You are currently browsing the category archive for the 'with friends' category.

Aku baru saja menyadari kalau menulis itu memang harus berasal dari hati. Menulis ternyata sulit sekali ketika harus dengan sengaja dikarang-karang. Aku baru menyadari kalau setiap kata demi kata dalam tulisan seharusnya mengandung kejujuran di dalamnya.

Akhir-akhir ini aku sudah jarang meng-update tulisan di blog ini. Bukan karena keproduktifanku dalam menulis berkurang. Percayalah aku tetap menulis! Tapi aku tidak bisa mempublish tulisan-tulisanku ketika terlalu banyak hal-hal yang cukup pribadi di sana.

Baiklah, mari kita jujur saja! Aku memang sudah jarang menulis. Karena aku tidak berani jujur dengan diri sendiri! Dan aku takut tulisan-tulisanku pada akhirnya nanti mengumbar dengan jelas ketakutan-ketakutanku selama ini. Aku membayangkan betapa mengerikannya aku membaca sendiri ketakutan-ketakutan itu.

Kondisiku saat ini, baik! Hanya saja aku masih terus belajar untuk kuat berdiri dengan kaki sendiri. Saat ini satu per satu orang-orang yang membantu untuk menopangku mulai ditarik dari kehidupanku. Tak mengapa! Karena aku pun sangat sadar kalau jalan hidup setiap orang berbeda dan tidak bisa dipaksakan untuk kepentinganku seorang. Jadi kondisiku saat ini, baik sekali! Karena aku dalam proses belajar menjadi wanita yang lebih tangguh lagi.

Menulis ini saja sudah membuatku berkaca-kaca. Hampir saja ketakutan-ketakutanku dibuka sedikit demi sedikit. Tapi lewat tulisan ini, aku belajar bagaimana mentransfer setiap ketakutan menjadi motivasi untuk diri sendiri.

Sesungguhnya penopang sejati itu hanyalah Tuhan. Jangan pernah meletakkan pengharapanmu pada manusia yang fana. Saat segala sesuatu yang baik seperti hilang dari hidupmu, percayalah Tuhan menunggumu untuk kembali memandang hanya kepada Dia saja. Dan Dia, satu-satunya pribadi, yang tidak akan pernah meninggalkanmu.

Untuk teman-teman yang mengasihiku, kali ini aku tidak perlu bantuan kalian. Ini saat yang tepat untuk aku merasa sangat lemah, supaya aku bisa merasakan kekuatan dari-Nya. Huff, tapi saat aku tidak kuat lagi, tolong datang untuk sekedar memelukku. Di waktu-waktu tertentu, aku akan sangat membutuhkannya. Hanya jika kalian punya waktu dan bersedia, aku tidak memaksa.

“Stop trusting the power of humans. They are all going to die, so how can they help?” Isaiah 2:22

“Christ living in you, giving you the hope of glory.” Colossians 1:27.

Melalui masa-masa perkuliahan memang bukan hal yang mudah. Tugas demi tugas. Ujian demi ujian. Presentasi demi presentasi. Sampai akhirnya di puncak ada yang namanya Tugas Akhir. Tidak semua orang melewati tahap Tugas Akhir ini dengan lancar. Ada saja yang menjadi penghambat sehingga segala rencana tentang kelulusan pun jadi berantakan.

Pada postingan kali ini, saya mau memberikan apresiasi saya sebesar-besarnya untuk teman-teman yang sudah dengan berhasil melewati tahap Tugas Akhir dan akhirnya bisa sidang sehingga memperoleh gelar Sarjana.

iet

Elisa Julietta Magdalena Sirait, S.T.
Walau tidak jadi wisuda Juli tapi akhirnya semua permasalahan tugas Sistem Logistik, dengan dosen SNB, terselesaikan juga. Wisuda Oktober, Iet!!

sindySindy Allrani, S.T.
Triple A!! Maaf di saat-saat terakhir itu gw tidak bersama lo, but you did it!

ivanIvan Kristianto Singgih, S.T.
Maaf gw ga dateng sidang lo, Van. Walau lagi di Depok, tapi gw mengirimkan malaikat-malaikat untuk melindungi lo dari serangan para dosen penguji, hehehe.

ruthSotardodo Lambok Ruth Naibaho, S.T.
TA+Sidang+Revisi yang kejar-kejaran sama jadwal pulang ke Bali. Akhirnya semuanya selesai, Spa :) . Tinggal berenang-berenang aja kan di sana, hahhaha.

