merenung · travelling

Sepanjang Jalan Kenangan ke Depok

Liburan memang manfaatnya untuk menghilangkan kepenatan dari semua kesibukan sehari-hari. Gw berlibur ke rumah orang tua di Depok pada Natal kali ini. Rencananya mau pulang tanggal 23, sehari setelah Natal PMK di kampus diadakan. Malam itu cukup menyenangkan buat gw, perayaan Natal yang cukup berkesan. Karena sahabat saya (Kiki) memberikan semacam surprise untuk saya dan Ivan. Padahal beliau sedang ada di Siantar. Setelah Natalan gw berencana untuk segera packing dan rapi2 kamar karena besok pagi jam setengah delapan udah booking travel untuk ke Depok. Tapi apa daya, saya memang dilahirkan sebagai individu yang kebutuhan akan “affiliation”-nya tinggi (tes dilakukan berdasarkan personality assesment di kuliah psikologi industri). Jadilah saya ikut teman2 2006 untuk nonton midnight di Blitz PVJ. Sialnya, mereka semua mau nonton I am Legend. Film terbaru Will Smith yang udah gw tonton sebelumnya bersama Kiki dan Ivan. Apa boleh buat? Sedikit merugi karena sempat tertidur di dalam. Pulang sampai di kos jam setengah tiga. Huahhh..cape. Besoknya terbangun jam tujuh. Gaswat!!! Travel berangkat jam setengah 8. Ga pake mandi cuma gosok gigi. Ngepack baju seadanya. Dan ga pake rapi2in kamar lagi. Langsung cabut ke Dago, pool nya si travel. Hampir terlambat, karena si mbak2 travel udah telpon berkali-kali. Duduk dengan tenang di travel dan ga bisa tidur lagi.

Gw baru kali ini benar2 menikmati perjalanan pulang ke Depok. Melihat pemandangan sepanjang Cipularang. Masih ada bukit hijau. Rel kereta api. Awan masih terlihat. Indah. Teringat dengan kampanya “global warming” yang akhir2 ini sedang nge-top. Hmmm…entah berapa lama lagi pemandangan seperti yang di Cipularang itu masih bisa dinikmati. Karena gw juga melihat proyek-proyek yang sedang dikerjakan. Entah akan jadi pabrik, kantor, apartemen, atau universitas. Semuanya akan menggantikan tempat bukit-bukit dan semua pemandangan indah itu.

Jadi berpikir kalau hidup itu memang keras. Terkadang ada keputusan-keputusan yang harus diambil namun dirasa terlalu kejam. Banyak opini. Banyak kontroversi. Setiap manusia punya versinya sendiri-sendiri. Saya teringat perkataan seorang wanita pada film I am Legend. Intinya cobalah dengar suara Tuhan, terutama di saat-saat sepi seperti ini.

Kembali kepada liburan Natal saya…hm…gw sampe rumah. Tiba2..GUBRAKK!!! Langkah pertama gw di rumah langsung jatuh. Gw tersandung batu2an ibu ku sayang. Ibu saya lagi suka berkebun. Bunga2 dan daun2an dimana2. Rumah saya hijau sekali. Semoga Natalan di rumah lebih berkesan lagi.

One thought on “Sepanjang Jalan Kenangan ke Depok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s