You are currently browsing the category archive for the 'boulevard' category.

GLEK!!

Ini adalah bagian kedua dari gumpalan nasi yang harus saya telan. Menyebalkan sekali. Waktu makan siang tadi, saya menelan duri. Sudah tiga gelas air putih saya teguk habis tapi duri ini tidak mau pergi juga. Hampir saya putus asa sampai berharap Gery Chocolatos bisa membantu. Pikiran yang bodoh :(

Cukup sudah bicara tentang duri dalam daging itu. Saat ini saya mau menulis tentang sesuatu yang penting sedikit serius hingga membuat saya hampir tidak percaya. Yang pastinya tidak berhubungan sedikit pun dengan duri.

Besok hari Senin. Hari pertama di minggu terakhir saya, duduk di bangku kuliah. WOW!! Setelah menjalani tahun demi tahun menjadi mahasiswa Teknik Industri di ITB ini, akhirnya saya mencapai minggu terakhir berkuliah juga. Well, just ignore my last assignment (TA). It makes me sick!!

kulker

Saat ini saya mau meningat masa ketika saya memasuki institut terbaik bangsa ini. Bangga dan puas waktu itu. Siapa sangka seorang “saya” bisa masuk kampus ini? Siapa sangka juga, ternyata saya bisa mengikuti kuliah dengan baik tanpa harus melewati ancaman di-DO (drop out). Walaupun harus tertatih-tatih melewati ujian demi ujian, tugas demi tugas, dan kaderisasi demi kaderisasi ;)

“Senang” ketika melihat nilai A di transkrip. “Bernafas lega” ketika ada nilai B. Dan “Sudahlah” ketika muncul nilai C di sana. Dan semester ke semester pasti dilalui dengan banyak berkata, “Sudahlah.”

Saya juga teringat perang batin yang terjadi setiap mau masuk kelas. Ketika diri ini bertemu yang namanya “kemalasan”, “ngantuk”, “mau jalan-jalan aja”, dan alasan-alasan juga pembenaran-pembenaran lain. Tangan ini sudah cukup banyak menggoreskan tanda tangan di lembar absen itu. Dan akhirnya saya mampu melewati perang batin itu dengan selalu lolos absen 80%. Walau seringkali yang dilakukan di dalam kelas hanyalah bergosip, bengong, dan sesekali tidur.

praktikum material teknikDi awali dengan Pengantar Teknik Industri di tingkat satu disertai dengan UTS-UTS di setiap hari rabu sore. Disusul dengan praktikum dengan tugas pendahuluan dan laporan yang menyebalkan dari mata kuliah Material Teknik dan Proses Manufaktur di tingkat dua. Belum lagi ditambah dengan praktikum Logika Pemrograman. Tingkat tiga yang hectic dengan praktikum dan laporan PTI-nya, Perancangan Alat Bantu, praktikum Rangkaian Elektrik dan Elektronika, Otomasi, dan kuliah-kuliah ekonomi yang mulai bermunculan. Tingkat empat ditutup dengan manis oleh Simulasi Komputer dan juga kesibukan memuncak dari Perancangan Tata Letak Pabrik aka PLO (Plant LayOut).

Segala kesibukan itu akan berakhir. Perasaan was-was mengejar deadline, konflik dengan teman, dan kurang tidur karena mengerjakan tugas pun akan berakhir. Perang batin “masuk atau tidak masuk kelas” juga akan berakhir. Ya, berakhir di minggu ini.

empat labtekSaya rasa saya akan merindukan masa-masa ini. Masa ketika menjadi mahasiswa dengan segala bentuk suka dan dukanya. Masa ketika teman menjadi anugerah terindah yang pernah dimiliki. Masa ketika pulang larut malam bukanlah hal yang tabu. Masa pengejaran dan pembentukan konsep diri. Masa nonton film hasil download-an dari rileks. Masa nge-net gratisan di kampus karena selalu pinjam AI3 teman (I’m so sorry guys), Masa makan di KBL, kantin Tambang, Barak, Borju, Bengkok, dan GKU Barat dengan ibu-ibu kasir yang jutek. Bahkan makan di Gelap Nyawang dan Kantin di Gerbang Belakang. Masa pegel-pegel karena terlalu lama mengetik di depan laptop. Masa-masa LPJ (Laporan Pertanggungjawaban). Masa duduk-duduk di Sunken Court. Masa-masa rapat-merapat di eks UPT Olahraga lantai dua, tepatnya di Boulevard si Unit Miskin. Masa jualan Tabloid Mahasiswa paling oke di kampus. Masa foto-foto di Jonas. Masa curhat-curhatan di selasar empat labtek. Masa bikin modul dan periksa tes awal di ruang seminar Studio Manajemen-LIPO. Masa ketika saya banyak sekali berdoa karena untuk melewati banyak hal tersebut saya perlu sesuatu untuk membuat kaki saya tetap teguh berdiri.

kelas4 hufflepuff

pmk2005

Fiuuhh!! Masa demi masa memang akan berlalu. Dan saya merasa bersyukur kalau Teknik Industri, Unit Jurnalisme Boulevard, Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI), Paduan Suara Mahasiswa (PSM), dan Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi (LIPO) boleh menjadi bagian dari kenangan saya di kampus ini, Institut Teknologi Bandung.

menatap masa depan..hehehe

Itu saja yang mau saya tulis saat ini. Cukup serius kan? Perasaan saya campur aduk. Sampai-sampai duri dalam daging itu sudah entah kemana perginya.

Saya memilih untuk menjawab “tidak” atas pertanyaan itu. Cukup banyak ternyata bagian yang terlupakan dari seluruh tanggung jawab saya sebagai Pemimpin Perusahaan di Boulevard. Tidak melakukan ini dan itu.