anggiPutri Rine Anggreini, S.T.
Maaf Anggi, gw ga bisa dateng sidang lo :( . Ada tante gw waktu itu. Terimakasih juga untuk dukungan lo di wall facebook gw :) . Jadi gimana Total?

silvySilvia Rahmawati, S.T.
Silvi.. No more menginap di LSP ya. Tapi tetep semangat, Sil. Kejar S2 lo. Sekarang bikin tesis deh.

beccaRebecca Carolina Simanjuntak, S.T.
Gagal sidang? Hahahha.. Udah lah ya, Bek. Gelar S.T. udah ditangan sekarang. Tinggal cari calon suami gubernur aja :)

danielDaniel Sanjaya, S.T.
Teman PTI (nol) gw. Teman jogging. Teman yang sangat perfeksionis. Akhirnya sidang juga ya, Dan. You deserve the best. Doakan saya menyusul.

daudMuhamad Daud Fahreza, S.T.
Sang pembuka kunci pertama LIPO. Selamat ya, Daud :)

arrumSekar Arrum, S.T.
Ibu Kordas udah lulus duluan, huhuhuu. Selamat ya Arrum. Hidup Single But Not Available!!

bebelIsabelle Aranditha, S.T.
Shireen, poni sensasional dan fenomenal. Selamat, Bel :) Ga ada lagi temen poni-poni-an gw, hiks.

karinKarinidya Ristiniati, S.T.
Rin, employee engagement akhirnya tamat juga ya. Doakan saya masih berjuang dengan corporate identity, hehhehe. Jadi sarjana jangan jadi penulis puisi ya, Rin. Hehhehe.

noviNovi Kumala Sari, S.T.
Nov, beres Nov kuliah. Akhirnya lulus juga. Ditunggu undangannya buat yang di bulan Februari. Salamku buat yayang lo ;)

agungAgung Hikmat, S.T.
Siaware membawa lo jadi sarjana, Gung? Ah tau gitu gw ikutan Siaware :D

danishAndhika Puji Daniswara, S.T.
Danis, sarjana nih. Jangan lupa printer LIPO dikembalikan ke tempatnya semula ya. Hahahha..

wilsonWilson Eddi Wijaya, S.T.
Jagoan finance kita akhirnya lulus juga. Kerjasama lo dengan Pak Pamoedji baik juga ternyata, Son. Makasi buat nasihat-nasihat bisnisnya, Bos.

aliaAlia Fariza, S.T.
Alia sidang juga. Akhirnya sarjana juga. Selamat ya, Al!

nawafNawaf Abdullah, S.T.
Waf, bawa pulang kebanggaan gelar sarjana ITB mu ke Bangil ya.

ajengAjeng Dwi Intan, S.T.
Ajeng, selamat ya!! Maaf ga bisa dateng sidangnya.

arfahM. Arfah D, S.T.
Sebelas semester akhirnya dilalui, Arf. Sarjana, Fah, dari teknik lingkungan. Jangan jadi wartawan ya. Hahahha..

kikiKiki Fernando Saragih, S.T.
Tragedi kemalingan di H-1 sidang ga membuat lo patah semangat ya, Bang. Udah sarjana. Gih pulang ke Siantar, bawa oleh-oleh gelar sarjana buat keluarga :)

Tidak lupa untuk teman dan sepupuku dari Universitas lain.

vini

ade

Vini Ratnasari, S.Ked. dan Ade Sari Nauli Sitorus, S.Ked.
Teruskan perjuangan koas kalian. Raih profesi dokter secepatnya. Jadi dokter yang baik. Jangan money-oriented :D

teman-teman

Untuk teman-teman yang masih berjuang.. Tetap Semangat!! Waktunya akan tiba kalian bergelar sarjana juga.

Dan untuk saya juga!!

dwi

Saya akhirnya mengikuti acara wisudaan dari himpunan mahasiswa Teknik Industri (MTI), Sabtu (18 Juli 2009), dari awal sampai akhir. Biasanya saya hanya sekedar menonton performance dari tiap angkatan dan pulang saat mulai renungan. Tapi kemarin, saya memutuskan untuk tinggal sampai renungan berakhir. Walau jam sudah menunjukkan pukul 11.28 malam dan renungan berakhir hampir pukul satu dini hari, saya merasa tidak rugi sama sekali mendengar renungan yang diucapkan oleh mereka, para wisudawan dan wisudawati, teman-teman saya sendiri.

