melankolis · with family

Aku Sayang Keluargaku :)

Akhirnya saya kesampaian juga pulang ke Depok. Kembali kepada kedua orang tua saya di rumah. Di tengah aktivitas di kampus yang akhir-akhir ini membuat saya sakit kepala dan mual-mual, pulang ke rumah adalah hiburan yang sangat membantu meringankan beban selama ini.

Saya sendiri mendefinisikan rumah sesederhana ini saja. Tempat dimana saya akan kembali setelah pergi kemana pun. Tempat ngeteh sore sambil bicara ringan tentang hidup yang kami alami masing-masing. Tempat dimana kasih sayang berlabuh. Tempat dimana masing-masing kami adalah diri kami sendiri. Tempat dimana memori suka paling membahagiakan dan duka terhebat, terjadi.

Rumah saya tidak semegah istana Buckingham. Taman disekelilingnya tidak seindah Andalasia. Tapi rumah yang saya maksud di sini adalah orang-orangnya. Bapak. Ibu. Kakak. Mereka adalah orang-orang yang membuat saya jatuh hati. Sekeras apa pun saya berusaha untuk kecewa terhadap mereka, saya tetap kembali dengan menyesal untuk berkata, “Aku sayang kalian.” Sekeras apa pun saya tidak peduli terhadap mereka, saya tetap kembali (lagi-lagi) dengan menyesal untuk sekedar berkata, “Apa kabar?

Mereka lah orang-orang yang membuat saya memahami pengorbanan dan perjuangan. Mereka lah orang-orang yang paling saya sayangi. Walau (seandainya) tidak ada alasan yang masuk akal sekali pun. Sayangnya, mereka punya sejuta alasan untuk membuat saya tunduk akan perasaan ini.

I love being around them🙂

6 thoughts on “Aku Sayang Keluargaku :)

  1. ^_^ penggambaran yang penuh kehangatan akan definisi keluarga.. menyejukkan.

    Ya. Semua itu benar adanya, Dwi. Kita tak bisa memilih ‘tipe’ keluarga apa yang akan bersama kita dari kecil hingga dewasa. Kita tidak bisa menentukan karakter macam apa saja yang akan ada dalam keluarga kita.

    Yang bisa kita lakukan adalah mengucap syukur untuk tiap mereka. Allah yang menempatkannya bersama kita. Dalam kehidupan kita. Itu yang terbaik dari Allah. Mengucap syukur atas semua pemberian ini, termasuk keluarga yang sudah disediakan adalah langkah yang tepat. Kemudian, langkah berikutnya ialah memastikan diri kita sesuai peran (anak, adik) untuk membuat mereka bahagia dan bangga telah menjadi bagian penting kehidupan kita.

    Terimakasih untuk sharing nya tentang hangatnya kasih dlm keluarga (yang memang seharusnya ada) ini. Keep writin!

  2. duvi..aku jadi kangen papih..uhuhuh
    jadi inget crt2 kita di jl.aceh wi..yg ttg keluarga dan masa kecil.i’ll always remeber it BABY..*HA!

  3. @bang tigor: iya bang…stelah sekian lama ga ketemu mereka…seneng bisa ada ditengah2 mereka…sbelum tidur dielus2 dulu kayak kucing…
    whaaaaa….skarang dibandung sndiri lagi….ngerjain TA…hahahhaa…

    @kak criz: aku aja terharu kak waktu nulisnya…

    @becca: iyahhh…aku inget bincang2 kita di jalan aceh… BABY & BIG BOY!!

  4. davidgultom likes this!

    two thumbs up! you go girl!! hehehe..
    keluarga memang ga bakal ada matinya,wi.. di mana pun kita berada nanti.. bahkan bila sampai satu saat semua tempat “menolak” kita.. kita masih punya satu tujuan yaitu rumah kita yang artinya adalah keluarga kita..

    ntar kalo dah berkeluarga pastinya jadi ibu yang baik yah.. ngelus2 pala anaknya sebelum tidur…hoho
    Gbu

  5. Huhuhhu…aku terharu… ^_^
    Yeeeppsss….gw stuju…walapun kluarga gw ngga sempurna,,,,gw cinta mreka smua apa adanya…..kluarga emang sgala2nya…makanya itu pokonya family comes 1st deeh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s