merenung · with Him

Sebuah Kata “Berkat”

“Kecil bahagia. Muda foya-foya. Tua kaya-raya. Mati masuk surga.”

Sepenggal quote yang diucapkan pendeta di ibadah minggu pagi ini. Semua orang juga ingin, pikir saya.

Tapi ini yang bisa saya pastikan terjadi dalam hidup saya.

“Kecil bahagia. Muda menyangkal diri dan pikul salib. Tua diberkati. Mati masuk surga.”

Berkat suatu kata yang bisa berarti apa pun. Sebagian mereka menyebutnya dengan harta. Sebagian lagi menyebutnya dengan kesehatan. Beberapa mendefinisikan berkat dengan gelar akademis seabrek-abrek atau prestasi luar biasa yang diperoleh. Sebagian kecil mengartikannya sebagai karir atau posisi terhormat dalam perusahaan. Ada juga yang menyebutnya karena beranak cucu banyak. Bahkan saya punya teman bernama Berkat. Apapun versi berkat buat anda, terserah saja.

Kalau buat saya, berkat adalah kepuasan dari rasa cukup yang saya dapatkan. Dan saya merasa cukup karena memperoleh kepuasan dari keintiman bersama Bapa di Surga pagi ini. Sayalah orang yang diberkati itu.

And these blessings will come down on you and spread out beyond you because you have responded to the Voice of God, your God.

Deuteronomy 28:2, the message.

10 thoughts on “Sebuah Kata “Berkat”

  1. @arfah:apa maksud lo fah?? tolong dijelaskan!! hahahaa..becanda fah…kangen lo nihhh…
    maha guru menulis gw…yang menolak tulisan gw di publish di tabloid cihuy di kampus..BOULEVARD!! hahahaaha

  2. nice post, sis Dwi!!

    tidak salah anda bergabung dlm boulevard, hehe
    kemampuan menulismu menurutku baikk..dan apa yg ditulis sgt membesarkan hati dan memberkatiku scr pribadi..
    tetap menulis ya bu!! didukung dehh!

    berkat sendiri bagiku adalah sgala sesuatu yg kutrima..
    dgn kesadaran bahwa semua untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, berarti klo kita bisa peka, smua hal (bahkan yg tidak baik) sbnrnya bisa kita katakan ‘berkat’.. asalkan smua itu membawa kita semakin memandang pada Raja di atas sgala raja..what do u think?

    bagiku, salah satu berkat yg tak pernah berhenti aku syukuri adalah mengenal komunitas nav, juga mengenal anda.. trimakasih karena aku belajar banyak dr kehidupan seorang Dwi Hutapea.. keep on fire in our Heavenly Father’s love ya!

  3. @bang tigor:sama bang..aku juga terberkati ada di komunitas nav. Banyak belajar segala hal. Tapi harus tetap inget kalo ga boleh terjebak di zona nyaman, kadang-kadang kalo memikirkan ini jadi berat juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s