Kehilangan Seseorang

28 Jun

Minggu ini minggu penuh senyum dan perenungan buat saya. Senyum saya beralasan, karena begitu banyak kejadian yang menyenangkan. Perenungan saya pun beralasan, karena aktivitas ini memang selalu datang sebulan sekali saat emosi sedang berfluktuasi.

Perenungan saya datang setiap kali sisi melankolis saya ini mendominasi. Berpikir hal-hal terlalu terperinci. Bahkan yang tidak perlu saya pikirkan pun, jadi saya pikirkan dengan serius. Kali ini perenungan saya membawa saya kepada perasaan kehilangan. Kenapa bisa pikiran ini yang tiba-tiba muncul? Karena lagu yang saya dengar bolak-balik selama tiga hari ini adalah Time To Say Goodbye, yang dipopulerkan oleh Andrea Bocelli. A great song, I love it!

Kehilangan, buat saya, adalah kondisi ditinggal pergi. Bisa tiba-tiba atau telah direncanakan. Bisa karena suatu hubungan yang rusak, pergi ke tempat yang jauh, atau meninggal dunia.

Kalau karena ditinggal pergi ke tempat yang jauh, masih ada kemungkinan untuk bisa bertemu lagi. Entah bulan depan, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi, pasti masih ada kesempatan untuk bertemu lagi. Apalagi di zaman modern seperti sekarang. Internet bisa didapatkan di mana pun. Jadi berpisah karena jarak tidak lagi menjadi masalah besar. Walau tetap saja, interaksi secara langsung pasti lebih berkesan dan menyenangkan.

Kehilangan seseorang karena suatu hubungan yang rusak adalah kejadian yang cukup menyedihkan. Bisa karena putus dengan kekasih. Perceraian suami dan istri. Bertengkar dengan sahabat. Atau meninggalkan rumah orang tua karena mau kawin lari dengan pria dari suku seberang ;)

Awalnya hari-hari diwarnai dengan senyumnya (bisa kekasih, sahabat, suami, istri, atau orang tua). Dengan amarahnya. Dengan nasihatnya. Dengan semangatnya. Jam-jam dilalui bersama orang yang dikasihi itu melalui interaksi yang penuh kehangatan. Tapi siapa yang tahu kalau hubungan yang paling mesra sekali pun bisa rusak kalau tidak ada yang mau mengalah dan merendahkan diri. Kehilangan orang yang biasanya mengisi hari-hari karena kekerasan hati sendiri adalah hal yang menyakitkan buat saya. Makanya saya berusaha keras untuk menjaga setiap hubungan yang pernah saya jalin. Saya takut sekali kalau ada hubungan yang rusak karena keegoisan saya.

Terakhir adalah kehilangan karena orang tersebut meninggal dunia. Meninggalkan dunia ini. Tidak ada lagi untuk selamanya. Bahkan berharap dia akan kembali pun hanya akan membuatmu gila. Kehilangan tipe ini bukan karena kesalahan dia. Atau kesalahan saya. Atau anda. Atau siapa pun. Ini kedaulatan Tuhan (kecuali bunuh diri pastinya). Jadi memang tidak ada yang bisa disalahkan. Tapi membayangkan kondisi ini menimpa saya suatu hari nanti, cukup membuat saya membiarkan air mata ini mengalir bebas. Jika orang-orang terdekat saya harus pergi untuk selamanya. Tidak bisa disentuh lagi. Tidak bisa dipeluk. Atau dicium lagi. Tidak bisa berbincang lagi. Tidak bisa tertawa bersama. Dan bercanda bersama. Ini akan menjadi salah satu titik paling menyedihkan buat saya. Jika harus kehilangan Bapak, Ibu, atau Kakak saya. Keluarga terdekat. Atau anggota keluarga lain. Atau saat kehilangan sahabat-sahabat saya. Orang-orang yang pernah membantu saya melalui hari-hari yang berat dan menikmat kesenangan bersama.

Atau, apabila di masa depan nanti, jika saya tidak punya orang tua lagi dan sahabat-sahabat saya sudah pergi ke negeri antah berantah. Dan ketika itu, saya harus kehilangan suam isaya (Halaah!! Menikah saja belum. Tapi seriusan, hal ini saya pikirkan sampai mendalam sekali), pasti saya tidak tau lagi mau hidup seperti apa. Saya tidak sanggup kehilangan suami, saya pikir. Lebih baik dia yang kehilangan saya nanti (Ini pikiran yang super duper egois memang, tapi saya cuma berpikir sepertinya saya tidak sanggup kalau harus hidup tanpa orang yang bisa memanjakan :().

Yah, apapun kondisi kehilangan yang akan saya hadapi nanti, saya masih punya Tuhan, yang akan hadir melalui orang-orang lain yang akan Dia tempatkan di sisi saya untuk menggantikan mereka-mereka yang telah pergi. Jadi kalau saya kehilangan suami pertama, apakah Tuhan akan menempatkan seorang suami kedua buat saya? Hahahaa…

Yang pasti Tuhan akan menggantikan sang suami tercinta dengan kehadiran anak-anak yang lucu :)

(Tulisan ini dibuat dengan penuh penyesalan. Penyesalan kenapa saya bisa sampai memikirkan hal yang begitu menyedihkan ini.)

About these ads

13 Responses to “Kehilangan Seseorang”

  1. lovetodraw June 29, 2009 at 1:14 am #

    Tulisan yang dalam sekali.