Renungan juga diisi dengan banyak ucapan terima kasih untuk orang-orang yang sudah banyak memberikan kesan dalam melalui masa-masa di kampus ini.

Saya jadi sedikit merenung. Tuhan memang memberikan orang-orang tertentu, di waktu tertentu, di tempat tertentu, dengan tepat.

Beberapa orang pernah mampir sesaat dalam hidup kita dan kemudian pergi, sekedar untuk menghibur atau menguatkan. Ada juga orang-orang yang memang diletakkan Tuhan untuk menemani kita dalam jangka waktu yang cukup panjang, untuk mengerti apa itu komitmen dan kesetiaan. Ada yang hadir untuk menceriakan hari-hari. Ada yang hadir untuk mengajak berpikir. Ada orang-orang yang dihadirkan untuk bersama-sama melalui suatu perjuangan tertentu dan berakhir dengan perpisahan untuk menempuh perjalanan hidup yang berbeda. Ada juga yang menolong. Ada yang menempa mental kita.

Yang pasti saya tahu, Tuhan meletakkan orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi saya dan bisa saya kasihi, untuk bersama-sama menikmati hidup dan belajar. Belajar bahwa hidup adalah anugerah. Bahwa hidup adalah tentang Sang Pemberi Hidup itu sendiri, yang dengan kebaikanNya mengijinkan mereka-mereka hadir dalam hidup saya.

Buat saya sendiri ini merupakan pelajaran untuk selalu memberi diri kepada siapapun, acquaintance, friends, best friends, family, class mate, house mate, yang memang membutuhkan kehadiran saya. Terkadang untuk memberi pertolongan. Terkadang memeluk. Terkadang untuk mengingatkan dengan keras dan menasehati. Terkadang untuk hanya sekedar bercanda.

Kita tidak pernah tahu kapan mereka akan diambil dari hidup kita untuk mengisi hidup orang lain. Jadi bersikap manis lah untuk siapa pun yang kamu temui hari ini. Percayalah, walau hanya untuk sekedar tersenyum dan menyapa, mereka punya arti dalam hidup kita.

Postingan kali ini lagi-lagi akan bercerita tentang Sindy. Bukan dengan Iqbal, tapi dengan saya.

Saya dan Sindy mulai berteman di hari pertama kami ada di kampus Gajah. Pertama kali kami memakai jas almamater ITB di Sabuga. Diawali dengan pembicaraan ringan sejarah kami bisa terdampar di jurusan Teknik Industri ini.

Saat ini, tak terasa sudah hampir genap empat tahun kami berteman. Tapi setelah saya sadari, Sindy bukan sekedar teman buat saya. Tapi sahabat.

Di jurusan yang memiliki mahasiswa sebanyak 192 orang itu, kami terus berada di kelas yang sama bagaimana pun pembagian kelasnya dilakukan. Saat pembagian kelas dibedakan berdasarkan NIM genap dan ganjil, kami sama-sama berada di kelas ganjil. NIM saya 13405151 dan NIM Sindy 13405157. Saat kelas dibagi menjadi 4 berdasarkan urutan NIM dari awal sampai akhir, kami sama-sama berada di kelas 4 (rentang NIM 13405151-13405192). Saat kelas dibagi menjadi 3, berdasarkan urutan NIM 1 kelas 1, NIM 2 kelas 2, NIM 3 kelas 3, NIM 4 kembali lagi ke kelas 1, dan seterusnya, saya dan Sindy berada (lagi-lagi) di kelas yang sama. Karena NIM saya dan Sindy memiliki sisa = 1 jika dibagi dengan angka 3. (Bisa dipahami ga bagian ini?)

Bosan bertemu terus dengan Sindy? Terkadang! Tapi kami tanpa terasa terus saling membantu. Bahkan kami terus berada di kelompok tugas yang sama. Puncaknya di kelompok mata kuliah PLO yang dalam satu kelompok hanya terdiri dari dua orang saja. Saya dan Sindy lagi-lagi jadi soulmate. Bahkan sejak tingkat 4 ini, kami jadi housemate. Setiap hari saya harus bertemu dengan Sindy.

Malam kemarin, di kedai McDonald, lokasi Simpang Dago, pukul 6.30-7.40 malam, menu McFlurry Milo dan McFlurry Coffee Crunch.

