merenung · movie

Selintas tentang Qui-Xprs

29 November 2007

08:03:35

Hari Senin lalu, jam satu siang harusnya kuliah Operational Research 2 bersama Pak Tarno. Namun berakhir di Ciwalk XXI untuk nonton Enchanted bersama Iet.

Hari Selasa lalu, jam tiga sore harusnya kuliah Basis Data bersama Pak Iman. Namun berakhir di Ciwalk XXI (lagi lagi) untuk nonton Quickie Express bersama Sindy, Dita, dan Iet (lagi lagi).

Pusing dengan kesibukan-kesibukan kuliah dan berakhir di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Yasudahlah. Intinya sekarang, saya mau berbicara tentang Quickie Express.

Film yang sedikit menghibur🙂

Tapi sama sekali tidak mendidik!!

Bahkan saya tidak melihat pesan moral yang baik disitu. Kalau di akhir cerita, Jojo (Tora Sudiro) menjadi tobat dan kembali ke jalan yang benar, mungkin saya sedikit salut dengan sang sutradara.

Sepertinya saya harus sedikit menceritakan isi film tersebut.

Cerita tentang Jojo (Tora Sudiro) yang tidak memiliki pekerjaan yang jelas dan berakhir di tempat pelatihan menjadi gigolo. Proses pelatihan berjalan biasa (saya tidak suka bagian ini karena menjijikkan). Kemudian ia mulai bekerja sebagai gigolo. Hingga akhirnya menjadi gigolo profesional. Sampai ada seorang wanita bernama Tante Mona (Ira Maya Sopha) yang tergila-gila padanya. Namun Tora Sudiro tetaplah pria normal yang memiliki ketertarikan terhadap wanita muda seusianya. Jatuh hatilah ia pada seorang wanita bernama Lila. Kemudian saat Lila berulang tahun, ia mengundang Jojo untuk hadir makan malam bersama keluarganya. Ternyata Tante Mona adalah ibu dari Lila (konflik mulai terjadi disini) dan ayah Lila adalah (sejenis) mafia yang berbahaya. Dan selanjutnya… Jojo ingin mengundurkan diri dari profesinya sebagai gigolo itu agar Lila bisa menerimanya. Namun saat Jojo mengakuinya Lila tetap tidak bisa terima. Masalah dan masalah terjadi. Di akhir film, Jojo justru menjadi “pemburu” gigolo-gigolo baru (dibagian ini penonton lain tertawa sejadi-jadinya. Saya bingung. Mengernyitkan dahi. Geleng-geleng kepala).

Ada percakapan antara Jojo dan Tante Mona yang menekankan kalau tidak semua orang bisa menjadi gigolo. Jadi hanya orang-orang tertentulah yang bisa. Itu berarti hanya orang-orang tertentu yang hebat dan memiliki kelebihan yang mampu. Bodoh!!!

Saya hanya berpikir, apakah sudah sedemikian rendahnya etika yang dimiliki bangsa kita?? Saya peduli dengan generasi muda. Mau jadi apa mereka kalau saat keluar rumah dan bertemu suatu komunitas lalu…

“Masa ga ngerokok lu?? Ga gentle ah!!” atau…

“Enak lho, bisa bikin lu lupa dari masalah-masalah.” atau…

“Free sex? Itu kan udah biasa. Jalanin aja.”

Pembentukan etika yang sudah dibangun sejak dini dari rumah masing-masing menjadi percuma. Bahkan lewat film-film seperti itu, saya pikir secara tidak langsung bisa membentuk cara pandang. Apalagi kalau yang menonton anak-anak SMP atau SMA yang masih labil. Setelah korupsi menjadi keprofesian, apa gigolo akan segera menyusul? Tidaklah heran kalau suatu saat, profesi gigolo menjadi tenar dan bergengsi.

4 thoughts on “Selintas tentang Qui-Xprs

  1. kirain rabu lalu, jam sekian, harusnya kuliah ini bersama anu. namun akhirny berakhir di situ juga. hehehehe.😀

    kadang gue suka mikir (kalo ngeliat film2 yang beredar, sinetron2 yang diputar), apa gue yang terlalu naif ato emang dunia udah kayak yang mereka perlihatkan? terutama kalo gue nonton sinetron nih. yang dimaenin ma anak2 muda. emangnya iya ya, anak2 sd, smp sekarang udah tau kayak gini2an? bener2 menyedihkan,,

  2. walaupun awak belom nonton,, (dan akan nonton c kayanya,hehe) awak mau memberikan sedikit komentar…(boleh kan??)hohoo..
    mungkin pada dasarnya yang membuat film ini hanya mengejar komedinya saja,, dan sedikit mereka pikirkan tentang pesan moral ke masyarakatnya…
    yahhh.. mereka bikin film yang lucu parah biar bisa ngeraup banyak penonton dan dapet banyak duit,, tapi mereka mungkin tidak atau belom memikirkan efek dari film mereka itu…

    CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s