    Seperti biasa.Tulisan-tulisanmu bisa membantu kami juga merenungkan hidup ini lebih dalam lagi.Saya percaya,tiap orang memiliki saat-saat dimana ia perlu mengambil waktu pribadinya utk merenungkan banyak hal dalam hidupnya.Dan itu bukanlah suatu kesalahan..bukan sifat yang aneh..bukan hanya milik orang dgn temperamen melankolis saja..tetapi milik tiap manusia.



    jgn bersedih terlalu lama ya krn memikirkan ini,Dwi..dunia ingin melihat keceriaanmu!

  2. Keffi June 29, 2009 at 10:14 am #

    ka dwi….
    delightfull melihat tulisanmu kali ini

    kupikir aku bakal menangis,,tapi lo membwa alur tulisan dng sangat baik..
    saat air mata gw hampir kelua,,
    eh, malah ada selipan joke-nya..
    hehehehe

    semangat ka dwi…
    orang-orang datang dan pergi, tapi Bapa ga akan pergi…
    *ngomong gampang bgt,prakteknya sulit..
    hahaha…

    CEMANGAT KAKAK,, ;0

  3. karinidya June 29, 2009 at 4:11 pm #

    It’s really melancholy wi…
    I’ve never thought about this, maybe my phlegm side is really dominant.
    You dont have to regret it wi because i think this post is very meaningfull for everybody who has read it…Include my self.:D
    but why you have thinking about a husband????
    A very big question for me.;)

  4. echa June 30, 2009 at 8:53 am #

    hmmmm kk prnah mrusak bnyak hubungan dlm hidup kk, seperti yang km blg krn keegoisan dan kekerasan hati kk. Mulai dri anak rohani sampai org yg kk sayang dek :( …benar2 hanya Tuhan yg bs mmulihkan rasa sedih & sakit krna penyesalan dan khilangan. G ada yg lain.
    Seasons come, n seasons go. Ada wktu utk mmliki,ada wktu utk kehilangan. Tuhan yg mmbri,Tuhan yg mngambil.
    Buat kk sh smua yg sdh trjadi,trjadilah. Tp didepan bhrap aku lbh dwasa dlm mjaga stiap hubungan yg Tuhan kasih (sambil brharap sseorg itu kmbali, sprti yg Dia janjikan :D )
    *kk agak melan ya, heheheh ><
    GBU adekku :)

  5. dwihutapea June 30, 2009 at 9:53 am #

    @bang tigor: tapi aku kebanyakan merenungnya daripada bertindaknya bang…terlalu penuh isi hati dan kepalaku ini..hehehe

    @keffi: terimakasih keffi karina..kalo keffi ga akan pergi dari gw kaaan??

    @karin: maca ciih?? buktinya isi blog lo puisi semua.. melankolis-an mana sama gw??

    @kak echa: kakak…iya, aku pun masih terus belajar merendahkan hati kok.. Tuhan pasti mampukan kak… Gbu too kakakku :)

  6. regasadja June 30, 2009 at 11:57 pm #

    Kehilangan sesuatu apalagi yang kita cintai emang berat sih yah..
    Ada kata-kata yang gua dapet:
    “I have held many things in my hands, and I have lost them all;
    but whatever I have placed in God’s hands, that I still possess.”

  7. Keffi July 1, 2009 at 2:25 pm #

    hahaha,,seperti kata bang rega kak,,,
    mungkin raga gw ga akan bisa menemani lo,tapi doa gw akan selalu menemani mu,kak dwi,,,.

    hehehehe

  8. Rebecca Bloom July 1, 2009 at 5:49 pm #

    hai cantik,akuh jg suka lagunya..krn aku suka andrea sibocel..kyaaa..keyennn

    we’re meant to lose people we love
    how else would we know how important they are to us

  9. wulan July 12, 2009 at 7:17 pm #

    dwi……. akhirnya aku memberi comment jg pada salah satu tulisan2mu ini.hehehe,

    dwi melan bgt dah di tulisan ini. hahaha.
    “lebih baik dia yg kehilangan saya nanti” hahaha.aku jg prnah mikir gtu dwi. hehe.ya,krn mmg smw org tdk suka dgn kehilangan (apapun bentuknya),tp aku bljr sstu dwi dari kehilangan (ga ush diceritain ya..khilangan apa,hoho).
    aku bljr utk mnaruh rasa amanku pd Tuhan tdk pd orang,barang,ataupun yg lain..krn mreka smua bs hilang dan pergi kpn saja.
    dan utk hal satu ini..aku msh terus blajar. hahaha.

    satu hal yg msh blm bs terbayangkan sih klo kehilangan salah 1 ang.kluarga kita yah..
    sstu waktu mgkn akan kita alami.
    dan itu hrus minta kekuatan xtra dari Tuhan. hahaha

    sudah..sudah..jdi panjang gini dwi.

    • yusni April 5, 2012 at 7:06 am #

      heheheh
      keren kisah ya

  10. Rama Sejati February 12, 2011 at 2:22 pm #

    Artikel yang bagus !

    Barangkali artikel mengenai “merasa kehilangan” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Merasa Kehilangan ?

  11. putry_ February 15, 2011 at 11:50 am #

    yah,mmang brat khlangan sseorg.q lg nglmi tu,q khlgan org yg sngat q synk,tp ia mlah brfkir q gk pdli am ia.skrg ia prgi tggalkn q.q hny bsa nangs n brsbar ajh

    • Ori Tirta May 6, 2012 at 10:44 pm #

      qta ssma mrsa khlngan qta hrus sling mnguatkn wlwpn qta tak prnh sling tw ap mslhx n qta tak prnh knal nmun sma aj qta dsni ssma khlngan org yg qta cynk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: