You are currently browsing the category archive for the 'melankolis' category.

Saya lelah hidup dalam bayang-bayang. Saya lelah terus merasa terkepung. Saya mau melihat cahaya mentari dan kerlap-kerlip bintang.

Ketika Tuhan membiarkan saya dikelilingi kegelapan, hal itu semata-mata untuk membuat saya belajar untuk mencari keindahan dari wujud Tuhan itu sendiri. Ketika Tuhan membiarkan saya jatuh berkali-kali. Dan kemudian jatuh lagi. Dan lagi. Lagi. Bangun untuk kembali jatuh lagi. Saya lagi-lagi percaya hal itu hanya untuk membuat saya merasakan kekuatan sejati dariNya.

Kalian boleh percaya, boleh tidak. Beberapa orang mengenal saya sebagai wanita yang sering menangis. Kalian boleh bilang saya cengeng. Atau lemah. Atau rapuh. Tapi saya belajar mencari kekuatan di setiap ketidakberdayaan saya. Ketika saya tidak lagi kuat dan air mata mengalir dengan leluasa, saya hanya bisa menutup mata dan membiarkan bayangan ini kembali. Saya akan tenggelam di samudera air mata saya sendiri. Lemah dan tidak berdaya. Saya akan sangat lelah mencari pertolongan. Mencoba menggapai kebebasan untuk melihat keindahan langit. Inilah bayangan yang selalu muncul, sejak saya masih kecil, ketika saya merasa sangat sedih, kecewa atau putus asa. Kalian boleh bilang saya gila. Sakit jiwa. Schizophrenia.

Tapi inilah saya. Manusia dungu dan bodoh. Lemah dan rapuh.

Kalau kalian melihat saya sampai saat ini bisa berjalan tegak. Tersenyum ceria. Membagi kehangatan. Berkata tentang masa depan. Atau optimisme. Saya cuma bisa bilang, “Praise the Lord!” Karena saya cuma manusia dungu dan bodoh! Karena saya cuma hidup dengan mengandalkan kekuatan dariNya. Karena saya hidup cuma dengan memegang janjiNya. Karena Dia di dalamku dan aku didalam Dia. Karena pada kenyataannya, saya tidak bisa berbuat apa pun.

Ketika saat ini Dia memerintahkan saya untuk bertahan, saya cuma bisa berpegang pada iman.

Kawan-kawanku, saya angkat topi untuk kesuksesan yang bisa kalian raih. Saya terharu karena melihat suatu mimpi yang berubah jadi kenyataan.

Kita pernah tertawa bersama untuk humor-humor ringan dan crunchy. Kita pernah tertunduk bersama untuk renungan-renungan singkat tentang hidup ini dan tentang Tuhan. Saya pernah menangis dan itu hanya karena saya merasa aman menangis bersama kalian. Kita pernah menjadi sangat emosional saat membenturkan prinsip-prinsip hidup, saat karakter saling bergesekan.

Saya pernah merasa sangat nyaman bersama kalian. Tapi asal kalian tahu, saya juga pernah merasa sangat terganggu berada di tengah-tengah kalian. Waktu-waktu singkat bersama kalian ini terasa indah. Terimakasih pernah menjadi bagian indah dalam hidup saya. Kehadiran kalian semata-mata hanya untuk membuat saya semakin merasakan kebaikan Tuhan. Mari sama-sama terus memandang kepada Dia karena Dia tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kamu semua merasa bahagia. Dan “Tetap Setia!”. Kalian cuma perlu tahu, ada orang-orang yang juga berjuang di tempat yang berbeda. Berjuang untuk tetap setia (Rega Kristian Sinulingga di kaki Gunung Manglayang, 25 April 2009).

Kesenangan dan segala kebersamaan itu berakhir juga. Untuk sementara waktu. Hingga 10 tahun lagi, bersama keluarga tercinta :)

Cheers!!

Untuk kesuksesan kita bersama!!

Ditulis dengan rasa haru yang besar untuk Ruth Naibaho dan Rebecca Carolina. Juga untuk Ferry Martho Pangaribuan. Serta Kiki Fernando Saragih, Sarah Rainy, dan Laura Sihaloho, yang sudah lebih dulu pergi berkelana.

Tidak ada yang bisa menjadi hal yang lebih membahagiakan selain memiliki seseorang yang bisa ikut merasakan kebahagian saat ini.

Beberapa hari ini saya belajar untuk memperhatikan setiap orang yang hadir dalam kehidupan saya sebagai makhluk yang spesial. Dia yang galak. Dia yang well organized. Dia yang banyak curhat. Dia yang banyak tertawa. Dia yang super pendiam. Dia yang terlampau serius. Dia yang otomatis romantis. Dia yang jutek parah. Dia yang hobi menelepon. Dia yang rajin berdoa. Dia yang fashionable. Dia yang cuek. Dia yang sering overconfidence. Dia yang memang cerdas. Dia yang kreatif. Dia yang kuno. Dia. Dia. Dia. Mereka semua buat saya adalah makhluk-makhluk yang extra ordinary.

Satu dari mereka tidak akan selalu punya waktu untuk selalu bersama saya melalui tawa dan tangis. Tapi saya punya banyak persediaan. Ketika yang satu berhalangan, ternyata saya punya yang lain. Saya tidak mau lagi menggolong-golongkan si dia adalah “sahabat baik”, si dia hanya “teman bersenang-senang”, si dia cukup seorang “acquaintance”, si dia “teman hidup dan matiku”, dan julukan-julukan lainnya. Setiap orang yang hadir dalam hidupku, baik sesaat maupun seabad, adalah temanku.

Mereka yang hadir sesaat ataupun seabad itu bisa membawa dampak besar dalam hidupku yang singkat ini. Dan besarnya dampak yang diberikan tidak berbanding lurus dengan satuan waktu yang mereka habiskan bersama saya. Tapi dengan kualitas hubungan yang terjalin.

Kalian memiliki peran untuk membentuk saya menjadi pribadi yang seperti saat ini. Lewat karaktermu. Kata-katamu. Cara pandangmu. Kesenanganmu. Humormu. Kebiasaanmu. Kerja kerasmu.

Kembali ke statement pertama saya pada postingan kali ini. Sampai saat ini, saya tidak pernah kehabisan teman untuk bersama-sama mengarungi kehidupan baik dalam senyum penuh kegembiraan maupun perihnya hati. Saat ini saya gembira sekali. Disamping karena playlist yang memang saya atur berisi lagu-lagu ceria dan penuh semangat, saya juga semakin menyadari bahwa saya merasakan kehadiran kasih Tuhan melalui tiap-tiap individu yang mampir dalam hidup saya. Dan saya tidak pernah dibiarkan seorang diri melalui batu-batu besar dan kecil ini.

I’m so blessed. Thank You, Lord!

Bandung hujan sore ini. Entah kenapa, ternyata kondisi cuaca di luar sana begitu mempengaruhi suasana hati saya saat ini. Saat langit semakin mendung, suasana hati pun demikian.

Perkenalkan, saya Dwi, makhluk paling melankolis yang pernah ada!

Saya menangis saat mengekspresikan segala sesuatu. Saat senang. Putus asa. Sedih. Mencapai kesuksesan. Marah. Untungnya saya tidak menangis saat lapar. Hahahaha.. (emang masih bayi!).

Ralat! Perkenalkan, saya Dwi, makhluk paling cengeng yang pernah ada!!

Masih berhubungan dengan postingan terakhir saya tentang beberapa orang yang mulai ditarik dari kehidupan saya, sekarang mereka benar-benar sudah mulai pergi. Satu per satu. Akhirnya hilang. Kosong.

Sindy Allrani. Gitaditya Witono. Dwi Arryma Niza. Retno Isnarwati. Tigor Boraspati. Kiki Fernando. Sarah Rainy.

Who’s next?

Hidup memang sebuah misteri. Terlalu banyak hal yang tidak dimengerti, datang. Terlalu banyak hal yang tidak diharapkan, terjadi. Dan Tuhan memang tidak pernah terselami jalan pikiranNya. Saat segala sesuatu tampak baik, ternyata Dia berencana lain. Saat segala sesuatu tampak berat, Dia membiarkannya.

Sebagai manusia, saya masih terus menyusun puzzle kehidupan yang berantakan. Sempat tersusun suatu gambaran masa depan yang terlihat indah. Tapi lagi-lagi, Sang Pemilik Kehidupan ini membongkarnya. Hancur. Dan saat ini, saya kembali terduduk lemah menyusun keping-keping kehidupan untuk suatu masa depan yang penuh damai sejahtera.

Tapi saya hampir putus asa. Pandangan saya kabur. Air mata sudah tak terbendung lagi. Tangan saya terlalu lemas. Kaki saya pun terlalu lelah untuk berjalan mencari kepingan lain yang terbang berhamburan. Ya Bapa, aku perlu pelitaMu. Berikan aku mataMu. Berikan aku tanganMu. Berikan aku kakiMu. Sesungguhnya, hanya kekuatan dariMu saja yang bisa kuandalkan saat ini.

Tuhan, berikan aku hatiMu. Untuk dapat memahami rencanaMu. Paling tidak, untuk dapat memahami kalau setiap apa yang pernah, sedang, dan akan terjadi, adalah baik buatku.

“there are things we don’t want to happen but have to accept, things we don’t want to know but have to learn, and people we cannot live without but have to let go..”

Aku baru saja menyadari kalau menulis itu memang harus berasal dari hati. Menulis ternyata sulit sekali ketika harus dengan sengaja dikarang-karang. Aku baru menyadari kalau setiap kata demi kata dalam tulisan seharusnya mengandung kejujuran di dalamnya.

