Akhirnya saya memberanikan diri untuk memposting puisi hasil buatan saya sendiri. Sebenarnya saya sudah mulai membuat puisi sejak duduk di bangku SD. Tapi baru-baru ini saya menyesali mengapa saya tidak pernah mendokumentasikan setiap puisi yang pernah saya buat. Dan bukan hal yang mudah buat saya mengambil keputusan untuk pada akhirnya membiarkan puisi, yang adalah ekspresi perasaan terdalam saya, dibaca oleh publik.
Don’t laugh or get surprised! I’ve already told you that I’m a tough-minded girl from outside but fragile-hearted inside
. Saya cuma mau mengecek apakah interpretasi kalian, setelah membaca puisi ini, sama dengan emosi saya dibalik pembuatan puisi ini. Saya sengaja tidak menuliskan judul pada puisi ini, karena kalian akan langsung tahu arti sebenarnya. Hehe..
Leave your comment, please! And don’t forget to give your own title for my poetry. Thank you fellas!
I feel empty inside I find noone but myself Sitting… Flustering… Weeping…
I miss you, Daisy… Flowers of happiness Who bring calyx to my fear But I am flowerless…
Suddenly… You appear in my room I look like a freeze dried red rose Alone… Laying down in the huge world of white
No, you don’t come closer You’re from my past No more you, the unreal
I’m still learning to breath from the stupidity of mine I’m still finding the other you out of my nightminds
Truth is the only key to open But your lips erase those lies I surrender… Falling in this pain deeper… Through this pleasurable words..







12 comments
Comments feed for this article
July 2, 2009 at 1:39 pm
lovetodraw
saya tidak mengerti banyak tentang dunia puisi.. tapi saya menikmati puisi-puisi..
maaf klo interpretasi kita berbeda..
judul yang kupikirkan, “memories”..
jangan meninggalkan kegemaranmu pd puisi! jgn biarkan tulisan2 bagus seperti ini hanya memenuhi lembaran di buku saja yg cenderung dilupakan!
July 2, 2009 at 6:31 pm
mikha_v
idem dengan saudara lovetodraw
Talenta saya bukan pada puisi jadi susah untuk mengintepretasikan bahasa yang abstrak.
Hmm..judulnya menurut saya kira-kira sesuai dengan posting sebelumnya, “kehilangan seseorang”
July 3, 2009 at 6:49 am
karinidya
saya juga idem dengan saudara love to draw dan mikha_v.

tapi bedanya saya tidak bisa memberikan judul untuk puisimu wi…
this your own poem, and i cant give the title for you.
exactly, i dont know much about vocabulary that you use in your poem.
gw ga ngertiiiii wi….
July 3, 2009 at 10:41 am
mikha_v
@saudara karinidya: hmm… ngga mengerti vocabulary nya ya..kalo begitu….
—ISENG MODE: ON
—
saya terjemahkan aaahhh… sekalian latihan bahasa
“kumerasa kehampaan di dalam
Ku tidak menemukan siapapun kecuali diriku sendiri
duduk…
bingung…
menangis…
Aku kehilangan engkau, Desi…
Bunga kebahagiaan
Yang memberikan kelopaknya untuk ketakutanku
Sendirian…
Tapi, ku tak punya bunga…
Tiba-tiba
Engkau muncul di kamar ku
Diriku terlihat seperti mawar merah kering yang beku
Terbaring di bawah luasnya dimensi putih
Tidak, engkau jangan mendekat
Engkau dari masa lalu ku
Tidak ada lagi engkau, sang imaginer
Ku masih belajar untuk bernafas darri kebodohanku
Ku masih mencari engkau yang lain keluar dari fantasi malamku
Kebenaran adalah satu-satunya kunci untuk membuka
Tetapi bibirmu menghapus kebohongan itu
Ku menyerah…
Terjun dalam sakit ini lebih dalam lagi…
Melalui kata-kata yang menyenangkan ini…
—Segera kabur sebelum dimarahin ka dwi————–
July 3, 2009 at 6:35 pm
dwihutapea
@bang tigor aka lovetodraw : ah masa ga ngerti dunia per-puisi-an bang?? itu puisi yang di gambar “heart:wellspring of my life” itu apa dooong??
@karin : ini juga…masa ga paham puisi… itu yang di blog lo apa namanya kalo bukan puisi?? sajak?? sama aja bu..
@mikha : kamu merusak indahnya puisi saya!!! Haaaaah…!!! Kenapa puisi ini jadi kacau balau setelah diterjemahkan?? Jangan kabur!! Saya kejaaaar!!!
July 4, 2009 at 7:23 am
Ivan "Vandos"
hum.. ttg judul, aku kepikiran satu hal… “Losing Myself”.. tapi ga tau yah kalo ga nyambung… hehe… Jgn malu lah buat posting puisi… Who knows it will be the way of your future life… hehehe….
July 4, 2009 at 11:30 am
karinidya
terima kasih saudara mikha_v atas kebaikan hatinya untuk menerjemahkan.
setidaknya saya jadi sedikit mengerti..
oooo, jadi gitu wi??(sok tau mode on)
July 5, 2009 at 5:28 pm
ray rizaldy
daku kasih judulnya wi. The Unwanted One. or the wanted one.
July 5, 2009 at 8:15 pm
kikisarag1h
aduh, aku bingun mau comment apa
ga ngerti awak
untung aja ada terjemahanya
hahahahahaha
hmm apa ya
sama ajalah keknya ama bg tigor..
hehehe
July 6, 2009 at 2:03 pm
Keffi
ka dwi,,
menurutku judulnya..
“the past”
hehehehe….
daisy represents your past, beautiful but you wouldn’t repeat it..
hehehehe..
*sotoy mode:on..
oke ka,,,
good luck for your future…
what ever it is,,
hahahaha
*iseng mode on..
GBU
July 7, 2009 at 7:38 am
Ruth Naibaho
klo mnrt gw judulnya.. penantian.. beda bgt ya! haha..
hebat. multitalent. skg gw sdg berpikir… apa sih yg lo ga bisa?
July 7, 2009 at 8:40 am
dwihutapea
Terimakasi teman-teman buat komen dan judul yang kalian kasih buat puisi gw yang masih amatir-an ini
Bang Tigor : Memories
Mikha : Kehilangan Seseorang
Ivan : Losing Myself
Ray : The Unwanted One/The Wanted One
Keffi : The Past
Ruth : Penantian
Jawabannya adalahhhhh…..
“HOPING FOR NOTHING”
Ruth…judul dari kamu paling mendekati. Tapi penantian yang sia-sia maksudnya…(sdikit ada hubungannya dengan masa lalu gw yang itu-tuuh
waktu gw masih jadi perempuan bodoh dan labil)