Saya punya kawan. Namanya Hari.
Sayang sekali usianya hanya mencapai 24 jam dan kemudian nyawanya hilang melayang. Belum lagi 6-8 jam dihabiskan untuk tidur. Jadi total saya bertemu dan menikmati waktu bersama Hari hanya sekitar 16 jam.
Nah, jadilah produktif di 16 jam bersama Hari. Sebelum matahari terbenam, langit menjadi gelap, dan bintang-bintang datang berkedip-kedip. Saatnya untuk mengatakan pada Hari, “Goodnight and Goodbye,” karena esok akan datang Hari yang lain. Dengan karakter yang berbeda.
Ayo tetap semangat!
Tetap ceria menyambut hari ini!
Jadilah bagian yang menyenangkan dan berkesan untuk hari ini. Karena dia tidak akan pernah kembali lagi.







7 comments
Comments feed for this article
September 12, 2009 at 3:18 pm
petra
Saya pernah bermusuhan dengan banyak yang bernama Hari.
Saya pernah dikecewakan dengan salah satu Hari. Sungguh bukan main rasa sakit hati yang ia berikan kepada saya.
Kemudian saat silih berganti temannya tiba…
Ketika mereka datang, saya tidak pernah memberi sambutan.
Ketika mereka hadir, saya tidak pernah mempedulikan.
Ketika mereka pergi, saya tidak menyesal memusuhi.
Namun suatu saat saya sadar tidak boleh bermusuhan dengann mereka. Saat itu adalah saat seorang Hari hadir membawa cambuk kecil, memperingatkan, dan berkata bahwa akan tiba saatnya di mana temannya akan datang membawa hukuman yang sangat berat kalau saya terus seperti itu. Kemudian datanglah satu per satu Hari-Hari lain yang senantiasa mencambuk saya untuk mau berbaikan dengannya.
Akhirnya tiba seorang Hari yang ditunggu-tunggu untuk menentukan nasib saya.Hari yang satu itu benar-benar menakutkan. Tapi setelah lewat saatnya dan setelah indah kenangan yang ditinggalkannya, saya tahu saya akan merindukan mereka.
Susah untuk berhenti berterima kasih kepada Hari-hari yang sudah menemani perjuangan.
Dan besok akan datang Hari yang berbeda.
Yang membawa cambuk lebih besar, beban pikul yang lebih berat, dan duri yang lebih tajam. Tapi kalau sudah lewat bersama dengannya, rasanya memang sangat bahagia karena tau sebenarnya setiap Hari pasti menyayangi kita.
Tetap semangat, Dwi!
September 13, 2009 at 2:25 pm
Hari - Petra's Blog
[...] In Response To This Post. [...]
September 13, 2009 at 2:55 pm
ivansinggih
Kalo dirasa2in, kadang 24 jam itu ga pernah cukup ya wi… mgnk semuanya tergantung gmn kita ngebagi2 waktu kita…. aaaaa…. seandainya waktu bisa diatur lamanya… wkwkwk.. (korban kesibukan nih),hehe…. But I’ll try to say “hello” with a big smile to every day I met in my life
thx dwi for reminding me… hehe….
Btw, tapi emang tiap hari tuh terasa berbeda ya wi? kadang aku ngerasa sama aja tuh…..
September 14, 2009 at 6:58 am
mikha_v
Kadang saya merasa 24 jam cukup, kadang merasa lebih, kadang merasa kurang, kadang merasa ngga peduli
September 15, 2009 at 3:08 pm
Ruth Naibaho
sm ky petraaa..
dlu saya juga pernah bermusuhan dengan hari..
sy pernah merasa terlalu setia dengan hari..
setiap berjalan dengan dia, saya enggan untuk berpisah dengannya..
saya selalu ingin menikmati 24 jam bersamanya dan menikmati segala kekhawatiran saat berjalan dengannya
karena saya takut tidak memperoleh ganti hari yang lebih baik..
namun kini saya tau,. saya tidak mungkin berjalan hanya berdua dengan hari..
saya mengajak Dia Allah sang pencipta untuk menemani dan menuntun berjalan
kini saya tidak takut lagi..
karena yang baru yang akan diberikannya di depan ,. pasti jauh lebih indah..
duuwiii,.. ngga capek deh baca blog lo,. baguus dan inspiring,. keep that good work as ur power sista,.
love
September 15, 2009 at 11:09 pm
Keffi
ka,,aku ngga pernah mikirin lho kalo satu hari itu ngga cukup..
lempeeeeeeeeng ajha,,
hadeuh,,kelainan ya ka?
atau belum…
jangan sampai …
makasi buat tulisan2nya ka…
September 30, 2009 at 1:40 pm
eko
very inspiring kak dwi.. terkadang kita sering lupa kalo hari itu cuma 24 jam… gak dimanfaain sebaik-baiknya…. hhaha