You are currently browsing the category archive for the 'poetry' category.
I am too strong to cry
I am too mature to be angry
But it hurt too much to laugh
I’m standing in the middle of nowhere
I don’t know where i’m going
I don’t know where i will be end up
Somewhere else..
Far away..
I don’t expect too much..
But why I am disappointed?
Manusia sering kali hanya berhenti di persimpangan. Takut memilih. Takut akan resikonya. Tapi hidup adalah tentang pilihan. Kamu tidak akan memperoleh apa pun kalau tidak berani memilih. Kado itu tidak akan berjalan dengan sendirinya kepadamu. Tapi tugasmu lah untuk mencarinya. Untuk mengusahakannya.
Jangan lihat apa yang di belakangmu. Fokuskan pada tujuan hidupmu. Tinggalkan sesuatu yang memang harus ditinggalkan. Teguhkan hatimu. Ambil satu langkah.
Jangan hanya berdiri di persimpangan. Situasi di sana hanya akan membuatmu serba salah. Mari melangkah! Supaya kamu punya alasan entah untuk menangis atau untuk tertawa. Atau untuk menjadi kecewa akan sesuatu.
You’re quite strong. Be brave, big girl!
Saya akan menampilkan puisi buatan saya lagi. Puisi ini saya buat tanggal 19 Juli 2009. Namun saat itu saya belum sempat menuliskan puisi ini dalam blog saya.
Dipersembahkan untuk seluruh wanita di seluruh dunia. Kalian indah apapun yang orang-orang katakan tentang diri kalian. Karena keindahan itu hadir dari jiwamu yang tulus. Jadi, hargailah diri kalian sendiri karena kalian memang berharga.
Langkah-langkah memutar… Menari dalam warna… Mencari keindahan diri sendiri… Kedipan mata. Lentikan jari. Gelombang helai-helai rambut. Abu-abu… Tidak menjadi hitam. Tidak menjadi putih. Berhenti saja. Abu-abu dari mu tidak membantuku. Terjebak dalam rangkaian tali-temali Kehilangan arah sang jari-jemari Kemilau dari mu pun menyesatkanku. Aku. Lelah. Kawan. Jangan. Bermain. Warna. Lagi. Warnanya. Miliknya. Warnaku. Milikku. Sendiri. Perempuan, hidupmu berwarna-warni Ada ketakutan yang menyenangkan. Ada kesenangan yang menakutkan. Tutup matamu. Hirup udara. Rasakan saja sendiri. Kau indah di dalam sana, Hai perempuan!Akhirnya saya memberanikan diri untuk memposting puisi hasil buatan saya sendiri. Sebenarnya saya sudah mulai membuat puisi sejak duduk di bangku SD. Tapi baru-baru ini saya menyesali mengapa saya tidak pernah mendokumentasikan setiap puisi yang pernah saya buat. Dan bukan hal yang mudah buat saya mengambil keputusan untuk pada akhirnya membiarkan puisi, yang adalah ekspresi perasaan terdalam saya, dibaca oleh publik.
Don’t laugh or get surprised! I’ve already told you that I’m a tough-minded girl from outside but fragile-hearted inside
. Saya cuma mau mengecek apakah interpretasi kalian, setelah membaca puisi ini, sama dengan emosi saya dibalik pembuatan puisi ini. Saya sengaja tidak menuliskan judul pada puisi ini, karena kalian akan langsung tahu arti sebenarnya. Hehe..
Leave your comment, please! And don’t forget to give your own title for my poetry. Thank you fellas!
I feel empty inside I find noone but myself Sitting… Flustering… Weeping…
I miss you, Daisy… Flowers of happiness Who bring calyx to my fear But I am flowerless…
Suddenly… You appear in my room I look like a freeze dried red rose Alone… Laying down in the huge world of white
No, you don’t come closer You’re from my past No more you, the unreal
I’m still learning to breath from the stupidity of mine I’m still finding the other you out of my nightminds
Truth is the only key to open But your lips erase those lies I surrender… Falling in this pain deeper… Through this pleasurable words..







Comment