Dari awal memang tidak memiliki hati yang total untuk menjadi bagian dari komunitas ini. Bergerak sebagai Pemimpin Perusahaan hanya berdasarkan tanggung jawab semata-mata. Saya menganggapnya hadiah besar yang tidak pernah terbayangkan. Saya tidak pernah berusaha untuk mendapatkannya. Tapi secara gratis diberikan begitu saja. Akhirnya saya berusaha melihat kesempatan ini sebagai sesuatu yang seharusnya bisa saya optimalkan.

Arfah dan Gio, rekan yang memikul beban sama dengan saya, tidak memiliki kedekatan secara emosional. Saya yang sulit untuk beradaptasi dengan orang baru, sulit pula untuk bisa bekerja sama dengan baik bersama kedua rekan saya tersebut. Kalau tidak ada kedekatan secara emosional baiklah kita ciptakan kedekatan secara profesional. Jadilah saya seorang Pemimpin Perusahaan yang terlampau keras. Saya sangat kaku. Bekerja terlalu struktural. Bagian penting yang saya lupakan, empati.

Itulah kenapa saya merasa dibantai mengenai hal ini di LPJ saya. Saya mengakui kelemahan saya di bagian ini. Tapi itu semua karena saya terlambat menyadarinya. Terlalu concern dengan study dan menganggap keberadaan saya di unit ini tidak sebegitu pentingnya.

Sampai akhirnya saya dicalonkan menjadi Pemimpin Umum dalam pemilihan kepengurusan baru kemarin (Sabtu, 9 Februari 2008). Saya tidak menyangka ada orang-orang yang masih percaya dengan kinerja saya. Saya yang cenderung menutup diri, tidak total memberikan hati dan diri saya di unit ini, tersadar kalau ternyata saya punya nilai. So pathetic.

Walau akhirnya saya tetap tidak bersedia menjadi Pemimpin Umum dan kampanye saya lebih bersifat “jangan pilih saya ya,” saya merasa mendapatkan semangat lebih dari pada sewaktu saya diberikan jabatan Pemimpin Perusahaan. Hal ini membuat saya masih tetap bersedia memberikan waktu saya untuk Boulevard. Kali ini saya juga akan berikan hati saya. Tanpa memberikan janji yang muluk-muluk, saya cuma bisa berjanji bahwa saya mendukung kalian (kepengurusan baru terutama).

Tetap dekat secara emosional. Tetap tunjukkan profesionalisme. Tepat waktu. Saling menghargai. Nikmati setiap kesibukan. Tetap semangat dan selamat bekerja. Ray, Nise, Dipta, dan Windy. Serta seluruh staf.

FFiuuh…

Boulevard edisi terakhir masa kepengurusan gw. Akhirnya berakhirlah sudah.

Rabu jam 10 malam semua ke-hectic-an itu dimulai. Di apartemen Ciumbuleuit milik Dipta. Gw seneng karena banyak Boulers yang peduli dan dateng (buat yang dateng ga papa juga kok…gw juga berterimakasih atas kerja keras kalian).

Seperti biasa, gw mendorong staf redaksi dan artistik menyelesaikan tugas-tugasnya sebelum jam 7 pagi keesokan harinya karena mau naik cetak pagi-pagi. Dan seperti biasa pula, mereka tidak pernah bisa menepati janjinya. Benci. Marah. Akhirnya gw memutuskan untuk tidur daripada ngomel-ngomel (kan repot kalo gw suruh Gio “loncat dari lantai 10). Dan akhirnya semua-semuanya baru beres jam 2.30 siang hari kamis. Deadline mundur tujuh jam tiga puluh menit (kurang baik apa gw???!!!).

Ke percetakan bersama Gita (staf redaksi) dan Dipta (staf artistik). Proses berjalan lancar. Setelah ditinggal Dipta dan mobilnya, akhirnya gw dan Gita naik becak (terakhir naik becak 15 tahun lalu di Solo).

BOULEVARD 59

terbit Senin, 10 Desember 2007

 

terimakasiiii banget buat….

Ika (ibu PU “jangan mendua” ya)

Gio (gw tau lo seneng pas gw tidur karna jadinya gw ga menekan lo…hahaha..licik kau!!)

Arfah (untung udah terbitan terakhir.. kalo pake acara “kacau” lagi… gw botak-in lo)

Ray (walau edisi ini lo sakit… tapi lo tetap staf terbaik… gw ga suruh lo “loncat” lagi deh)

Dila (who’s next??)

Haikal (love u so much… “a million” dollar baby!!!)

Nise (sudah menemukan kenikmatan dalam kata-kata rupanya… ckck…)

Gita (terbitan ini mengobati ke-kangen-an gw atas ke-jomblo-an lo, hahahaa)

Hanna (Om Canti Canti Om…)

Dipta (makasi makanan dan tempatnya.. maap ya abis, heheee)

Panji (the finisher… keren lah pokoknya)

Puspa (gw melihat lo tertidur sambil duduk tegak depan laptop saat menulis… aneh bin ajaib)

Rino (trimakasi buat… hm… bantuan… hm… softex-nya)

juga buat :

Sindy, Septine, Dwi kecil, Sofi, Rio, Atin, Lydia, kawan-kawan Bouler 2007 lain.

NB : tetap semangat ngelipetin ya…

Bunga adalah gambaran wanita. Itulah mengapa bunga memiliki relasi yang dekat dengan wanita. Dan itulah mengapa bunga merupakan ciptaan yang indah. Karena bunga bisa bercerita banyak hal.

Blog Stats

  • 12,183 hits

My Mood

My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

Flowers

sunflower

passion flower

red flower

hand flower

bucket flower

More Photos

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Pages