Kami beromantis ria. Membicarakan persahabatan yang terjadi ini. Saya beberapa kali cemburu dengan pacar-pacar yang pernah menjadi kekasih hati Sindy. Sindy juga beberapa kali cemburu dengan teman-teman saya di beberapa unit kegiatan mahasiswa yang saya ikuti.

Dan kami tetap mempunyai satu rahasia yang tidak kami ceritakan sampai sekarang satu sama lain. Sindy kesal karena saya tidak pernah memberitahunya mengenai pujaan hati saya ketika saya masih di tingkat 3. Saya kesal karena Sindy tidak pernah memberitahu saya berapa berat badannya.

Walau banyak cek-cok, perbedaan pendapat, bahkan ada pertengkaran. Tapi saya senang bisa mengenal teman Sunda saya ini, Sindy Allrani.

Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu.

Saya harap persahabatan yang kami jalin ini bisa memberikan perubahan positif pada diri kami masing-masing.

Luar biasa, saya menulis tiga postingan dalam satu hari. Terlalu banyak cerita manis pada hari ini yang tidak kuat saya tahan sendiri. Selamat menikmati cerita dan pelajaran di hidup saya hari ini, Sabtu, 20 Juni 2009.

Salah satu sahabat saya, Dwi Arryma Niza aka Nise, maju sidang Tugas Akhir sarjana pada hari ini.

Saya, walau hanya menonton tapi, DEG-DEG-AN setengah mati!!

Waktu latihan sidang kemarin, bahkan sampai tadi pagi-pagi. Nise terbata-bata. Nada suaranya datar. Saya kuatir dia gugup dan blank saat presentasi hari ini.

Namun presentasi tugas akhirnya berjalan lancar. Bapak Suprayogi dan Ibu Rajesri Govindaraju selaku dosen penguji memberikan pertanyaan yang cukup mendasar dan membuat Nise terdiam. Bingung. Untungnya Pak Arie Samadi (biasa kami panggil Pak Cok), sebagai dosen pembimbing, mengarahkan Nise untuk sanggup menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Saya was-was dan panik sendirian.

Sidang berlangsung kurang lebih dua jam. Saya tidak tega melihat teman saya itu dibantai. Saya cuma bisa bantu doa dari tempat saya duduk dan melihat saat itu.

Akhirnya sidang selesai. Nilai dibacakan. Nise, sahabat saya, dapat triple A!!

Saya bangga! Senang! Terharu!!

Nise, selamat kawan! Gw bangga sama lo, Nis! Selamat menempuh hidup baru yang lebih keras di luar sana. Doakan gw yang masih berkutat dengan TA. Senang menjadi bagian dari kehidupan lo di kampus ini :) . Makasi juga untuk pelajaran berharga yang udah lo bagi ke gw. Kalau manusia adalah makhluk sosial. Dan kesuksesan tidak diraih dari kejeniusan, tapi dari kerja keras.

Cheeeeerss for Nise!!!

Masakan kali ini tidak berasal dari dapur buatan saya, tapi dapurnya Sindy. Setidaknya masih dalam naungan yayasan Share House. Sindy adalah guru memasak saya yang terkenal, paling tidak seantero keluarga besar Teknik Industri ITB.

Setiap orang punya caranya sendiri-sendiri mengungkapkan rasa kasihnya kepada orang yang dikasihinya tersebut. Seperti Sindy, ia menunjukkan perasaan sayangnya dengan membuatkan masakan untuk sang pacar, Iqbal. Tebak berapa kenaikan berat badan yang dialami sang pacar? 11 kilogram dalam 5 bulan. Sindy memang luar biasa, two thumbs up!

Sindy dan Iqbal

Foto Sindy bersama Iqbal

Hari ini adalah tepat peringatan 11 bulan sejak mereka resmi jadi pasangan muda-mudi (*halah). Dan Sindy membawakan Iqbal sarapan berupa pasta fusili dengan topping daging cincang pedas. Tidak lengkap tanpa hiasan pemanis, telur dadar dan baso ikan pun melengkapi sarapan pagi itu.

Pasta Fusili penuh cinta

Foto Sindy dengan boneka sapi pemberian Iqbal dan sarapan pasta fusili spesial

Girls love flowers. Boys love food.

Jadi beruntunglah para pria yang memiliki pasangan wanita jago memasak. Dan beruntunglah para wanita yang memiliki pasangan pria jago merangkai bunga (???). Hahahhaa…

Happy 11 months anniversary!!

