dwihut · melankolis · movie · tertawa

Kemiripian Saya dan “Kathleen Kelly”

Kemarin saya bingung akan apa yang harus dilakukan. Seharusnya memang sudah mulai mengerjakan Tugas Akhir Sarjana saya, tapi saya belum dalam keadaan siap untuk memulainya (jadi kapan lagi dwiiii??)

Saya buka-buka koleksi film-film yang ada dan saya menjadi senang luar biasa melihat kumpulan film Harry Potter. Saya dan kakak saya beranggapan bahwa kami harus memiliki seluruh buku dan filmnya secara original agar anak-anak kami kelak dapat menikmati rangkaian cerita Harry Potter yang sangat imajinatif.

Saya menonton Harry Potter and the Sorcerer’s Stone dan the Chamber of Secret. Menyaksikan trio Harry, Ron, dan Hermione sebagai murid tahun pertama dan kedua di Hogwarts. Mereka masih kecil dan culun. Bahkan Hermione, yang diperankan oleh Emma Watson, tidak terlihat keren sama sekali.

Selesai menonton Harry Potter, saya melihat ada VCD bajakan berwarna jingga bertuliskan “You’ve Got Mail“. Film ringan yang menghibur. Saya rindu menontonnya. Sambil makan siang saya menikmati percakapan demi percakapan melalui internet yang dilakukan antara Kathleen Kelly dan Joe Fox. Kathleen Kelly, diperankan oleh Meg Ryan, adalah pemilik toko buku “Shop Around the Corner” dan Joe Fox adalah pemilik toko buku baru yang sangat besar bernama “Fox Books”. Lokasi toko buku mereka hanya sejauh 400 meter dan mereka tidak saling mengetahui bahwa sebenarnya mereka adalah rival dalam berbisnis.

Saat menonton film ini kembali, saya merasa bahwa kepribadian tokoh Kathleen Kelly ini hampir sama dengan saya.

1. Bahagia dengan suatu hubungan dengan siapa pun yang bisa dijalin dengan baik dan hangat.

2. Senang dan bangga bermain-main dengan kata-kata sulit walaupun saya tidak mengerti sama sekali.

3. Merasa bahwa hidup adalah hal yang sederhana sebenarnya.

4. Menganggap segala hal di muka bumi ini bernyawa dan bisa diajak bicara.

5. Begitu mudah percaya dengan orang yang terlihat baik sehingga mudah sekali dibodohi dan dibohongi.

6. Berusaha berpikir bahwa dibalik semua hal buruk terdapat hal baik dan terus menyalahkan diri sendiri yang seringkali tidak adil dalam memperlakukan hal-hal buruk tersebut.

7. Memiliki selera sedikit kuno dan klasik. Flowers everywhere, ribbons, pastel color.

8. Tough-minded outside but fragile-hearted inside.

9. Berpegang teguh dan sangat percaya akan sesuatu yang pernah dijanjikan orang lain.

Film berakhir manis walau akhirnya Kathleen Kelly harus menutup toko bukunya karena bangkrut. Film ditutup dengan lagu “Anyone At All” yang dinyanyikan oleh Carole King menjadikan film ini sempurna.

7 thoughts on “Kemiripian Saya dan “Kathleen Kelly”

  1. @kak criz : bukan film yang bagus2 banget sih kak..tapi sederhana dan menghibur karena tidak ada tokoh antagonis di film ini.

    @meliza : aaarrrghhh…iya entah kenapa blum mendapatkan semangat untuk ne-A.

  2. wah…halo ito..met kenal ya..aku wong batak juga loh..marga ku pasaribu,

    btw aku juga punya rencana untuk membeli 7 set novel harry potter seharga Rp. 728.000, coz aku pikir novel harry potter bisa dikategorikan sebagai novel yang legend loh..

    tapi lagi nabung dulu..baru bisa beli …hue..he…he..he..

    http://www.denioktora.com

  3. @arfah yang tidak mau memberi komentar di postingan yang ini:ini kan cuma film…yaudalah…ideologi apa sih??pertarungan gila yang mana??
    kan lucuuuuu…uuuuhhh

  4. Hahaha, Dwi gilaaaaaaaaaa.

    Film juga adalah sebuah konteks, Wi. Karena dia film, kita nilai saja dia sebagai film. Penilaian skenario, misalnya. Lucu juga sih emang kalo mo bandingin Kelly dengan kamu, walau bagi saya, itu jauhhhhhhhhhhhhhh. Hehehe, Meg Ryan gitu loh, makin tua makin lucu. Dwi? Makin tua, makin apa ya?

    You’ve Got Mail punya skenario yg lebih dasyhat dibanding sekedar kisah cinta. Dia adalah pertarungan ideologi dan emosi yang direpresentasikan oleh dua tokoh: Fox dan Kelly. Fox adalah representasi kapitalis, ambisius, pemuja The Godfather, sedangkan Kelly, representasi humanis, estetis, penikmat buku anak. Sedari awal film, dua hal ini dikedepankan. Benturan-benturan ideologi dan emosi terjadi sepanjang film. “That caviar is a garnish,” seru Kelly saat lihat Fox dengan entengnya ngambil semua caviar di sekeliling menu utama sebuah perjamuan makan.

    Pecinta literasi di Bandung justru melihat film ini sebagai inspirasi membuat toko buku alternatif. Mereka mencoba menggabungkan kedua ideologi dan emosi film tersebut: toko buku alternatif yang menjual buku-buku murah (ala Fox) dan juga membangkitkan komunitas-komunitas literasi dalam diskusi-diskusi hangat (ala Kelly). Maka, awal tahun 2000-an, muncullah satu per satu toko buku-toko buku alternatif. Kita bisa mengunjungi toko buku tersebut tanpa khawatir berlama-lama membaca, bahkan boleh saja duduk sembari minum kopi menunggu hujan reda. Gejala hadirnya toko buku semacam ini menjamur hingga ke kota-kota lain. Walau sejarah mencatat, hingga kini toko buku alternatif tetap dihegemoni oleh Gramedia. Satu per satu pun gugur dan meninggalkan jejak manis di hati pecinta buku.

    Dalam diskusi film, You’ve Got Mail (1998) pun punya catatan yang menarik. Dia adalah buah pertemuan ketiga antara Tom Hanks dan Meg Ryan, setelah Joe Versus the Volcano (1990) dan Sleppless in Seattle (1993). Menarik buat diperhatikan, Dwi. Saya sendiri baru melihat Sleppless in Seattle. Gila juga, Wi. Tapi kalo ini mah, asli kisah cinta. OST-nya aja When I Fall in Love-nya Celine Dion dan Clive Griffon.

    When I fall in love,
    it will be forever,
    or I’ll never fall in love…

  5. @arfah:nyerah lah saya sama kemampuan analitikal anda yang tajam…apalagi disajikan bersama beberapa fakta..mau bilang apa lagi?? Guru…ampuuun!!
    kalo saya sih..liat bagian2 romantis-nya saja…cuitcuit!!
    btw…gw jadi mau baca Pride and Prejudice niiih..punyakah fah??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s