boulevard · dwihut · with friends

Selesaikah?

Saya memilih untuk menjawab “tidak” atas pertanyaan itu. Cukup banyak ternyata bagian yang terlupakan dari seluruh tanggung jawab saya sebagai Pemimpin Perusahaan di Boulevard. Tidak melakukan ini dan itu.

Dari awal memang tidak memiliki hati yang total untuk menjadi bagian dari komunitas ini. Bergerak sebagai Pemimpin Perusahaan hanya berdasarkan tanggung jawab semata-mata. Saya menganggapnya hadiah besar yang tidak pernah terbayangkan. Saya tidak pernah berusaha untuk mendapatkannya. Tapi secara gratis diberikan begitu saja. Akhirnya saya berusaha melihat kesempatan ini sebagai sesuatu yang seharusnya bisa saya optimalkan.

Arfah dan Gio, rekan yang memikul beban sama dengan saya, tidak memiliki kedekatan secara emosional. Saya yang sulit untuk beradaptasi dengan orang baru, sulit pula untuk bisa bekerja sama dengan baik bersama kedua rekan saya tersebut. Kalau tidak ada kedekatan secara emosional baiklah kita ciptakan kedekatan secara profesional. Jadilah saya seorang Pemimpin Perusahaan yang terlampau keras. Saya sangat kaku. Bekerja terlalu struktural. Bagian penting yang saya lupakan, empati.

Itulah kenapa saya merasa dibantai mengenai hal ini di LPJ saya. Saya mengakui kelemahan saya di bagian ini. Tapi itu semua karena saya terlambat menyadarinya. Terlalu concern dengan study dan menganggap keberadaan saya di unit ini tidak sebegitu pentingnya.

Sampai akhirnya saya dicalonkan menjadi Pemimpin Umum dalam pemilihan kepengurusan baru kemarin (Sabtu, 9 Februari 2008). Saya tidak menyangka ada orang-orang yang masih percaya dengan kinerja saya. Saya yang cenderung menutup diri, tidak total memberikan hati dan diri saya di unit ini, tersadar kalau ternyata saya punya nilai. So pathetic.

Walau akhirnya saya tetap tidak bersedia menjadi Pemimpin Umum dan kampanye saya lebih bersifat “jangan pilih saya ya,” saya merasa mendapatkan semangat lebih dari pada sewaktu saya diberikan jabatan Pemimpin Perusahaan. Hal ini membuat saya masih tetap bersedia memberikan waktu saya untuk Boulevard. Kali ini saya juga akan berikan hati saya. Tanpa memberikan janji yang muluk-muluk, saya cuma bisa berjanji bahwa saya mendukung kalian (kepengurusan baru terutama).

Tetap dekat secara emosional. Tetap tunjukkan profesionalisme. Tepat waktu. Saling menghargai. Nikmati setiap kesibukan. Tetap semangat dan selamat bekerja. Ray, Nise, Dipta, dan Windy. Serta seluruh staf.

7 thoughts on “Selesaikah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s