boulevard · with friends

Boulevard edisi 59

FFiuuh…

Boulevard edisi terakhir masa kepengurusan gw. Akhirnya berakhirlah sudah.

Rabu jam 10 malam semua ke-hectic-an itu dimulai. Di apartemen Ciumbuleuit milik Dipta. Gw seneng karena banyak Boulers yang peduli dan dateng (buat yang dateng ga papa juga kok…gw juga berterimakasih atas kerja keras kalian).

Seperti biasa, gw mendorong staf redaksi dan artistik menyelesaikan tugas-tugasnya sebelum jam 7 pagi keesokan harinya karena mau naik cetak pagi-pagi. Dan seperti biasa pula, mereka tidak pernah bisa menepati janjinya. Benci. Marah. Akhirnya gw memutuskan untuk tidur daripada ngomel-ngomel (kan repot kalo gw suruh Gio “loncat dari lantai 10). Dan akhirnya semua-semuanya baru beres jam 2.30 siang hari kamis. Deadline mundur tujuh jam tiga puluh menit (kurang baik apa gw???!!!).

Ke percetakan bersama Gita (staf redaksi) dan Dipta (staf artistik). Proses berjalan lancar. Setelah ditinggal Dipta dan mobilnya, akhirnya gw dan Gita naik becak (terakhir naik becak 15 tahun lalu di Solo).

BOULEVARD 59

terbit Senin, 10 Desember 2007

 

terimakasiiii banget buat….

Ika (ibu PU “jangan mendua” ya)

Gio (gw tau lo seneng pas gw tidur karna jadinya gw ga menekan lo…hahaha..licik kau!!)

Arfah (untung udah terbitan terakhir.. kalo pake acara “kacau” lagi… gw botak-in lo)

Ray (walau edisi ini lo sakit… tapi lo tetap staf terbaik… gw ga suruh lo “loncat” lagi deh)

Dila (who’s next??)

Haikal (love u so much… “a million” dollar baby!!!)

Nise (sudah menemukan kenikmatan dalam kata-kata rupanya… ckck…)

Gita (terbitan ini mengobati ke-kangen-an gw atas ke-jomblo-an lo, hahahaa)

Hanna (Om Canti Canti Om…)

Dipta (makasi makanan dan tempatnya.. maap ya abis, heheee)

Panji (the finisher… keren lah pokoknya)

Puspa (gw melihat lo tertidur sambil duduk tegak depan laptop saat menulis… aneh bin ajaib)

Rino (trimakasi buat… hm… bantuan… hm… softex-nya)

juga buat :

Sindy, Septine, Dwi kecil, Sofi, Rio, Atin, Lydia, kawan-kawan Bouler 2007 lain.

NB : tetap semangat ngelipetin ya…

4 thoughts on “Boulevard edisi 59

  1. Kamu dan Gita naik becak!

    Seperti Nicolas pulang sehabis kencan dalam film Gie. Wah, menyenangkan!

    Boulevard 59 kita meluncur juga, walau masih kurang sanasini. Boulevard terakhir kita, Dwi. Saya jelas akan merindukan kalian. Akan ada saat dimana saya butuh senyum, tak apa ya jika saya menghubungimu (jangan lupa ajak Sindy) untuk bertemu. Moga disaat itu saya punya sedikit uang, dan kita makan di restoran tua di Jalan Braga. Saya (dan juga Sindy, jika dia ikut) memilih es krim, dan kamu memilih nasi goreng babi. Kita makan di sudut dekat kaca dan jalan. Kita menjadi seperti manekin bagi orang yang lalu. Tapi kita bukan sekedar manekin yang diam, tapi manekin yang punya rasa, tertawa, sambil memperbincangkan perjalanan cinta Sindy (tampaknya memang dia harus ikut), sejarah model rambutmu yang selalu berganti dan selalu kamu harap (lebih) indah, serta kekacauankekacauan segala langkahku. Ya, semoga itu akan ada, akan lahir, pada sebuah masa yang jelas saya nanti.

  2. gara-gara lu tidur gk ada pressurenya haha..tp gk senang juga seh, ngga ada obat tidur..

    (move forward and just doit because impossible is nothing)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s