dwihut · melankolis · merenung · with Him

Sepenggal Kisah Cintaku

Cerita ini tentang aku dan DIA. Waktu itu aku memilih untuk berjalan bersama Dia karena cinta agresif yang Dia berikan. Aku coba melarikan diri dari Dia tapi tak bisa. Dia berikan apa yang ku mau bahkan sesuatu yang tak terucapkan. Dia melindungiku dan ingatkan aku akan hal-hal kecil yang bisa buat aku jatuh. Dia sangat bijaksana dan selalu menghibur. Manusia mana yang tahan. Aku jadi tak bisa lagi jauh dari Dia. Aku benar-benar JATUH CINTA.

Hariku baru. Semakin indah dan berwarna. Setiap saat aku selalu menceritakan hari-hariku dan berterimakasih atas Dirinya yang selalu menemaniku dan membuat hidupku semakin indah. Pernah aku kecewa dengan keluargaku dan Dia selalu ada untuk mengusap air mataku. Pernah juga kecewa dengan sahabat-sahabatku dan Dia hadir untuk mendengarkan gerutu dan emosiku. Cinta yang Dia berikan begitu besar sampai aku tidak merasa butuh cinta dari yang lain.

Hidupku sempurna. Dan aku berkata, “Aku akan mencintai Kamu seumur hidup. Kamu bisa selidiki hatiku.”

Keesokan harinya, Dia menghilang. Pergi entah kemana. Mungkin sembunyi. Sekedar bercanda. Tapi berhari-hari ku cari dan Dia benar-benar tak ada. Aku jadi kacau. PATAH HATI!! Dia mengecewakanku. Air mataku tak henti dan mulutku terus menyebut nama kekasihku itu.

Hari terus berlalu tanpa Dia. Aku mencoba tegar dan melupakan sedikit demi sedikit. Aku melatih diriku untuk berdiri di atas kakiku sendiri. “Aku manusia mandiri dan mampu,” kataku kepada diri sendiri. Tapi sayangnya aku gagal. Aku lumpuh dan tak berdaya tanpa Dia.

Mungkin bodoh. Tapi aku tak bisa menjalani sisa hidupku tanpa Dia. Aku kembali mencari Dia bahkan melalui celah-celah sempit dan gelap gulita. Aku jalani jutaan langkah kakiku dengan titik keringat dan air mata tak terhitung. Kupikir, aku bisa gila atau aku sudah gila. Aku lelah dan putus asa. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke rumah. Mengistirahatkan tubuh dan hatiku. Merenungi kehidupan ku yang lalu.

Aku mencoba menikmati hidupku dan bersyukur. Duduk di beranda depan sambil mendengarkan bisikan angin. Aku berjalan dan menemukan Dia. Hanya sejauh kotak suratku. Dia disana lewat surat-surat yang ternyata selalu Dia kirimkan dari hari Dia meninggalkanku.

Aku membacanya lembar demi lembar. Dan aku tertegun. Dia hanya ingin kepastian bahwa aku sungguh-sungguh mencintai Dia dan terus mengingat Dia bahkan di kondisi apa pun. Saat aku minta Dia untuk menyelidiki hatiku, Dia sungguh-sungguh melakukannya. Aku ketinggalan banyak pelajaran. Ternyata Dia selalu mengirimiku surat dengan kata-kata yang bijak dan banyak pelajaran tentang kehidupan.

Ternyata Dia tak pernah berhenti mencintaiku. Dan aku menyesal akan sikap kekanak-kanakanku waktu itu. Seandainya aku bisa berdiam diri dan berpikir tenang.

Sudahlah. Aku sudah lega sekarang. Dia ada di hatiku dan dari surat-surat yang Dia kirimkan. Aku mau menjadi kekasih yang taat dan setia sampai akhirnya nanti Dia datang mendapati aku sebagai kesayanganNya.

“If we give up on Him, He does not give up — for there’s no way He can be false to Himself.” (2 Timothy 2:13, the message)

6 thoughts on “Sepenggal Kisah Cintaku

  1. ^0^

    menyegarkan..
    suatu kebenaran yang melegakan,menguatkan,dan meneguhkan ku juga.
    Dia kekasih sejati kita!!!
    Dia memang kekasih kita!!

    Bersyukur utk penemuan mu akan kebenaran ini.
    Cintai Dia terus yah,apapun yg terjadi!
    (hal ini tentu jg berlaku bagiku!!!)
    Mari mencintaiNya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s