Buat Sindy dan Iqbal… Cheeeeerrss!!

Kamis sampai Sabtu kemarin saya menghabiskan waktu saya di kota Garut bersama teman-teman lain, Sarah, Ruth, Frida, Rega, David, Julius, Arion, dan Martin. Misi utama kami adalah untuk membantu Sarah melakukan survey di industri penyamakan kulit daerah Sukaregang, Garut. Dua hari pertama merupakan hari yang cukup melelahkan karena kami harus masuk dari satu pabrik ke pabrik lain untuk kemudian mewawancarai pemilik usahanya. Perbedaan latar belakang pendidikan dan lingkungan membuat komunikasi pada saat wawancara ini menjadi cukup sulit. The best part di dua hari ini adalah pada saat ber-delman-ria untuk mencapai daerah industri. Saya suka :)

Akhirnya dua hari yang berat itu dapat kami lalui. Dua puluh lima data survey yang diperlukan berhasil kami kumpulkan dalam waktu dua hari tersebut. Hari ketiga akan jadi hari yang menyenangkan karena kami akan WISATAAA!!!

Sesuai dengan rekomendasi dari dosen teman saya, maka kami memutuskan untuk ke salah satu kawah di kota ini. Namun ternyata ongkos yang diperlukan untuk bisa sampai ke kawah tidak bisa dibilang sedikit, yaitu Rp 30.000 per orang. Belum lagi ditambah tiket masuk dan pengeluaran bla bla lainnya. Akhirnya kami hanya berakhir di Resto Bungalow, Sari Papandayan.

High recommended place to refresh your mind! Restoran yang menyajikan suasana pedesaan dengan harga tidak terlalu mahal. Restoran ini menjadi sempurna karena dilengkapi dengan pemandangan yang luar biasa cantik dan kebun strawberry. Setelah sesi foto-foto selesai, kami berbincang-bincang sambil menikmati makanan yang disajikan. Sesi bebas setelahnya memberi saya waktu untuk merenung dan tidak henti-hentinya memuji pemandangan yang “keren banget” ini.

God is THE REAL ARTIST!! He is THE GREATEST ARTIST EVER!!

Rangkaian pegunungan yang angkuh, sawah yang membentang luas, pepohonan yang berbaris rapih, ditambah dengan awan bergulung seperti suasana hatiku yang galau, dan menjadi sempurna dengan bayangan gunung kelabu yang nun jauh di sana. Tidak ada cacat sama sekali. Buatan tangan Tuhan memang selalu indah dan sempurna. Begitu pula dengan saya dan kamu. Tidak ada cacat dan kesalahan dalam tiap individu. Setiap manusia diciptakan indah dan sempurna.

Saat saya melihat ke bawah, saya melihat ada tanah berlumpur yang membuat kaki saya enggan melangkah di sana. Seperti itulah hidup saya saat ini, suatu kehidupan yang sebenarnya enggan untuk saya lalui. Tapi saat saya melihat gambaran besar dunia ini, yang bisa saya lihat hanya keindahan. Itulah pemandangan yang akan saya nikmati nanti. Saat saya sudah bisa melalui waktu-waktu yang berat ini kemudian saya melihat ke belakang, yaitu rangkaian kehidupan yang sudah saya lewati, dan menghayati setiap hal yang sudah Tuhan buat dalam hidup saya. Saat itulah saya akan melihat gambaran besar kehidupan yang sudah saya lalui begitu indah dan sempurna.

Nice quote dari Sarah, “Kita hanyalah sebagian kecil dari dunia ini. Kalau Tuhan bisa mengatur semua ciptaannya ini menjadi begitu indah, kenapa kita tidak membiarkan Tuhan mengatur kehidupan kita juga?”

“Garut, I’m in love” memang tidak terdengar seromantis “Eiffel, I’m in love.” Tapi di kota ini saya bisa melihat romantisme dari Sang Pencipta.

Bunga adalah gambaran wanita. Itulah mengapa bunga memiliki relasi yang dekat dengan wanita. Dan itulah mengapa bunga merupakan ciptaan yang indah. Karena bunga bisa bercerita banyak hal.

Blog Stats

  • 11,956 hits

My Mood

My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

Flowers

sunflower

passion flower

red flower

hand flower

bucket flower

More Photos

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Pages