moody · movie

Harry Potter Mania

Saya salah satu penggemar novel Harry Potter, karangan J.K. Rowling. Edisi terakhirnya, edisi ketujuh, keluar beberapa minggu lalu. Namun rasa antusias yang saya rasakan tidak seperti sewaktu saya membaca edisi pertama dan kedua. Semakin besar, imajinasi-imajinasi itu semakin tidak masuk akal. Waktu itu saya kelas enam SD, saya memang suka baca novel dari kecil. Hobi ini dimiliki juga oleh sahabat saya di SD yang masih tetap jadi sahabat sampai sekarang. Namanya Rizka Alnanda (Biologi UI 2005). Dia yang pertama kali mengenalkan novel ini kepada saya. Awalnya saya hanya meminjam, namun karena keranjingan akhirnya saya tidak tahan untuk tidak memiliki novel ini. Mulai dari saat itulah saya tidak bisa ketinggalan setiap edisi barunya.

Ternyata tidak beberapa lama semakin banyak orang yang ngefans sama novel Harry Potter ini. Sampai-sampai muncul ide untuk membuat filmnya. Waktu itu saya sudah SMP dan pemutaran perdananya di bioskop sangat saya tunggu-tunggu. Kalau tidak salah hari itu hari Sabtu. Kami sekeluarga sudah merencanakan untuk nonton Harry Potter and The Sorcerer’s Stone di 21 Pondok Indah Mall. Pada saat itu PIM belum ada 1 dan 2. Jadi karena ayah saya ingin memastikan kalau film Harry Potter itu benar-benar sudah keluar, dia menelepon 21 PIM. Kira-kira seperti ini lah percakapan mereka:

Ayah(A) : Pagi pak, benar ya hari ini film Harry Potter keluar?
Mas-mas 21 (MM) : Oh iya benar pak.
A : Penayangan pertama jam berapa ya?
MM : Jam 1 pak
A : Bisa ga ya saya pesan tiket?
MM : Oh ga bisa pak
A : Kalau gitu, kira-kira kapan ya mulai antrinya?
MM : Sekarang sudah mulai antri pak.

Ketegangan dimulai di rumah kami. Saya dan kakak saya menjadi sedikit agak gila. Semrawut sendiri. Bersiap-siap dan akhirnya tidak lama berangkat. Sampai disana, kami sedikit kecewa karena antriannya sudah kira-kira 20-30 meter. Tapi semangat saya masih berapi-api. Antri satu jam, dua jam, tiga jam, tidak masalah karena saya tau film itu akan sangat keren. Akhirnya kami kebagian juga beli tiket dan kebagian menonton yang jam tujuh malam.

Seterusnya untuk edisi kedua, ketiga, sampai edisi kelima. Namun kesimpulan saya adalah filmnya tidak sekeren bukunya. Jauh. Jadi saya tidak terobsesi lagi untuk menonton perdananya. Capek. Bahkan di film edisi ketiganya, saya sempat tertidur di dalam bioskop.

Sekarang setelah saya menyelesaikan keseluruhan edisi Harry Potter, saya kecewa. Kecewa karena sepanjang edisi hanya diakhiri dengan runtuhnya rezim Voldemort kemudian Harry Potter menikah dengan Ginny dan memiliki tiga orang anak. Anak-anak mereka itu akhirnya bersekolah di Hogwarts juga. That’s it.

Lalu bagaimana nasib Luna dan Xenophilus Lovegood. Bagaimana akhirnya Malfoy sekeluarga memperlakukan Harry setelah Voldemort jatuh. Kemana guru-guru Hogwarts, McGonnagal, Flitwick, Sprout, Hagrid. Setelah kematian Fred, apakah George Weasley masih melanjutkan membuka usahanya. Kemudian mereka-mereka yang duduk di kementrian, Umbridge, dan kroni-kroninya, bagaimana akhir hidup mereka. Apakah Mr Ollivander akhirnya kembali membuka toko tongkat sihirnya. Goblin-goblin, apakah Gringots pada akhirnya kembali ke tangan mereka. Bagaimana dengan Kreacher dan peri rumah lain. Setelah pertobatan Percy, apakah dia masih sombong dan angkuh. Sampai pertanyaan sederhana seperti, tinggal dimana Harry. Kemana orangtua Hermione. Vernon, Petunia, dan Dudley Dursley, apa mereka bisa melanjutkan kehidupan normalnya sebagai Muggle.

Tidak terjawab semua. Pastinya J.K. Rowling harus bertanggung jawab >.<

5 thoughts on “Harry Potter Mania

  1. aq g tega menghabiskan buku ketujuh itu k….
    makin lama habis makin baek…
    tp sial aq baca blog ini, jd ketahuan ujungnya….
    hmm…. smua “bagaimana2″nya benar jg….

    mungkin bunda J K berpikir untuk yg kedelapan…..
    amin

  2. yachhhhhh,nyezel dh bCa blog ini,jd gak seru lagi ngElanjutin baca hp ke7
    bisNa udah keJawab sMua sich endingNya….

    umh,,,,emang bner kta kalian tentang “bagaimana2Nya” jd gak komplit yaw’

    padahal q udah beNer2 nungguin HP7 ini,,trnyata cuma kya gn aja”
    Mrs JK,gak seru nich….

    aq dukung kalian2 yang mengharapkan Mrs JK ROWLING untuk berfikir membuat HP 8
    ya bikin lach cerita tentang harry,,pluz sahabat2 mereka
    AnyWay pasti seru bgd tuch”

    chayo JK……… TeruZ Berkarya………..!!!!!!
    potter mania selallu menunggu karya2 moe

    nb:”ssttt jgn lupa HP8 yawwww”
    amin deh……………….

  3. mm.. kalo kataku, mrs Rowling do whatever her think for the best of Harpot..
    jadi.. karena aku ga bisa ngarang cerita yang sensational kaya gitu.. aku terima2 aja deh

    kalo aku bisa ngarang cerita yang lebih WAW dari Harpot, baru aku protes >.< hehehehehe

    but still.. bagus loh endingnya.. cara ngebunuh Voldie apalagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s