,,,
    gw sayang kalian…baru menyadari setelah dikampus…gak ada sahabat yg tulus seperti kalian….bisa mengerti sifat kita masing2 dan saling mengerti…

    vini walaupun sering marah2 sama gw klo gw batu..tapi dia tetep slalu ada bwat gw…
    dwi selalu setia mendengerkan keluh kesah,,
    firda maria…slalu ada bwat gw kapan ajah….
    gw kangen banget sama kalian….
    smoga kita tetep bersahabat sampe kapanpun…
    kalian gak tergantikan..walaupun kita jarang komnikasi lewat sms atau tlp..tapi kalian semua slalu gw ingat..kapanpun…hehehehehe…

    aduh gw sampe mau nangis kasih commentnyah….
    love u all…

  6. @vini & shasa : pasti mental gw yang hidup di bandung hampir 4 taun dan kalian yang tetap berjuang di ibu kota sana uda beda jauh deh..
    gw jatuh cinta sama bandung..kalian harus main-main kesini🙂
    iya teman-teman…gw juga kangeeen berat sama kalian..
    sebenarnya banyak banget kenangan bareng2 kalian…tapi kepanjangan kalo ditulis semua disini…
    kita harus ketemuan…gw balik jakarta pas pemilu nanti…
    nginep lagi di rumah vini…kangen abah umi juga…
    *cups cups cups…lots of kiss

  7. ditengah kebingungan gue malem ini mau nulis apa di bagian pembahasan skripsi gue akhirnya gue memutuskan membuka blog dwi….

    eh sasa!!! kenapa gue masih aja disebut2 dalam kisah itu. masa lalu. udah ah males ngingetnya lagi.

    hayo dong nginep lagi. gue kangan banget niy. dwi apalagi udah ga pernah ketemu berapa lama gue. nanti bikin makaroni skutel yang diajarin ama dwi….

  8. another post about high school,, aku suka!! ..

    apalagi tentang yang *seorang guru tertangkap basah sedang bermain cinta di dalam mobil..

    buset dah, parah bangeddd,..,

  9. @vini: sering2 buka blog aku ya viiin…iyaaa..nanti pas ke jakarta kita nginep lagi di rumah lo. Masak2 lagi yaa..gw punya banyak resep baru yang ciamik..hahahaa

    @theo: bukan gurunya yang ketangkep basah…gurunya menangkap basah..aaahhh,kamu salah persepsi..berarti ada yang salah dengan bahasa saya..maaf ya theo!!

  10. @ Dias: Haduuh,,ni anak..komennya pnting banget yaaa…
    ck,ck,,ck…

    @ Dwi: Wiii,,lupa lo sm gw,,kan qta tmen sperjuangan pulang bareng…hihhi..
    Inget ga lo,,pernah naik omprengan bareng kita…wktu gw ga dijemput n mw naik taksi….Kyanya mulai sering tegur2an stelah kita naik omprengan bareng yaa n elo jg orang pertama yg memperkenalkan omprengan sm gw,,hihhi….katro abis niih gw,,jd malu….thx 2 u Wi,,,bisa bikin gw hemat uang taksi.. ;p
    Hhhmm,,yg masalah mobil goyang,,gw no comment aaah…bacanya aj ud bikin gw inget n ktawa gegulingan,,wakakakakaka…

    1. ndi…makasi uda baca2…hehehe…
      iyaaa..kejadian itu emang kocak banget..stupid thing!!

      oke..gw sebut deh..
      Cyndi..teman berjuang di intensif BTA 8…untuk meraih bangku di perguruan tinggi negeri..hohooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s