Akhir-akhir ini aku sudah jarang meng-update tulisan di blog ini. Bukan karena keproduktifanku dalam menulis berkurang. Percayalah aku tetap menulis! Tapi aku tidak bisa mempublish tulisan-tulisanku ketika terlalu banyak hal-hal yang cukup pribadi di sana.

Baiklah, mari kita jujur saja! Aku memang sudah jarang menulis. Karena aku tidak berani jujur dengan diri sendiri! Dan aku takut tulisan-tulisanku pada akhirnya nanti mengumbar dengan jelas ketakutan-ketakutanku selama ini. Aku membayangkan betapa mengerikannya aku membaca sendiri ketakutan-ketakutan itu.

Kondisiku saat ini, baik! Hanya saja aku masih terus belajar untuk kuat berdiri dengan kaki sendiri. Saat ini satu per satu orang-orang yang membantu untuk menopangku mulai ditarik dari kehidupanku. Tak mengapa! Karena aku pun sangat sadar kalau jalan hidup setiap orang berbeda dan tidak bisa dipaksakan untuk kepentinganku seorang. Jadi kondisiku saat ini, baik sekali! Karena aku dalam proses belajar menjadi wanita yang lebih tangguh lagi.

Menulis ini saja sudah membuatku berkaca-kaca. Hampir saja ketakutan-ketakutanku dibuka sedikit demi sedikit. Tapi lewat tulisan ini, aku belajar bagaimana mentransfer setiap ketakutan menjadi motivasi untuk diri sendiri.

Sesungguhnya penopang sejati itu hanyalah Tuhan. Jangan pernah meletakkan pengharapanmu pada manusia yang fana. Saat segala sesuatu yang baik seperti hilang dari hidupmu, percayalah Tuhan menunggumu untuk kembali memandang hanya kepada Dia saja. Dan Dia, satu-satunya pribadi, yang tidak akan pernah meninggalkanmu.

Untuk teman-teman yang mengasihiku, kali ini aku tidak perlu bantuan kalian. Ini saat yang tepat untuk aku merasa sangat lemah, supaya aku bisa merasakan kekuatan dari-Nya. Huff, tapi saat aku tidak kuat lagi, tolong datang untuk sekedar memelukku. Di waktu-waktu tertentu, aku akan sangat membutuhkannya. Hanya jika kalian punya waktu dan bersedia, aku tidak memaksa.

“Stop trusting the power of humans. They are all going to die, so how can they help?” Isaiah 2:22

“Christ living in you, giving you the hope of glory.” Colossians 1:27.

I am too strong to cry
I am too mature to be angry
But it hurt too much to laugh

I’m standing in the middle of nowhere
I don’t know where i’m going
I don’t know where i will be end up

Somewhere else..
Far away..

I don’t expect too much..
But why I am disappointed?

Manusia sering kali hanya berhenti di persimpangan. Takut memilih. Takut akan resikonya. Tapi hidup adalah tentang pilihan. Kamu tidak akan memperoleh apa pun kalau tidak berani memilih. Kado itu tidak akan berjalan dengan sendirinya kepadamu. Tapi tugasmu lah untuk mencarinya. Untuk mengusahakannya.

Jangan lihat apa yang di belakangmu. Fokuskan pada tujuan hidupmu. Tinggalkan sesuatu yang memang harus ditinggalkan. Teguhkan hatimu. Ambil satu langkah.

Jangan hanya berdiri di persimpangan. Situasi di sana hanya akan membuatmu serba salah. Mari melangkah! Supaya kamu punya alasan entah untuk menangis atau untuk tertawa. Atau untuk menjadi kecewa akan sesuatu.

You’re quite strong. Be brave, big girl!

Saya punya kawan. Namanya Hari.

Sayang sekali usianya hanya mencapai 24 jam dan kemudian nyawanya hilang melayang. Belum lagi 6-8 jam dihabiskan untuk tidur. Jadi total saya bertemu dan menikmati waktu bersama Hari hanya sekitar 16 jam.

Nah, jadilah produktif di 16 jam bersama Hari. Sebelum matahari terbenam, langit menjadi gelap, dan bintang-bintang datang berkedip-kedip. Saatnya untuk mengatakan pada Hari, “Goodnight and Goodbye,” karena esok akan datang Hari yang lain. Dengan karakter yang berbeda.

Ayo tetap semangat!
Tetap ceria menyambut hari ini!
Jadilah bagian yang menyenangkan dan berkesan untuk hari ini. Karena dia tidak akan pernah kembali lagi.

But I am like an olive tree flourishing in the house of God; I trust in God’s unfailing love for ever and ever. I will be like a well-watered garden, like a spring whose waters never fail.

Blog Stats

  • 13,951 hits

My Mood

My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

Flowers

sunflower

passion flower

red flower

hand flower

bucket flower

More Photos

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Pages