dapur · with family

Ketika Tangan Ingin Berada di Dapur

Perayaan tahun baru-an sudah lewat hampir satu bulan. Tidak seperti masa kecil dulu dimana melangkahi tahun baru merupakan hari yang cukup penting bagi saya, saat sudah besar saya merasa tidak ada yang spesial dari tanggal 1 Januari. Seperti kata-kata yang selalu diucapkan pendeta di gereja saya dalam kotbah ibadah awal tahun selama empat tahun terakhir (sekali lagi pak pendeta berkata hal serupa, saya akan berikan parsel buah dengan karangan bunga), “Apa yang spesial dari tahun baru? Bulan Desember menjadi bulan Januari, tanggal 31 menjadi tanggal 1, tahun 200(x) menjadi tahun 200(x+1). Tidak ada yang aneh.”

Keluarga saya pun merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Berhubung pada hari yang sama eyang saya berulang tahun, jadi seluruh keluarga besar pun berkumpul. Dalam tahun baru kemarin, saya bikin dessert. Puding roti keju blueberry (resep lama yang dibuat bersama Sindy) dan puding choco vanilla saus karamel. Kali ini saya membuatnya karena ada pesanan khusus dari tante saya dan sepupu saya (Ibu Rini dan Ade) yang menyukai puding saus karamel buatan saya yang saya buat dalam perayaan lebaran tahun 2008 kemarin.

puding-rotibluebrery

Pengambilan foto dilakukan oleh sepupu saya, Dio dan Ade. Tapi sayangnya, kami tidak berhasil mendapatkan foto puding saus karamel yang cukup baik untuk ditampilkan di blog ini.

puding-karamel

Gambar puding saus karamel diperoleh dari situs dimana saya mendapatkan resep dasarnya. Tapi hasilnya tidak jauh beda kok, hehehe kecuali ceri hijau merah di atas puding dan sedikit modifikasi campuran dalam adonannya. Bagian paling sulit adalah pada saat membuat karamelnya, harus pada api dengan panas yang pas dengan durasi waktu penggosongan yang tepat pula.

Saya suka membuat dessert, tapi tidak dengan masakan yang bumbunya ini-itu-ribet-dan-rumit. Pusiiing. Sekali saya pernah mencoba bersama teman saya, Elisa, mencampurkan telur puyuh dengan sambel terasi kemudian masukkan pasta fusili yang sudah direbus. Tinggal diaduk-aduk agar merata dan siap dimakan. Awalnya kami ragu memang walau pun penampakkan akhirnya terlihat lezat (sayang tidak difoto). Namun ketika kami mencoba, kami tidak percaya rasanya unik dan lezat. Bisa dijadikan resep baru, Pasta ala Indonesie. Beginilah kalau tangan saya lagi gatel mau coba-coba dan kangen dapur.

Resep puding roti keju blueberry pernah saya tampilkan dalam postingan berjudul “Apple Choco Yummy Pudding”, yang berubah hanya toppingnya saja. Cokelat ditukar dengan selai blueberry dan potongan apel dengan keju. Rasanya lebih mendekati Cheese Cake lhoo. Resep puding saus karamel masih saya rahasiakan. Hehehe, ini rahasia dapur saya🙂

11 thoughts on “Ketika Tangan Ingin Berada di Dapur

  1. @ka criz : ah biasa aja kak..tar kalo uda bisa masak arsik aku kasi tau deh..nah itu baru dahsyat

    @risa : siapa cepat dia dapat!! hehehee..lo lambat sih sa..
    uda keburu diambil ade buat cowo nya

  2. [quote]Apa yang spesial dari tahun baru? Bulan Desember menjadi bulan Januari, tanggal 31 menjadi tanggal 1, tahun 200(x) menjadi tahun 200(x+1).[/quote]

    hahaha
    gw malah jadi inget syntax program lhoo baca itu

  3. @ray : maaf ray kalo2 malah ngerusak mood lo..soalnya gw mulai aga malas denger yang ada hubungannya sama TI2an…

    @wijoyo : saya tidak sejago itu kok..cuma perlu keberanian untuk mencoba-coba

    @joice&fahrisal akbar : hmm..satu porsi sih biasanya 100ribu..gimana??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s