merenung

Bon Voyage Soeharto

“Jika Soeharto itu baik, kenapa negara kita ancur kayak gini. Jika Soeharto itu jahat, kenapa banyak rakyat yang menangisinya. Duh, bingung.”

Itulah bunyi status pada yahoo messenger salah satu senior saya.

Mantan Presiden, H.M. Soeharto, meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2008 setelah keluar masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina. Saya pribadi berharap beliau hidup lebih lama dan lebih sehat lagi. Menurut saya beliau harus disidang dan mempertanggungjawabkan semua yang sudah dia perbuat atas bangsa ini.

Sejarah mengukir namanya dengan gemilang. Sejak kepemimpinannya, dia berhasil meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia lewat program Repelita-nya. Bukan hanya itu, dia berhasil mewujudkan swasembada pangan. Memang jelas terlihat begitu banyak pembangunan yang dia lakukan di negara ini. Namun di balik kemashyuran namanya, apa benar bahwa beliau semulia yang kita kira selama ini?

Ompung saya adalah seorang aktivis PKI. Berdiri bersama-sama Njoto, D.N. Aidit, dan rekan-rekan lain sebagai orang-orang besar di organisasi tersebut. Namun apa yang didapatkan Ompung saya dan rekan-rekannya itu? Apa yang menimpa keluarganya?Ayah saya mengenal penjara diumur enam tahun. Sejak itu dia tidak pernah lagi tahu bagaimana keadaan ayahnya sampai salah satu saudara datang membawa koran dengan berita bahwa Ompung saya tewas tertembak di Blitar Selatan. Hati anak kecil itu hancur. Di penjara dia hanya bersama saudara perempuannya dan ibunya. Dua kakaknya yang lain berhasil diselamatkan dan dibawa ke Medan. Sampai tiba di suatu saat, bahwa sang ibu harus dibawa ke Plantungan. Camp pembuangan untuk orang-orang yang dianggap PKI atau ada hubungan dengan PKI bagi wanita. Seperti Pulau Buru untuk kaum pria. Sedih karena akhirnya dia benar-benar dipisahkan dari kedua orang tuanya tanpa masa depan yang pasti. Eyang saya di dalam penjara mengalami banyak sekali siksaan batin, hal-hal yang membuat hatinya tercabik-cabik.

Entah buku sejarah mana yang bisa dipercaya, Satu hal yang saya tahu adalah kelicikan Soeharto untuk suatu kekuasaan telah menghancurkan jiwa keluarga saya dan menceraiberaikannya. Keluar dari penjara, Eyang saya memiliki KTP dengan tambahan tulisan ET (Eks Tapol). Kejam. Pemimpin bangsa yang melindas hak-hak rakyatnya.Sementara banyak orang PKI dan keluarganya yang diperlakukan semena-mena dan mati tidak terhormat. Soeharto meninggal dengan kemewahan dan kemuliaan.

Pantaskah atas semua sakit hati yang telah ia tinggalkan ditengah-tengah rakyatnya? Pantaskah atas segala kebodohan yang telah ia lakukan?

Sebagian rakyat bahkan menaikkan bendera setengah tiang sebagai wujud turut berduka. Saya hanya berusaha memiliki kekuatan jiwa untuk memaafkan beliau atas semua kepahitan yang ia timbulkan. Tuhan Yang Maha Besar menunggunya untuk mengadili perbuatannya. Saya percaya keadilan-Nya akan menghapuskan semua kepedihan yang sudah ia rajut secara hati-hati pada bangsa ini.

Akhirnya saya mengirim pesan pada senior saya itu,
“Soeharto itu licik dan rakyat Indonesia itu bodoh. Ya..jadinya ya gitu deh.”

13 thoughts on “Bon Voyage Soeharto

  1. huah…
    jadi bingung, ada ompung, ada eyang… batak pa jawa si dikau wi?
    hehehe,,

    turut berduka cita atas keluarga lo wi, daku jadi tahu asal sifat kau itu… yang sering nyuruh2 orang lompat dari tingkat 2, sekre

  2. huah.. tragis benar ka..sabar atuh..
    ehm.. yang terpenting saat ini bukan lah mempersoalkan jahat atau baiknya,…
    iya emang banyak korban yang jatuh ditangan almarhum…
    susah emang memaafkan orang yang seperti itu , apalagi terkait ama yang namanya keluarga kita..
    huhu.. skrg liat persoalan yang lebih urgent nya aja..
    gimana caranya agar bangsa ini lebih baik…. (haha.. sok idealis gitu.)

  3. zzz…
    g tau mw komen apa…
    aq keknya ketipu sama keadaan bangsa ini yang aq liat lebih baek wkt kepemimpinan beliau… ternyata… banyak rahasia…..
    zzz…

  4. memang paHarto tu dilemma kok.. dibilang jahat ya beliau yang memajukan bangsa, dibilang bae ya beliau juga yang koruptor.. bingung kan??🙂 ehehehehe

    just believe what to believe ajah

  5. numpang komen ya Ito Dwi🙂

    Seorang tua yang termasuk orang ORBA, (Saya kenal sekali orangnya), bilang gini waktu Soeharto meninggal,
    “Andai aja Soeharto mau lengser setelah memimpin 10 tahun” pasti Indonesia tetap maju.
    “Loh, kenapa begitu, Pak ?”
    Karena jaman 10 tahun setelah dia berkuasa, Indonesia memang maju, dan mulai terpuruk di ke-11 tahun dia memimpin {hingga sekarang :D}
    (Ini semua terlepas dari segala kelicikannya dalam kudeta thd Soekarno).

    Kalau Saya sih emang menangis waktu Soeharto meninggal,
    tapi menangis karena dia ga sempat diadili😀
    (alih2 diadili..eh ini malah disuruh hentikan kasus penyidikannya oleh SBY, yang membuat SBY jadi sangat bercela di mata supremasi hukum.. )

    SEKIAN !

  6. Satu hal kelebihan Pak Harto, yaitu
    pada masa pemerintahan beliau Mata Uang dollar tidak pernah Naik

    Tanya Kenaapa..?!?!

    Horas jala lam kenal ma ateh br.Hutapea

  7. Yang menangisi soeharto adalah orang-orang yang berhasil dibohongi sejarah versi orba,orang orang yang buta politik,jumlahnya tidak banyak kok.

  8. kok sepertinya masih ada amarah dek..:)
    kalo kita masih membanding-bandingkan satu hal dengan hal yang lain, mana yang lebih baik, mana yang lebih kejam, mana yang lebih benar, mana yang lebih bodoh,mana yang lebih jahat.. rasanya ngga ada abis-abisnya..

    tapi kalo kita ingat akan Anugrahnya waktu di kayu salib itu, untuk dunia, untuk kita secara pribadi, rasanya soehartopun ato penjahat yang ikut disalib itu tidak lebih jahat dari kita bukan..dan anugrahnya juga tidak kurang juga mengampuni sapapun karena terlalu berharga untuk dosa kita, tapi diberikannya juga…

    salam

    teman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s