kuliah · merenung

break the rules

01 Desember 2007

07:11:21

Hari AIDS sedunia. Maka kita akan sering mendengar sebuah sebutan, ODHA, Orang Dengan HIV AIDS. Sebenarnya bukan itu yang akan saya bahas disini…hihihiii.


Kemarin jam tiga sore rencananya akan diadakan kuliah pengganti PPC. Seharusnya kuliah hari Senin dan Selasa, tapi karena sang dosen sedang ke Jakarta, jadilah jadwal kuliah diganti ke hari Jumat.

Jam tiga kurang beberapa menit saya sudah sampai di kampus untuk kuliah. Sampai jam tiga tepat tidak ada terlihat sang dosen. Jam tiga lewat, saya dan teman-teman sekelas mulai resah. Hingga akhirnya ketua kelas kami menelepon sang dosen. Ternyata si dosen lagi ada rapat dosen. Dia bilang sebentar lagi. Ngobrol kesana kemari tak menentu. Menghabiskan waktu, hingga jam 3.45 sang dosen tidak kunjung datang juga. Akhirnya ketua kelas kami mendapat SMS dari sang dosen yang intinya mengatakan kalau rapat belum juga selesai dan kuliah hari ini dibatalkan.

Kesal. Sebal. Merasa sudah membuang-buang waktu percuma. Sementara sebenarnya banyak hal lain yang bisa dikerjakan.

Kemudian saya berbincang-bincang dengan Agus, salah satu kawan dari Majalah Ganesha.

Dia berkata tentang dosen yang membuat kuliah di hari Sabtu. Menurutnya itu pun sudah menyalahi aturan karena jadwal kuliah yang ditetapkan ITB untuk berkuliah adalah hari Senin sampai Jumat, jam 7 pagi hingga 5 sore. Jadi kalau diluar itu berarti sudah menyalahi aturan.

Hm…saya sempat berpikir dan setuju dengan ucapannya.

Kebanyakan kita hanya iya iya saja kalau dosen memberikan jadwal kuliah diluar jadwal yang sudah ditentukan itu. Yah.. kalau saya mikirnya, “Ya iya lah, anak ITB kan taunya ya cuma belajar, tapi ga tau aturan, jadi mau kuliah kapan aja ga masalah, yang penting dapet ilmu.” Padahal mengambil waktu yang tidak seharusnya itu bukannya sama saja denga korupsi waktu? Apalagi kalau kuliah Sabtu diadakan karena sang dosen punya proyek lain atau kepentingan pribadi dari Senin sampai Jumat, yah yang ketiban sialnya mahasiswa. Harus mengorbankan jam istirahat dan senang-senangnya.

Kalau sudah begitu, kita harus gimana dong? Kalau ga nurut dosen nanti ga lulus mata kuliahnya, ya kalau cuma itu, kalau jadi kena DO bagaimana??

4 thoughts on “break the rules

  1. let me guess, si dosen pasti sedang punya masalah keluarga. jadi dia agak malas kalau berakhir pekan lama-lama di rumah. makanya cari jalan lain yang menerutnya lebih menarik. mungkin karena dia dosen jadi yang menarik baginya adalah mengajar.
    jadi karena itu dia bikin kuliah di akhir pekan. hahaha sok tau daku

  2. menurutku.. dosen masih tetap punya dan merasa punya “kuasa” besar terhadap mahasiswanya.. jd dia merasa berhak bikin jadwal seenaknya.. emg bener kan kl kw ngebantah, nilai mu terancam… kw “belum” bisa berbuat apa2..

  3. mm, mending lah kuliah hari sabtu. anak2 EL ujian hari sabtu. dosennya ga mau rugi. jam kuliah ttp kuliah, tp ujian hr sabtu..
    EL oh EL…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s